
"Mama kangen Papa?" Tanya Nayya polos.
Nadin memeluk erat putri pertamanya. Menyalurkan segala kesedihannya. Nayya mengusap punggung Nadin lembut. Nathan memeluk keduanya walaupun tangannya tak bisa menjangkau. Mba.Sus membantu Nathan memeluk Nadin dan Nayya.
Saat mereka berempat tengah berpelukan terdengar suara tangisan baby Neta. Nadin pun segera menghampirinya dan membawa dalam gendongannya.
"Kenapa sayang hm.. Mau di peluk kaka sama Mas juga ya." Ucap Nadin berbicara dengan bayinya. Nadin menyodorkan Baby Neta pada Nayya dan Nathan. Kedua kakanya mencium pipi gembul baby Neta.
Setelah itu Nadin mengASIhi baby Neta. Sementara Nayya dan Nathan tidur siang bersama Mba.Sus. Nadin menatap manik mata Neta yang sama persis seperti mata Angga.
Seminggu berlalu Nadin akan mengadakan acara akikah Neta di rumah kontrakannya. Mba.Sus pun pergi berbelanja sendiri ke mini market terdekat. Mba.Sus mengenakan masker saat pergi-pergi. Namun saat antri di kasir Mba.Sus di senggol ibu-ibu.
"Maaf Mba." Ucap Ibu tersebut.
"Tidak apa-apa Bu." Jawab Mba.Sus menoleh dan betapa terkejutnya Mba.Sus saat menatap orang tersebut. Mba.Sus pun segera menundukan kepalanya. Dadanya bergemuruh berharap orang tersebut tidak mengenalinya.
Mba.Sus segera membayar belanjaannya dan segera pergi meninggalkan mini market. Mba.Sus berjalan terburu-buru meninggalkan mini market. Sesampai di rumah Mba.Sus segera menutup pintu dan mengintip di balik jendela takut-takut orang tersebut mengikutinya.
"Mba." Tegur Nadin seraya menepuk pundak Mba.Sus.
"Astagfirullah." Jawab Mba.Sus seraya memegang dadanya.
"Ibu. Bikin kaget deh." Racau Mba.Sus.
"Mba kenapa? Kaya liat hantu aja."
"Saya ketemu Bu.Santi di mini market." Jawab Mba.Sus terbata-bata.
__ADS_1
"Hah! Santi liat Mba jelas?" Tanya Nadin sedikit panik.
"Semoga ngga Bu. Makanya saya jalan terburu-buru tadi."
"Amin. Minumlah Mba." Jawab Nadin sambil menyodorkan segelas air putih.
"Makasih Bu." Mba.Sus pun meminum airnya hingga tandas.
"Terus gimana ini Mba? Acaranya?" Tanya Nadin.
"Acaranya tetap berlangsung Bu. Tapi, sepertinya kita bagikan saja tidak perlu mengadakan acara di rumah." Usul Mba.Sus.
"Saya ikut aja Mba. Saya ga tau harus bagaimana." Jawab Nadin cemas.
Akhirnya setelah disepakati oleh keduanya daging akikah yang seharusnya mereka bagikan setelah acara pengajian di rumah batal. Nasi kotak daging akikah mereka bagikan sendiri saja.
Sementara di salah satu rumah.
"Apaan Bik ini?" Tanya Santi.
"Itu kiriman akikahan dari tetangga." Jawab Bibik Santi.
Santi pun membuka dan melihat nama yang tertera. Dan betapa Santi terkejut melihat nama yang tertera. Santi memfoto nama tersebut dan mengirimkannya pada suaminya. Aldo pun segera menghubungi Santi.
📱Dari mana dapet itu yang?
📱Di rumah Bik.Yayah Yang. Katanya tetangga Bik.Yayah.
__ADS_1
📱Coba tanya Bibik dimana rumah orang itu.
📱Iya. Sebentar aku tanyain. Mas kesini cepet yah.
📱Iya. Mas segera meluncur.
Santi pun menanyakan perihal orang yang membagikan kotak akikah itu pada Bibik. Bibik merasa heran kenapa keponakannya menanyakan orang tersebut.
"Emangnya kenapa San?"
"Ngga apa-apa Bik. Santi cuma ingin tau aja." Jawab Santi senetral mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan pada Bibiknya.
"Katanya sih ada tetangga baru ngontrak di rumah Bu.Sugeng. Bibik juga belum pernah liat. Karena orangnya di dalam terus." Jelas Bibik.
"Baru punya bayi?" Tanya Santi kembali.
"Iya. Katanya sih pas pindahan baru lahiran gitu."
"Anak pertama?" Tanya Santi lagi.
"Ngga tau San. Kan Bibik belum pernah liat. Kaku liat saja sana." Kesal Bibik.
"Ye,, maaf deh. Jangan ngambek dong." Bujuk Santi pada Bibiknya.
Tak lama Aldo pun datang menjemput Santi. Aldo dan santi melewati rumah yang dimaksud oleh Bibik namun rumah tersebut terlihat sepi. Tak ada mobil terparkir. Pintu gerbang pun di gembok rapat.
"Apa mungkin mereka semua keluar?" Tanya Santi.
__ADS_1
Tbc...