
"Teh, ada tamu."
"Owh! Iya Bi. Makasih ya."
"Sama-sama."
"Nah, sekarang anak mama udah cantik."
"Nayya boleh ikut Aki mah tangkap ikan?"
"Boleh tapi hati-hati ya."
Nayya pun berlari mencari keberadaan Aki. Nadin pergi ke ruang tamu menemui tamu yang dimaksud. Nadin fikir yang datang adalah Ari WO yang sudah ada janji dengannya.
"Topan!"
"Nad,"
"Maaf ada keperluan apa ya?"
"Nad, plis aku pengen ngobrol sama kamu."
"Maaf ya Pan. Gw ada janji dengan orang hari ini."
"Sebentar aja Nad sebentar. Aku mau ngomong sama kamu."
"Gw rasa ga ada yang perlu di omongin lagi antara kita Pan."
Nadin melihat Aldo lewat di depan. "Ka Aldo." Aldo menoleh dan menghampiri Nadin.
"Ada apa?"
"Pan, kenalin ini calon kaka ipar gw."
"Nad, kamu."
"Kenapa?"
"Bukannya kamu nungguin aku Nad. Aku udah berusaha lepas dari istri aku karena aku masih sayang sama kamu."
"Hei, helooo... Siapa bilang gw nungguin lu? Ko PD sih?"
"Terus kenapa kamu ga pernah pacaran selama bertahun-tahun?"
"Yeee,,, itu mah gw sekolah kali bukannya nungguin lu."
__ADS_1
"Ga mungkin Nad. Aku selalu merhatiin kamu dan kamu ga ada deket sama cowok mana pun."
"Siapa bilang gw ga deket sama cowok! Terus lu anggep apa Ivan,Arif sama Nando?"
"Ya bukan termasuk mereka Nad."
"Udah ah, gw ada janji sama orang pagi ini."
Nadin pun berlalu menggandeng tangan Aldo. Di dalam Nadin menemui Bibi dan meminta Bibi bilang sama tamu yang di depan untuk pulang.
"Maaf ya teh. Bibi ga tau siapa tamunya tadi. Bibi di kasih tau Aa katanya ada tamu buat Teteh."
"Aa? Siapa?"
"A.Angga."
Nadin dan Aldo saling berpandangan. Walaupun Aldo tak tau dan tak mengerti apa yang terjadi antara Nadin dan mantannya namun Aldo menebak ada yang tak beres dengan hubungan dimasa lalunya.
Nadin mencari keberadaan Angga. Ternyata Angga sedang mengobrol bersama yang lainnya di samping rumah. Nadin langsung memeluk Angga dari belakang.
"Yaelah ini Caten satu. Dari subuh tadi maunya nempeeeel terus." Goda Rian.
"Kenapa sayang? Eh, ada tamu tadi di depan udah di temui?"
Nadin mengangguk. Aldo menghampiri mereka semua.
"Ngga. Tadi gw lagi di depan terus ada mobil berhenti. Pas gw mau masuk terus dia nanya Nadin ada ya terus gw jawab ada."
"Terus lu suruh masuk?"
"Iya. Terus gw suruh Bibi panggil Nadin. Kenapa sih emangnya?"
"Yang dateng mantannya dia."
"Eh, bener?"
Lagi-lagi Nadin hanya mengangguk di pelukan Angga. Angga memutar Nadin kedepan dan memeluknya. Karena Angga sudah tau cerita mengenai mantan Nadin. Angga mengusap puncak kepala Nadin.
"Maaf ya. Walaupun kaka tau ceritanya tapi kan kaka ga tau orangnya. Sekali lagi maaf ya."
Nadin mengangguk dan semakin mempererat pelukannya.
"Udah kali Nad pelukannya. Modus banget sih lu?" Goda Ivan.
"Iri aja lu. Siapa suruh bini lu kagak lu ajak?! Sana peluk tuh pohon.
__ADS_1
Semua pun tertawa. Angga senang jika Nadin bermanja dengannya. Begitupun Nadin entah kenapa dia begitu manja pada Angga. Padahal dulu saat Nadin berpacaran dengan Topan Nadin tak pernah manja kepada Topan. Justru Nadin begitu mandiri dan sikapnya begitu dewasa. Sekarang Nadin malah manja walau tak kekanakan juga.
Kasih datang dan sedikit berlari. "Yang, kenapa lari sih? Hati -hati dong." Rian.
"Nad, Lu?"
"Gw baik-baik aja Kas."
"Gimana ga baik. Nemplok terus gitu." Goda Iwan.
"Kenapa sayang datang-datang ko kaya orang bingung. Sini peluk cium dulu yayangnya kenapa?' Goda Rian.
Kasih mendekati Rian mencium punggung tangan Rian dan duduk disamping Rian. "Kenapa?"
"Lu ketemu saya dia Nad?"
"Ketemu. Di temenin Ka.Aldo."
"Serius? Kenapa ga Ka.Angga? Terus lu kenalin sebagai pacar lu?"
"Yaelah Kas. Pertanyaannya udah kaya polisi aja. Mana dilu nih yang mesti di jawab?"
"Semuanya."
"Pertama gw ga tau klo yang datang dia gw fikir Ari WO. Kedua kenapa gw ga sama Ka.Angga karena pas gw di depan gw liat Ka.Aldo lewat jadi kena sasaran gw lah. Ketiga gw ngenalin ka Aldo sebagi kaka ipar gw. Udah tuh Bu."
"Terus dianya?"
"Dianya marah-marah sama gw."
"Ko marah sih?"
"Ya mana gw tau."
"Dia fikir Nadin nungguin dia. Tiba-tiba dia malah ngenalin kaka ipar." Jelas Aldo.
"Serius?" Jawab semua bersamaan.
"Kompak banget." Jawab Nadin.
Nadin pun menjelaskan apa yang di katanakan Topan tadi. Semua tak menghiraukan kelakuan Topan. Bagi mereka masa lalu biarlah menjadi bagian hidup ini tapi masa depan harus kita perjuangkan.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏