Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Ijin Magang


__ADS_3

Semua sudah kembali ke aktivitas masing-masing. Refa dan Agiel berbulan madu ke pulau. Amel yang masih di rundung duka pun Nadin putuskan untuk tinggal bersamanya saja. Sementara Ibu dan Ayah di bawa oleh Bude dan Pakde.


Kanaya pun lebih sering di bawa oleh Nadin untuk menghibur Amel. Nayya dan Rama pun tak berkeberatan. Gaga pun sering datang berkunjung ke rumah Nayya dan Rama hanya untuk sekedar menanyakan Camelia pada Nayya.


Camel yang masih belum bisa membuka hatinya untuk Gaga membuat Gaga gelisah dan terus membujuk Nayya untuk pergi ke rumah Nini di kota J.


"Dek, Kakak ngga bisa pergi kalo ga ada ijin dari Mas.Rama." Jawab Nayya santai.


"Ayo dong Kak. Kakak pasti bisa bujuk Kak.Rama." Bujuk Gaga.


"Kamu pasti sudah tau bagaimana Kakak mu bukan." Ucap Nayya pada Gaga.


"Kak,,, minta dia ke sini kalo gitu." Bujuk Gaga lagi.


"Ga bisa Ga. Ga ada alasan untuk itu." Ucap Nayya lagi.


Obrolan Nayya dan Gaga terdengar oleh Bibik tengah membersihkan lemari.


"Sabar Mas Gaga. Nanti kan Ibu ada acara empat bulanan pasti Mba Camelia datang." Ucap Bibik yang memang sudah dekat dengan mereka.


"Eh, iya juga ya Bik. Kapan Ka?" Tanya Gaga semangat.


"Bulan depan." Jawab Nayya santai.


"Yah, ga bisa di percepat gitu Kak." Keluh Gaga.


"Hus kamu ini. Ngga bisa lah." Omel Nayya.


Gaga pun bersemangat kembali setelah mendengar bahwa Kakak iparnya akan mengadakan acara syukuran dan Camelia akan datang. Gaga pun berpamitan kepada Nayya untuk kembali ke kantor setelah bernegosiasi dengan Kakak iparnya.


Nayya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik iparnya. Gaga memang lebih aktif di bandingkan dengan Rama yang sedikit kalem. Nayya pun merebahkan badannya di sofa bed yang ada di ruang keluarga. Sementara Bibik beres-beres.


Nayya di larang membantu oleh Bibik karena takut Nayya terlalu capek. Kali ini Nayya pun menurutinya dan hanya duduk-duduk atau rebahan saja. Tak terasa matanya pun terpejam.


Siang hari saat jam makan siang Rama pulang ke rumah untuk makan siang di rumah. Berapa tersentuhnya hati Rama melihat sang istri tertidur di sofa bed depan tivi.


"Sudah lama Ibu tertidur Bik?" Tanya Rama pada Bibi.


"Ada setengah jam yang lalu Pak." Jawab Bibik.


"Siapkan makan siang Bik." Titah Rama pada Bibik.


"Baik Pak." Jawab Bibik.


Rama pun duduk di samping Nayya yang sedang meringkuk tidur. Rama tak menyangka istrinya adalah seorang istri yang penurut. Nayya hanya diam di rumah saat Rama melarangnya untuk pergi ke luar rumah.


"Sayang." Panggil Rama lembut mengusap pipi istrinya.

__ADS_1


Nayya yang terganggu karena sesuatu menyentuh pipinya pun terbangun.


"Hm... Mas, sudah pulang." Ucap Nayya.


"Masih ngantuk ya?" Tanya Rama.


"Sedikit. Mas udah laper?" Tanya Nayya.


"Mas sudah meminta maid menyiapkan makan siang. Bangun dulu yuk sayang." Ajak Rama.


"Sedikit lagi Mas." Ucap Nayya melingkarkan tangannya di pinggang Rama.


Rama pun tak menolak dirinya merebahkan punggungnya pada senderan sofa. Rama mengusap lembut punggung Nayya.


"Assalamu'alaikum..." Ucap seseorang dari depan.


"Wa'alaikum salam." Jawab Rama.


Rama pun meminta bibik untuk melihat siapa yang datang. Tak berselang bibik pun datang kembali bersama tamu yang datang.


"Teteh kenapa Kak?" Tanya tamu yang ternyata Camelia.


"Eh, kamu Dek. Ngga apa-apa Teteh lagi tidur." Jawab Rama sambil membalas uluran tangan Camelia.


"Owh! Kirain." Ucap Camelia.


"Sayang bangun. Ada Camel nih." Bisik Rama lembut.


"Hai Teteh ku..." Ucap Camel setelah mata Nayya membuka sempurna.


"Adek, kapan datang?" Tanya Nayya.


"Baru aja Teh. Dapet salam dari Om.Nando sama Tante Tina." Ucap Camel.


"Makasih. Kamu sama siapa?" Tanya Nayya.


"Sendiri Teh. Ini di suruh Mama nganterin ini buat Teteh." Ucap Camel sambil menyodorkan paper bag yang dibawanya.


"Wah,, makasih. Onty Indah the best deh." Ucap Nayya.


"Kamu lama kan di sini Dek?" Tanya Rama.


"Sekalian Camel mau minta tolong boleh ngga Kak?" Pinta Camel.


"Apa?" Tanya Rama.


"Ada pengajuan magang. Kemarin Camel udah nanya-nanya sama Om.Nando tapi target sasaran Camel ga bisa terpenuhi di pabrik. Terus Om.Nando nyaranin Camel tanya sama Kakak." Jawab Camel.

__ADS_1


"Memang apa yang di butuhkan?" Tanya Rama.


Camelia pun menyodorkan map yang dia bawa dalam kantong map yang dia bawa. Nayya hanya menyimak percakapan suami dan adik sepupunya. Rama pun membaca laporan yang di bawa Camel.


"Bisa. Nanti Camel langsung aja ke kantor ya. Bawa surat magangnya." Titah Rama.


"Bener Kak? Besok bisa?" Tanya Camel semangat.


"Bisa. Hari ini juga bisa sebenernya. Hanya saja orang yang bersangkutan ada meeting di luar." Jawab Rama.


"Makasih ya Kak, Teh." Ucap Camelia.


"Loh, kok sama Teteh juga." Ucap Nayya.


"Ya, karena Teteh istrinya. Kalau bukan karena Teteh istri Kak.Rama mana bisa Camel magang di sana." Ucap Camel.


"Bisa saja Dek. Teteh yakin kemampuan kamu." Ucap Nayya bangga.


Saat mereka bertiga asik mengobrol Bibik datang memberitahukan makan siang sudah siap. Nayya pun mengajak suami dan adik sepupunya untuk makan. Mereka bertiga makan dengan lahap.


"Eh, kok Camel ga liat Kanaya?" Tanya Camel setelah menyelesaikan makannya.


"Kanaya di tempat Mama Nadin." Jawab Nayya.


"Loh, di tempat uwa toh. Tadi Camel mau kesana tapi ga jadi langsung ke sini aja siapa tau Kakak makan siang di rumah dan ternyata ada." Ucap Camel sambil tersenyum.


"Ya udah kamu tidur di sini aja sekalian dek." Ajak Nayya.


"Ngga ah Teh. Camel mau ke rumah Uwa aja." Jawab Camel.


Camel pun berpamitan begitu juga dengan Rama yang berpamitan untuk kembali ke kantornya. Sekarang tinggal Nayya sendiri di rumah. Karena tadi sudah tidur jadilah sekarang Nayya hanya menonton drama korea saja di televisi. Di temani Bibik.


Camel datang ke rumah Nadin di sambut hangat oleh Nadin dan yang lainnya. Tampak Kanaya tengah asik bermain bersama dengan Bunda Amel.


"Kamu sama siapa Dek?" Tanya Nadin.


"Sendiri Wa. Tadi ke rumah Teteh ngasih titipan Mama sama sekalian ijin buat magang di kantor ya Kak.Rama." Jelas Camelia.


"Owh! Teteh sama Kakaknya ada?" Tanya Nadin lagi.


"Ada Wa. Tadi Camel juga makan siang disana dulu sebelum kesini." Jawab Camel.


"Ini titipan dari Nini buat Uwa." Ucap Camelia menyodorkan paper bag yang di bawanya.


"Terima kasih sayang. Istirahat saja dulu. Sebentar lagi Netanya pulang." Titah Nadin.


"Iya Wa. Mau main dulu sama Bunda Amel sama Kanaya." Ucap Camelia.

__ADS_1


Camelia dan Nadin pun bergabung bermain bersama Kanaya dan Amel.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2