Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Bekerja Sama Di Rumah Baru


__ADS_3

Nayya, Kanaya dan Nadin sudah berada di rumah baru Nayya menunggu pengantar perabot rumah datang. Para pekerja dari rumah lama pun sudah datang dan merapihkan barang yang mereka bawa. Kanaya senang bermain di dalam rumah yang masih tampak kosong.


Tak lama para kurir pengantar barang pun datang di susul ibu mertuanya datang dengan di antar oleh adik ipar Nayya. Kanaya langsung bermain bersama Gaga adik dari Rama yang baru saja datang dari Singapura.


Gaga bersekolah di Singapura dan baru bisa pulang kemarin. Nayya pun baru bertemu langsung hari ini.


"Hai Kak." Sapa Gaga.


"Hai, loh kapan datang?" Tanya Nayya yang sudah mengenal Gaga melalui sambungan video call saat bersama Rama.


"Kemarin Kak." Jawab Gaga.


"Kenalin nih Mamanya Kakak." Ucap Nayya memperkenalkan Nadin.


"Gaga." Ucap Gaga memperkenalkan diri seraya bersalaman dengan Nadin.


"Nadin. Mama nya Nayya." Ucap Nadin.


"Wah, pantesan Kakak cantik Mamanya juga cantik." Puji Gaga pada Nadin dan Nayya.


"Bisa aja kamu Dek." Ucap Nayya.


Gaga pun asik bermain bersama Kanaya. Ibu Rama bersama Nadin sibuk mempersiapkan makan siang untuk mereka sementara maid di perintahkan untuk membereskan segala perabotan. Nayya mengontrol semua pekerja.


Makan siang pun telah siap Ibu dan Mama menatanya di meja makan yang baru saja datang. Nayya sengaja membeli meja dengan ukuran besar karena mengingat keluarganya yang pasti akan sering datang ke rumah mereka.


"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang dari pintu depan.


"Wa'alaikum salam. Bude,,, ayo masuk." Jawab Nayya mengajak Bude yang baru saja datang masuk.


"Bawa apa Bude?" Tanya Nayya.


"Ini rujak. Biar seger." Jawab Bude menenteng rantang.


"Waah... Nayya mau Bude." Ucap Nayya dengan mata berbinar.


"Oke. Ayo kita buka." Ajak Bude.


"Wah, Mba bawa apa?" Tanya Mama yang melihat Bude berjalan bersama Nayya ke arah dapur.


"Rujak dek. Biar seger maid yang lagi bebenah." Jawab Bude.


"Mba Laras apa kabar?" Sapa Bude pada Ibu.


"Baik Sus. Kamu sendiri bagaimana?" Tanya balik Ibu.


"Alhamdulillah baik Mba." Jawab Bude.


Nayya sibuk membuka rujak yang di bawa Bude dengan tidak sabar Nayya pun segera mencicipi rujak yang di bawa Bude. Nayya menyendok kedalam mangkuk dan memakannya dengan lahap. Ibu, Mama dan Bude yang melihatnya pun saling pandang.


"Hm... Enak Bude seger." Ucap Nayya dengan mulut penuh rujak.

__ADS_1


"Alhamdulillahnya... Ayo Dek, Mba di cicip." Tawar Bude.


"Ih, Mba apa ga pedes banyak cabe begitu?" Tanya Mama.


"Sedikit. Kalau ga gitu ga enak Dek." Jawab Bude.


"Aduh, saya liat Nayya rasanya merinding." Ucap Ibu.


"Kak, ga asem?" Tanya Mama.


"Seger kok Mah." Jawab Nayya.


"Bik, istirahat dulu makan. Terus di lanjut nih makan rujak bawa Bude kata Nayya seger." Titah Mama pada maid.


"Iya Nya." Jawab Bibik.


Para maid pun menghentikan pekerjaan mereka sejenak untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan nyonya nya.


"Terima kasih Nyonya. Kita ga enak nih malah langsung makan. Seharusnya kita yang menyiapkan." Ucap Bibik.


"Tidak apa-apa Bik. Sesekali Bibik tidak perlu sungkan. Ayo dimakan." Titah Mama.


"Maklumlah Mba. Di rumah lama kan mereka ga punya nyonya jadi semua mereka yang mengerjakan." Ucap Ibu.


"Owh! Iya. Tenang Bik. Kita semua bersaudara jadi Bibik jangan sungkan yah." Ucap Mama lagi.


"Iya Nyonya." Jawab mereka semua.


Selesai makan para maid mengambil rujak yang di bawa Bude yang tampak menggiurkan sejak tadi. Gaga pun tampak menginginkannya.


"Hm,,, asam pedes Bude. Tapi, asemnya yang Gaga ga tahan." Ucap Gaga.


"Masa sih Dek. Ngga ah seger." Ucap Nayya.


"Dih, lidah Kakak aja yang aneh." Cibir Gaga.


"Iya Nyonya memang buah nya asam." Ucap maid.


"Terlalu asam ya?" Ucap Bude.


"Ngga kok Bude." Jawab Nayya.


"Jika dimakan siang begini enak nyonya. Tapi, jangan coba-coba di pagi atau malam." Ucap Bibi.


"Nah, betul Mba. Jadi, Mba bawanya tepat waktu." Ucap Nadin.


"Ya syukurlah kalau begitu." Ucap Bude.


"Kalau yang lain ga suka biar buat Nayya aja Bude. Nanti Nay simpan di kulkas." Ucap Nayya.


"Boleh sayang." Jawab Bude.

__ADS_1


Mereka semua pun berkumpul di taman belakang rumah Nayya dengan beralaskan tikar dengan semilir angin sepoi-sepoi membuat mata ingin terpejam di tambah perut yang sudah terisi penuh.


Kanaya sudah beberapa kali menguap. Nayya meminta Kanaya untuk tidur di pangkuannya dan Kana pun menurut. Nayya mengusap lembut punggung Kana dan Kana pun tertidur.


"Wah, asik banget ya tidur di sini." Ucap Mama.


"Mau minta kalian tidur di kamar tapi kamarnya belum di rapihkan. Jadi ga enak deh Nayya." Ucap Nayya.


"Ga apa-apa Kak. Kita bisa istirahat disini sebentar. Ya kan Mba." Ucap Nadin.


"Iya Kak. Disini juga aman kan." Ucap Ibu menambahkan.


"Sudah ah. Bude juga mau kaya Kana bobok disini." Ucap Bude mencari posisi tidur.


"Ibu juga ah." Ucap Ibu.


"Kalau begitu Mama juga ya Kak." Ucap Mama nyengir.


"Astaga kalian. Boleh deh. Nayya juga bobo aja kalau gitu." Ucap Nayya.


"Eh, Dek. Kamu ga tidur kan? Tolong lihat para Bibik ya siapa tau butuh bantuan. Makasih ya sebelumnya. Tapi, kalau kamu mau tidur juga boleh. Cari aja dimana." Ucap Nayya.


"Iya Kak." Jawab Gaga sambil geleng-geleng melihat tingkah keluarga barunya.


Gaga pun mengambil ponselnya dan mengabadikan mereka semua yang tertidur pulas. Gaga mengirimkannya kepada Rama. Rama yang melihat pun langsung menelfon pada Gaga.


📱Kenapa Kak?


📱Kenapa mereka tidur di luar?


📱Kamar belum selesai di bereskan. Jadi, mereka memutuskan tidur di halaman belakang


📱Apa tidak apa-apa?


📱Tadi Adek minta Bibik selimuti mereka Kak.


📱Ya sudah. Kakak titip ya Dek. Setelah meeting Kakak langsung pulang.


Telfon pun terputus. Gaga lanjut memeriksa pekerjaan maid. Dilihatnya beberapa sudah rampung. Mereka semua bekerja sangat ekstra hari ini Gaga salut mereka bekerja sama dengan baik.


"Sudah beres Bik?" Tanya Gaga.


"Sudah Den." Jawab Bibik.


"Istirahatlah." Titah Gaga.


"Terima kasih Den." Jawab Bibik.


Semua pun beristirahat. Penjaga yang tadi bergantian berjaga dan membantu di dalam kembali ke depan. Para maid pergi beristirahat di belakang. Dan satu orang supir ke depan membawakan tiga cangkir kopi untuk dirinya dan dua orang penjaga.


Gaga sangat salut melihat kekompakkan mereka semua. Di tambah Nayya dan keluarganya yang tak semena-mena memperlakukan maid. Mereka bahkan tak sungkan membantu pekerjaan maid.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2