Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Masuk Angin


__ADS_3

Pagi hari di pulau sudah di ramaikan oleh tangisan baby boy Amel dan Arif. Semua terbangun dari tidur nyenyak mereka yang rasa baru saja mereka rasakan dini hari tadi akibat begadang saling bergantian menjaga baby boy.


"Yang, bangun sana liat kenapa lagi tuh bayi." Pinta Rian malas kepada Kasih.


"Iya.." Jawab Kasih dengan rasa kantuk yang masih ada.


Namun Nadin dan Dina dengan sigapnya menenangkan baby boy. Tina, Kasih dan Santi merasa kagum dengan kedua perempuan itu. Seolah tak pernah ada rasa lelah dalam menjaga baby.


"Wah, Dina memang sudah sangat terlatih dibuktikan dengan tiga anak yang sehat dan lucu yang Dina Punya." Puji Tina.


"Kamu juga Nad. Kamu ibu yang sangat siaga." Puji Santi.


"Terima Kasih." Jawab Dina dan Nadin.


Dina menggendong Baby sementara Nadin membuatkan susu. Selalu begitu bergantian. Liburan yang harusnya mereka gunakan untuk terbebas dari anak-anak malah mereka gunakan dengan mengurus bayi Amel dan Arif.


Akan tetapi, tak ada rasa menyesal bagi mereka. Liburan mereka kali ini sangat-sangat berarti dan berkesan. Karena di tengah liburan mereka lahir seorang bayi mungil nan menggemaskan.


Mereka menikmati liburan mereka dengan saling bergantian menjaga Baby boy. Mereka pun bergantian untuk jalan-jalan bersama di sekitar pulau.


"Sayang, cape ngga?" Tanya Angga.


"Kenapa?" Jawab Nadin.


"Mau dooong. Masa liburan ini kamu cuma ngurusin bayinya Amel. Mas doong di urus juga." Rajuk Angga.


"Uluh... Masnya Aku cemburu toh sama Baby boy? Hmmm..." Goda Nadin.

__ADS_1


"Iya lah." Jawab Angga mantap.


"Duuuh... Mana sini yang cemburu Nad sun dulu." Goda Nadin kembali.


Dan terjadilah apa yang harusnya terjadi. Angga memeluk Nadin dan menci** kening Nadin.


"Makasih sayang." Bisik Angga di telinga Nadin. Nadin hanya menganggukan kepalanya kemudian menelusupkan kepalanya kedada bidang Angga.


Tak perlu waktu lama keduanya pun tertidur dengan ditandai oleh dengkuran halus keduanya. Malam yang biasanya di gunakan Nadin untuk menjaga Baby boy. Malam ini Nadin tidur tak terusik di pelukan Angga.


Pagi hari Nadin merasakan perutnya bagai di aduk-aduk. Nadin membuka matanya dan berlari menuju kamar mandi.


Hueek.... Hueeekkk...Hueeekk...


Angga yang mendengarnya langsung berlari menghampiri Nadin di kamar mandi.


"Ga tau Mas. Perut Nad rasanya ga enak."


"Mas panggilakan Aldo ya?"


"Ga usah Mas. Sebentar pasti udah reda."


"Mas minta air lemon ya sama Bibik?"


"Iya Mas."


Angga pun membaringkan Nadin dan menutupinya dengan selimut. Angga keluar meninggalkan Nadin menuju dapur. Angga meminta salah satu bibik untuk dibuatkan air lemon hangat untuk Nadin.

__ADS_1


"Kenapa Nadin Mas?" Tanya Ivan pada Angga.


"Nadin muntah-muntah Van."


"Masuk angin?"


"Sepertinya begitu. Kemarin kita baru dari pantai juga." Terang Angga.


"Ini den air lemonnya."


"Makasih Bik." Angga pun mengambil air lemonnya.


"Gw ke atas dulu Van." Pamit Angga pada Ivan.


"Iya Mas. Mudah-mudahan ga keterusan ya Mas."


"Iya. Makasih Van."


Angga pun segera kembali ke kamar untuk memberikan Nadin air lemon.


"Sayang, diminum dulu air lemonnya." Ucap Angga sambil menyodorkan gelas ke mulut Nadin.


Nadin yang bersandar di kepala tempat tidur pun menerima suapan air lemon dari Angga.


"Makasih Mas." Nadin menyudahi minumnya dan kembali tertidur.


"Istirahat saja dulu ya sayang." Angga mengec** kening Nadin.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2