Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rindu Keramaian


__ADS_3

Hai Riders... Mohon maaf ya di beberapa cerita di tuliskan sekretaris Angga Firman. Maaf saya salah server 🤭. Terima kasih sudah di ingatkan 🙏🙏. Lanjut Yuk...


Eh, sebelumnya. Mohon Maaf lahir Batin ya Riders 🙏🙏 Selamat hari raya idul Fitri.


Nadin berpisah dengan Nadia di lantai 4 tempat Nadia menginap. Nadin melanjutkannya hingga ke lantai tempat dia dan Angga menginap. Sesampainya di depan kamarnya Nadin terkejut melihat Angga sudah berada di kamar.


"Loh, Mas. Udah di sini?" Tanya Nadin.


"Kamu dari mana Yang?" Tanya Angga menghiraukan pertanyaan Nadin.


"Ye,, ditanya ko malah balik nanya sih Mas. Tadi Nad bosen jadi rencananya mau keliling. Eh, di lobi malah ketemu Nadia temen perawat dulu. Jadi kita ngobrol deh di lobi." Jelas Nadin.


"Owh! Pantes. Tapi, ko Mas telfon ga di angkat sih Yang?" Tanya Angga lagi.


"Lah, tuh Hape nya." Tunjuk Nadin pada ponselnya yang tergeletak di atas nakas tengah di cas.


"Ya Ampun Yang. Kamu nyimpen Hape sembarangan sih." Gerutu Angga.


"Tadi kan rencananya sebentar Mas ga sampe siang begini. Maaf." Ucap Nadin menunduk.


"Ya sudah. Toh ponselnya masih ada. Yuk kita jalan liat rumah kita sekalian makan siang." Ajak Angga.


"Oke. Nad, ganti baju dulu ya Mas. Ngga enak masa pake baju begini." Ucap Nadin.


"Kamu pake apa aja juga cantik sayang." Goda Angga sambil menarik Nadin ke dalam pelukannya.


"Hmm... Mulai deh gombalnya." Ucap Nadin.


"Ngga gombal ko Yang tapi kenyataan." Jawab Angga.

__ADS_1


"Jadi pergi atau kunci pintu nih." Tanya Nadin.


"Hehehe... Pergi Yang. Abis kamu gemesin sih Yang. Mas suka ga bisa kontrol kalo deket kamu." Jawab Angga seraya melepaskan pelukannya.


"Iiih,,, mesum. Udah ah. Nad ganti baju dulu." Ucap Nadin sambil berlalu menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah siap mereka berdua pun turun ke bawah menuju parkiran hotel untuk menuju rumah mereka dan makan siang bersama.


Tiba di rumah. Rumah sudah tampak rapi karena kemarin sudah sedikit di bersihkan oleh Mang.Ujang dan Bik.Nina. Karena rumah mereka pun tak sepenuhnya di tinggal masih ada para penjaga yang menjaga rumah. Hanya saja mereka tidak ada waktu untuk sekedar membersihkan rumah. Hanya sedikit yang bisa mereka kerjakan. Karena mereka tak jngin lalai dalam penjagaan.


Nadin dan Angga pun masuk kedalam. Nadin membawa bungkusan makan siang yang sempat mereka beli di jalan ke dapur untuk di siapkan kedalam piring. Sementara Angga menunggu di meja makan.


"Yang, apa kita perlu renovasi rumah?" Tanya Angga.


"Sepertinya tidak perlu Yang. Keadaan Ibu juga sudah semakin membaik. Toh, rumah kita tak memiliki lantai atas. Hanya perlu di bersihkan saja." Jelas Nadin.


"Kalo begitu Mas pakai jasa pembersih rumah saja bagaimana?" Tanya Angga.


"Baiklah sayang. Nanti mas minta orang dari rumah utama dan Iwan untuk menjaga mereka. Karena kasihan kamu kalo Bibik-Bibik di biarkan pulang lebih dulu." Jelas Angga.


"Iya Mas. Bagaimana baiknya saja." Jawab Nadin.


"Dimakan dulu Mas. Keburu ngga enak." Ajak Nadin.


Mereka pun makan dengan hening seperti biasa. Karena Nadin dan Angga terbiasa makan tanpa suara. Hanya ada dentingan sendok dengan piring.


Selesai makan keduanya menikmati waktu berdua di halaman belakang rumah mereka.


"Rasanya sudah sangat lama kita meninggalkan rumah ini ya Yanh." Ucap Angga.

__ADS_1


"Lama sekali Yang." Jawab Nadin.


"Mungkin rumah ini akan sepi seperti ini ya Yang jika anak-anak sudah bergi dengan cita-cita mereka." Ucap Angga lagi.


"Dan keramaian dari mereka yang akan selalu kita rindukan Yang." Ucap Nadin.


"Rasanya baru kemarin Mas bertemu dengan kamu Yang." Oceh Angga lagi.


"Nadin fikir Mas tidak akan menerima Nad. Nad fikir Nad akan sulit bertemu dengan Nayya. Akan ada drama perebutan Nayya." Oceh Nadin.


"Jika ternyata Mas sudah menikah kembali apa kamu akan tetap meminta Nayya?" Tanya Angga.


"Nad tidak akan meminta Nayya tapi Nad akan mengatakan pada Nayya jika Nad ibunya." Jawan Nadin.


"Kenapa begitu?" Tanya Angga.


"Ya karena Nad ibunya." Jawab Nadin santai.


"Terima kasih sayang. Mas beruntung bertemu dengan kamu." Ucap Angga.


"Nad juga beruntung ketemu sama Mas." Jawab Nadin.


Keduanya saling berpelukan meluapkan segala rasa. Angga mengecup puncak kepala Nadin lembut. Nadin menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga. Nadin selalu menemukan kenyamanan dalam pelukan Angga.


"Kita kembali ke kantor sekarang ya." Ucap Angga.


"Iya." Jawab Nadin lalu melepaskan pelukannya.


Keduanya berjalan beriringan menuju mobil. Tak lupa keduanya berpamitan kepada penjaga yang bertugas hari itu. Angga pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor kembali. Mereka berencana akan pulang ke kota Y esok hari.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Mau kasih Tip juga boleh ko 😊. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2