
Nadin tak kuasa menahan tangisnya saat Kanaya menunjuk kearah dalam dan menyebutkan kata Opa.
"Don klay Oma. Opa tak cuka." Ucap Kanaya dengan wajah sendu.
Nadin pun mengusap lembut rambut Kanaya dan mengecup puncak kepalanya.
"Oma tidak menangis sayang." Ucapnya lirih.
"Riri." Panggil Rian.
"Iya Yah. Ayah Arif datang." Ucap Rika.
"Ayah ingin berpamitan dan menitipkan Refa dan Bunda." Ucap Rika lagi dengan tatapan masih tertuju pada arah yang di tunjukan oleh Kanaya.
"Bay Opa." Ucap Kanaya melambaikan tangannya.
Nayya dan Rika pun melakukan hal yang sama dengan Kanaya. Semua pun menunduk menahan haru mereka. Yoga yang berada di tengah keluarga Bagaskara pun merasa terharu dengan kedekatan mereka semua.
Yoga menggenggam erat tangan Netanya. Netanya pun menyandarkan kepalanya di dada bidang Yoga.
Nadin, memeluk Kanaya dan Angga memeluk keduanya. Rama memeluk Nayya dan mengusap lembut perut Nayya yang sudah terlihat membuncit.
Rian memeluk Kasih dan Nathan memeluk Rika. Sementara Nini dan Camelia pun saling berpelukan. Kini mereka berkumpul di teras belakang rumah Nadin. Membicarakan mengenai pertunangan Nathan dan Rika.
Setelah melalu perdebatan akhirnya mereka memutuskan minggu depan untuk mengadakan pertunangan Rika dan Nathan. Mereka tak mempermasalahkan Rika yang masih berkuliah. Dan Nathan yang masih belum bergelar sarjana.
Namun, kedua belah pihak sudah menyetujui bahkan keduanya pun sudah pasrah kepada orang tua-orang tua mereka. Rika hanya meminta agar kuliahnya tetap ingin lajut dan Nathan pun tak mempermasalahkannya.
Setelah mereka semua sepakat Rian dan Kasih pun berpamitan pulang. Begitupun dengan Yoga.
"Kalian harus siap-siap setelah Nathan dan Rika." Ucap Papa Angga.
"Astaga! Papa. Adek masih sekolah." Protes Netanya.
"Bertunangan tidak akan mendapatkan larangan dari sekolah Dek. Apalagi yang punya yayasan Opa nya Yoga." Ledek Nadin.
"Mama sama aja." Ucap Netanya merajuk.
"Langsung nikah juga bisa kok Yang." Goda Yoga.
"Mas.Yoga mesum." Ucap Netanya.
"Loh, kok mesum sih Dek. Mas cuma ngasih tau aja loh." Jawab Yoga.
"Ga tau ah. Udah sana Mas pulang sebelum kita di nikahin sekarang juga sama Papa." Ucap Netanya.
"Owh! Mau di nikahin sekarang juga Dek." Ledek Papa Angga.
__ADS_1
"Papa iih..." Ucap Netanya dengan wajah yang sudah bersemu merah.
"Mas pulang dulu ya sayang." Pamit Yoga.
"Sana ih." Jawab Netanya.
Setelah kepergian keluarga Rian dan juga Yoga. Mereka semua masuk kedalam. Malam hari Nayya dan keluarga kecilnya pun pulang karena Ibu dan adik dari Rama masih berada di rumah mereka.
Kanaya yang sudah tertidur pun di gendong Rama masuk kedalam mobil dan di tidurkan di jok belakang karena Nayya tak mungkin menggendong Kanaya dengan perut yang sudah membuncit.
Sesampainya mereka di rumah. Rama kembali menggendong Kanaya kedalam kamarnya. Sementara Nayya berjalan di belakang mereka. Rumah tampak sepi. Mungkin Ibu dan adik iparnya sudah tidur.
"Sudah pulang Ka?" Tanya Gaga yang sedang asik memainkan ponselnya.
"Kamu belum tidur Ga?" Tanya balik Nayya.
"Belum Ka. Nungguin kalian." Jawab Gaga.
"Ada apa?" Tanya Nayya duduk di sofa tunggal sementara Rama mengantarkan Kanaya ke kamarnya.
"Hmm... Gaga boleh minta sesuatu Ka?" Tanya Gaga ragu-ragu.
"Asal jangan yang tidak bisa Kakak berikan jangan memintanya." Jawab Nayya.
"Ada apa Ga?" Tanya Rama dari arah tangga.
"Katakanlah. Jika Kakak bisa memberikan apa yang kamu minta pasti Kakak berikan tapi jika tidak kamu jangan memaksanya ya." Ucap Nayya kembali.
"Cepat katakan Ga. Kami akan tidur." Kesal Rama karena Gaga tak kunjung mengutarakan apa maunya.
"Itu Kak. Boleh ga Rama minta nomer ponselnya Camel." Ucap Gaga menunduk.
"Astaga! Hanya itu." Ucap Rama.
Nayya pun tersenyum melihat tingkah adik iparnya yang sepertinya sedang jatuh cinta. Nayya pun segera mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan nomer Camelia kepada adik iparnya itu.
"Sudah Kakak kirim ya. Ayo Mas kita istirahat." Ajak Nayya pada Rama.
"Terima kasih Kak." Ucap Gaga senang.
Namun, sepeninggalnya Nayya dan Rama kini Gaga kembali resah apa yang harus dia lakukan dengan nomer ponsel yang sudah di berikan oleh Nayya kepadanya. Jika dirinya menelfon apakah akan di angkat atau jika dirinya mengirim pesan apakah akan di balas.
Gaga terus memutar-mutar ponselnya ragu. Sampai terkirimlah sebuah pesan yang sangat ingin sekali dia hapus kembali namun naasnya si penerima pesan sudah membacanya.
πHi.. Sudah tidur.
Camelia yang masih terjaga dari tidurnya asik membuka sosmed di ponselnya. Saat dirinya tengah asik tiba-tiba ada pesan masuk yang tak tau dari siapa karena tanpa nama pengirimnya.
__ADS_1
Camel membuka profil picture nya namun hanya gambar sebuah gedung. Namun tertera nama "Gaga Nasution". Sejenak Camel pun terdiam mengingat nama seseorang.
"Apakah benar dia." Batin Camel.
πHi.. Sudah.
Gaga tersentak kala ponselnya berbunyi dan segera membuka pesan yang sudah di tunggu itu. Dan betapa terkejutnya Gaga karena Camel mau membalas pesannya dan yang membuat dia sangat gemas adalah balasan dari Camel menyebutkan dirinya sudah tidur sementara dirinya masih menbalas chat dari Gaga.
πSelamat tidur..
πOke. Trima kasih π
Gaga terus memandangi ponselnya. Hatinya bergemuruh tak karuan. Hanya pesan singkat yang saling mereka kirim namun betapa bahagianya Gaga. Kupu-kupu beterbangan dari dadanya.
Gaga pun berlari menuju kamarnya dan terus menggenggam ponselnya tersenyum sendiri tak jelas. Mungkin jika ada orang yang melihatnya akan mengira bahwa dirinya sedang tak waras.
Sementara Camel mulai memejamkan matanya untuk tidur. Sebuah pesan dari Gaga seperti perintah baginya. Camel pun menyimpan ponselnya di nakas dan mulai membaringkan tubuhnya di samping Nini.
Tak butuh waktu lama Camel pun sudah terbang ke alam mimpi.
Pagi hari Gaga sudah berolah raga di halaman depan rumah Nayya dan Rama. Rama yang baru saja turun untuk berolah raga melihat adiknya heran.
"Ada apa dengan anak ini?" Batin Rama.
Gaga yang tak menyadari ada Rama di dekatnya terus saja menggerak kan badannya melakukan peregangan dengan fikiran yang entah kemana. Rama pun hanya diam mengamati gerak-gerik adiknya.
Nayya yang sudah bangun pun masuk kedapur untuk menyiapkan sarapan di bantu oleh bibik yang ada. Saat Nayya asik dengan olahan nakanannya Ibu datang menghampirinya.
"Masak apa Nak?" Tanya Ibu.
"Ini Bu. Mas.Rama ingin sarapan omelet katanya. Ibu mau Nayya bikin kan apa?" Tanya Nayya.
"Ibu mau nasi goreng saja Nay." Jawab Ibu.
"Baiklah. Nayya buatkan sekalian untuk Kanaya dan Gaga ya Bu." Jawab Nayya.
"Terus kamu sendiri makan apa?" Tanya Ibu.
"Nayya sedang ingin sandwich saja Bu." Jawab Nayya.
"Ya sudah Ibu buatkan sandwich buat kamu ya." Ucap Ibu.
"Terima kasih Bu." Ucap Nayya.
Dua wanita beda generasi itu pun menyibukkan diri di dapur menyiapkan sarapan. Bibik membantu Nayya menyiapkan perlengkapannya.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok π. Kasih hadiah juga boleh kok π. Terima Kasih πππ
__ADS_1