Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Sidang Nadin


__ADS_3

Nadin kembali menjadi seorang istri dan ibu di rumah. Segala atribut dosen di tanggalkan. Nadin melayani anak dan suaminya. Bukan hanya Angga yang membanggakan Nadin Ibu dan Ayah pun begitu bangga kepadanya. Amel sang adik pun merasa bangga karena Kaka iparnya mampu memerankan dua peranan sekaligus.


Nadin tak pernah sungkan melakukan pekerjaan rumah tangga. Nadin memang sudah terbiasa melakukannya tanpa harus bergantung pada bibi. Namun akhir-akhir ini Nadin begitu terlihat kerepotan membagi waktu antara keluarga dan karirnya ditambah waktunya untuk menyelesaikan S3nya.


Angga begitu sabar menyemangati Nadin. Hari ini adalah hari dimana Nadin akan sidang. Namun sejak pagi Nadin terus bolak-balik kekamar mandi. Nadin merasa perutnya diaduk-aduk.


"Sayang, kamu sakit?" Tanya Angga cemas.


"Ga tau Ka. Perut Nad sakit, mual dari tadi pagi."


"Kamu gugup ya?"


"Ngga deh kayanya. Ya udah yuk.. Nanti Kaka nunggu sampe selesaikan?"


"Iya. Kenapa sih kayanya istri aku manja deh belakangan ini."


"Yee... Manja sama suami boleh dong."


"Boleh banget dong."


Nadin menyelesaikan sidangnya dengan baik. Sepulang dari sidang Nadin meminta makanan yang keberadaannya sulit dicari tapi Nadin memaksa Angga untuk mencarinya. Nadin tampak murung kala Angga ingin menyudahi pencarian makanan tersebut. Sampai Angga melihat papan dimana makanan yang Nadin maksud tertera disitu. Angga menghentikan mobilnya turun dan bertanya pada pemilik warung. Dan syukurlah makanan yang dimaksud ada.


"Alhamdulillah. Nih yang dimakan yah."


"Ih, ko kaya gini ya Ka?"


"Lah, emang kan gitu. Emang harusnya gimana?"


"Aduh pengen munt**".


Dan Nadin pun mengeluarkan semua isi perutnya. Angga semakin panik.


"Kita pulang aja ya. Biar nanti mang.Ujang aja yang bersihin."

__ADS_1


Sesampainya di rumah Nadin langsung mengurung diri di kamar. Nadin tak mau keluar bahkan turun dari tempat tidur pun Nadin ngga mau.


"Sidangnya lancar kan Ka?" Tanya Ibu khawatir.


"Lancar Bu. Tapi tadi Nadin ingin makan Mie gitu terus pas nemu katanya baunya ga enak terus munt** deh."


"Terus?"


"Ya terus gitu dia sekarang. Maunya diem aja. Ini Angga mau bujuk makan."


"Ya ampun. Sakit dia?"


"Kayanya masuk angin deh Bu."


"Kamu ga biarin Nadin tidur semalam?" Tambah Ayah menimpali obrolan Angga dan Ibu.


"Ih, Ayah kesitu aja fikirannya. Ngga lah Yah. Kayanya stres mikirin sidang tadi Yah. Besok juga sembuh."


"Ya udah sana liat lagi istri kamu."


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Angga sambil mendekati Nadin.


"Kaka dari mana? Ko lama?"


"Masya Allah, Kaka dari bawah sayang ambil makan buat kamu. Kamu makan yah. Nanti perutnya sakit lagi." Angga merasa heran kenapa bisa Nadin menangis hanya karena di tinggal kebawah olehnya.


"Mau disuapin." Jawab Nadin dalam isaknya.


"Boleh. Sampe habis ya makannya."


"Sedikit aja Ka."


Angga pun menyuapi Nadin sedikit demi sedikit. Belum ada setengahnya Nadin meminta berhenti karena perutnya terasa di aduk-aduk. Angga pun menghentikannya. Nadin tidur di pangkuan Angga.

__ADS_1


"Ka,"


"Ya."


"Nad, mau bobo sambil peluk Nayya."


"Boleh. Kaka panggil Nayya duly yah."


"Jangan lama-lama."


"Iya. Sebentar aja."


Angga pun berlari mencari Nayya. Angga membujuk Nayya agar Nayya mau tidur bersama Nadin. Nayya pun mau setelah bernegosiasi bersama Angga. Karena Nayya ingin bermain tak ingin tidur.


"Mama.."


"Sayang. Sini Nak bobo sama mama."


Nayya memeluk Nadin begitupun dengan Nadin. Nayya sudah terlelap tidur namun Nadin masih terjaga. Angga mendekatinya.


"Kenapa ga bobo sayang?"


"Mau di peluk."


Angga pun naik ke kasur dan tidur memeluk Nadin. Akhirnya Nadin pun tertidur dipelukan Angga. Setelah dirasa pulas Angga melepas pelukannya karena akan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Namun, Nadin malah terbangun.


"Mau kemana?"


"Loh, ko bangun?"


"Kaka mau tinggalin aku ya?"


"Ngga sayang,, Sini bobo lagi Kaka peluk." Angga pun pasrah meninggalkan pekerjaannya demi istri tercintanya.

__ADS_1


Tbc.....


__ADS_2