
Nayya sangat senang bermain bersama Aki di kebun. Mama membuat kue untuk makanan dan untuk di bawa ke tempat Kasih. Indah dan Nadin membantu ibu. Sementara Angga dan Doni mengobrol di luar.
Nando dan Ivan datang ke rumah Nadin dan langsung bergabung dengan Doni dan Angga.
"Wah, panen pa?" Ujar Nando.
"Eh, Nan coba naiklah yang di atas keliatannya ada yang mengkel tuh."
"Nah, kebetulan kan Pak." Canda Ivan.
"Kalian nanti langsung ke rumah Kasih?" Tanya Doni.
"Iya."
"Gandengan ga ikut?"
"Ngga. Nanti aja klo nikahan."
"Kue...kue..."
"Waaah... Mama tau aja ada anaknya datang."
"Deeeuhhh.... Tau makan aja lu."
"Makanya pulang lu biar sering di bikinin kue sama mama."
Nadin pun hanya mencibirkan bibirnya saja.
"Coba deh Ka. Kue buatan mama enak deh."
"Kapan-kapan anaknya dong yang bikin."
"Ini teteh yang bikin A. Teteh mah suka gitu. Suka ga ngaku."
Tak terasa waktu semakin mendekati acara kasih. Semua bersiap pergi ketempat kasih. Nayya menolak ikut. Katanya mau sama Aki sama Nenek aja lebih asik. Semua pun pergi tanpa membawa Nayya.
Sampai di rumah Kasih rombongan Rian baru saja sampai. Semua sahabat berkumpul dari kubu Rian dan Kasih.
Acara berlangsung lancar. Kini tiba acara beramah tamah sambil makan-makan. Nadin pun memberi selamat kepada Kasih dan Rian.
"Naah, tinggal neng Nadin kapan atuh?" Tanya Bibi dari Kasih.
"In sya Allah bulan depan Bi."
"Amin."
"Beneran?" Tanya Rian dan Kasih bersamaan.
__ADS_1
"Duuuh kompak amat sih."
"Yeee... Ditanya ko mengalihkan sih."
"Ya udah iya in aja deh biar sicatet malaikat."
"Nadiiiiin."
Rian dan Kasih pun terys saja menanyakannya pada Nadin. Nadin selalu berkelit membelokan pembicaraan. Angga bertanya melalui kode. Nadin pun menjawab dengan kode.
"Indah, teteh mau nanya jawab jangan bohong ya?" Tanya Kasih.
"Nanya apaan?"
"Teteh mau nikah?"
"Iya atuh klo udah dilamar mah nikah. Ari teteh gimana sih."
"Iiih, bukan teh.Kasih taoi teh.Nadin."
"Owh! Tanya aja atuh nih sama orangnya."
"Bener-bener ya ini adek sama kaka."
Nadin dan Indah pun tertawa bersama. Dan akhirnya Nadin dan Angga pun mengumumkan rencana pernikahannya bulan depan. Semua tersentak tak menyangka. Siapa yang lamaran siapa yang mau nikah.
"Selamat ya sayang." Ucap kasih sambil memeluk Nadin.
"Selamat ya bro." Ucap Rian kepada Angga.
"Makasih ya semuanya. Mohon do'anya. Semoga acara gw, acara Rian berjalan lancar."
"Amin..." Semua kompak mengamini.
"Bentar, berarti tadi pas kita ke rumah lu itu acaranya udah?"
"Udah."
"Gi**, gerak cepat juga ya lu."
"Diiih, kan gw ga tau bakalan di lamar. Eh, tiba-tiba Ayah sama Ibu ngelamar gw buat jadi menantunya. Ya udah gw iyain aja."
"Iyain juga dasar lu nya mau." Canda Kasih.
Keluarga Rian berpamitan pulang. Tidak dengan Rian. Rian sengaja tak ikut pulang bersama keluarganya. Rian akan menginap di rumah Nadin dan pulang kembali ke kota C bersama dengan Kasih.
"Nad, gimana mama sudah sehat benar?" Tanya ibu Kasih.
__ADS_1
"Sudah bu. Kalo belum mana ada Nadin bawa kue hehee..."
"Bisa aja kamu. Terus mana Nayya? Kata Kasih kamu mau bawa Nayya."
"Rencanamya gitu bu. Tapi, Nayya malah ikut Bapa sama mama jalan-jalan."
"Wealah. Seneng banget pasti mamamu Nad."
"Iya Bu. Malah sudah di wanti-wanti biar Nayya mau bobo sama Nenek."
"Syukurlah. Salam buat mama sama Bapak mu ya."
"Iya Bu. Nanti Nadin sampaikan."
Nadin pun kembali bergabung bersama sahabat-sahabatnya.
"Nad kalian bersahabat berapa orang?" Tanya Iwan.
"Lima, kenapa gitu?"
"Tiga cowok dua cewek?"
"Iya. Kenapa sih?"
"Ngga tiga cewek tiga cowok?"
"Kenapa lu mau nyari jodoh juga?" Tanya Aldo.
"Gw bilang bini lu ya."
"Gw cuma nanya be**."
Semua tertawa melihat raut ketakutan Iwan. Iwan memang sangat bucin kepada istrinya.
"Lagian lu nanyanya aneh."
"Ngga. Kitakan berempat cowok semua gitu. Nah, kalian campur ga ada saling tertarik gitu?"
"Kita saling sayang tapi sebagai keluarga tidak boleh lebih."
"Wuih, aturannya."
"Klo ga gitu ga mungin bertahan sampe sekarang bro." Jawab Nando.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏