Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rencana Ayah


__ADS_3

Ayah, Angga dan Arif pun bertemu di salah satu restoran yang berada di kota C. Arif telah memesan privat room untuk mereka bertiga berbicara. Arif datang lebih dulu dari Ayah mertua dan Kaka Iparnya.


Setelah sampai di restoran yang di tuju Ayah dan Angga pun turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam restoran.


"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa hormat pelayan restoran tersebut.


"Siang. Kami datang atas nama Arif." Ucap Angga.


"Owh! Mari silahkan Bapak-bapak ikut saya." Ucap Pelayan tersebut.


Angga dan Ayah pun mengikuti langkah pelayan tersebut untuk menemui Arif. Sesampainya di depan privat room yang Arif pesan pelayan tersebut mempersilahkan Angga dan Ayah untuk masuk karena di dalam susah ada Arif yang menunggu.


Tak lupa Angga pun berterima kasih kepada pelayan tersebut. Pelayan tersebut pun hanya menganggukan kepalanya.


"Ayah, Kaka." Sapa Arif dan menjabat tangan dua orang dihadapannya. Arif mencium punggung tangan Ayah sebagai tanda hormatnya. Namun tidak kepada Angga. Karena Angga akan merasa risih di perlakukan seperti itu oleh adik iparnya.


"Apa kabar Nak?" Tanya Ayah.


"Baik Yah. Bagaimana keadaan Ibu Yah?" Tanya Arif.


"Ibu mu baik. Kamu siap menjalankannya?" Tanya Ayah. Dan Arif hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Ayah menceritakan semua yang dia tahu melalui orang suruhannya. Ya, Ayah telah meminta seseorang untuk mengawasi Amel. Tanpa sepengetahuan semua anak-anaknya. Ayah menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati.


"Dari mana Ayah tau? Apa motifnya?" Tanya Arif bingung.


"Kalian tak perlu tahu. Yang pasti informasi yang Ayah dapatnya sangat akurat. Dan motifnya adalah membuat Kakak kalian berpisah." Jelas Ayah dan sontak membuat Angga dan Arif terkejut. Angga pun terkejut karena Ayahnya baru saja menceritakan kepadanya juga.


"Amel yang sangat gampang terpengaruh akan sangat mudah di hasut." Ucap Ayah kemudian.


"Lalu bagaimana Yah?" Tanya Angga.


"Kalian akan Ayah pindahkan ke kota Y bersama dengan Ayah dan Ibu. Tapi kita akan tinggal terpisah. Sementara Kamu Rif, Ayah minta maaf kantor pusat akan Ayah alihkan sementara kepada Rian."


Tak lama orang yang mereka bicarakan oun datang mengahampiri mereka bertiga.


"Selamat siang semuanya. Maaf lama menunggu." Ucap Rian yang baru saja datang bersama dengan Iwan sekretaris Angga yang tak lain sahabatnya sendiri.


"Duduklah." Titah Ayah.


"Kamu dan Rian akan bertukar peran." Ucap Ayah.


"Maksud Ayah?" Tanya Angga heran.

__ADS_1


"Rian sedang membangun hotel baru di kota Y. Dan kamu akan mengurus proyeknya. Sementara Rian akan mengurus kantor pusat bersama dengan Iwan." Jelas Ayah.


"Kenapa begitu Yah?" Tanya Rian merasa tidak enak.


"Paling lambat satu tahun." Ucap Ayah.


"Hah!!" Jawab semuanya bersamaan.


"Ayah, bagaimana Rian bisa. Ayah jangan becanda deh." Sangkal Rian


"Ayah percaya pada kalian."


"Kapan akan dilaksanakan Yah?" Tanya Iwan yang sudah mengetahui permasalahannya.


"Lebih cepat lebih baik." Ucap Ayah.


Semua pun terdiam merenungi apa yang akan terjadi kedepannya. Angga dan Arif saling pandang tak mengerti apa yang Ayahnya lakukan.


"Ikuti saja alurnya. Ayah yakin kalian bisa. Angga hanya raganya di YK tapi otaknya tetap di sini. Begitu pun Rian. Karena Ayah yakin kamu sudah memiliki konsep untuk hotel baru kamu." Ucap Ayah kembali.


Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komenmya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2