
Setelah Kanaya cukup tenang Gaga mencoba mendekatinya lagi. Namun Kanaya masih kesal dan tidak mau di dekati oleh Gaga. Nayya memberi pengertian dengan lembut pada Kanaya. Akhirnya setelah berbagai bujukan dari Nayya Kanaya pun mau di dekati oleh Gaga.
"Lu nyusahin bini Gw lu." Ucap Rama.
"Dih, Lu kali Kak yang nyusahin. Tuh liat Kakak ipar kesusahan jalan gara-gara Lu." Ucap Gaga menunjuk ke arah Nayya.
"Eh, dasar adik ga ada akhlak Lu." Umpat Rama.
Rama dan Nayya pun kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu karena tadi mereka keluar kamar belum mandi. Sementara Kanaya sudah mau di tinggal dengan Gaga setelah di mandikan dan di bujuk oleh Nayya.
"Kamu apain sih cucu Ibu sampai nangis begitu?" Tanya Ibu setelah Gaga membawa Kanaya turun ke bawah.
"Ga di apa-apain kok. Tadi Gaga cuma cium-cium pipi Kanaya." Jawab Gaga cuek.
"Astaga Ga, keponakan kamu aja ga mau kamu cium apalagi cewek. Pantes kamu jomblo." Ucap Ibu Laras.
"Ibu... Kok ngatain anaknya sih Bu. Gaga itu selektif Bu." Jawab Gaga.
"Ck.. laga-laga Mu Ga. Ga laku ya udah ga laku aja." Ucap Ibu.
"Hish Ibu ini ngatain anak sendiri." Dengus Gaga kesal.
Kanaya duduk di pangkuan Gaga dengan tenang sambil memakan camilan yang di berikan oleh Neneknya. Ibu membantu Bibik menyiapkan sarapan di meja makan. Tak lama Rama dan Nayya pun turun. Rama dengan sangat hati-hati membantu Nayya turun dari tangga.
Rama pun sudah mengusulkan untuk memasang lift di rumahnya namun Nayya menolaknya. Dengan alasan biar sekalian berolah raga naik turun tangga. Biar persalinannya juga nanti lancar. Akhirnya Rama pun menuruti dengan aturan-aturan yang harus di jalani Nayya. Nayya pun menurut demi keselamatan anak dalam kandungannya.
"Pagi, Bu." Sapa Nayya pada ibu mertuanya.
"Pagi sayang. Gimana cucu Nenek dalam perut ga nakal kan?" Tanya Ibu.
"Alhamdulillah ngga Nek." Jawab Nayya.
Nayya pun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk untuk Rama setelah itu untuk Ibu dan anaknya kemudian untuk dirinya sendiri. Gaga yang melihatnya pun mengerutkan dahinya.
"Kakak ipar, kok aku ga di ambilin sih." Protes Gaga.
"Nanti istri kamu yang ambilin yah." Jawab Nayya lembut.
"Dengerin tuh." Ucap Ibu.
"Astaga Kakak ipar udah ketularan Ibu nih." Ucap Gaga.
"Udah cepet sarapan nanti gw tinggal Lu ke kantor." Ucap Rama melerai.
"Ayah, lama Bu perginya?" Tanya Nayya setelah menyelesaikan makannya.
"Seminggu Nak. Ibu mau ikut tadinya tapi Ibu juga khawatir sama kamu. Jadi Ibu ijin ga ikut deh sama Ayah." Ucap Ibu.
"Astaga kenapa begitu Bu? Nayya kan ada Mas.Rama." ucap Nayya.
"Ga apa-apa sayang. Dari pada nanti di sana ibu merepotkan Ayah karena cemas mikirin kamu." Ucap Ibu lagi.
"Maaf ya Bu. Nayya jadi ngerepotin Ibu." Sesal Nayya.
__ADS_1
"Ngga apa-apa sayang. Ibu senang di repotkan sama kamu." Ucap Ibu menenangkan.
"Bu, Rama titip Nayya sama Kana ya. Rama ke kantor dulu. Rama usahain pulabg cepet." Pamit Rama.
"Iya pergi aja. Ibu ada di sini kok. Menginap sampaj Ayah pulang." Jawab Ibu.
"Mas pergi dulu sayang. Hati-hati di rumah ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi Mas oke." Pesan Rama.
"Iya Mas. Hati-hati ya." Ucap Nayya mencium punggung tangan Rama.
"Udah dong pamitnya ga inget apa ni ada jomblo di sini." Ucap Gaga.
"Nikah cepet." Ledek Rama sambil berlalu menuju ke mobilnya.
"Kakak!" Teriak Gaga.
Sementara di rumah Nadin sudah mulai di sibukkan dengan persiapan pernikahan Refa dan Agiel. Semua keluarga akan menginap di hotel milik Angga dan Arif. sedangkan keluarga inti dari Ivan akan menginap di rumah Nadin seperti keinginan Nadin.
Nadin terus merapihkan rumahnya agar semua tamu tampak nyaman berada di rumah ya. Ibu dan Ayah kini sudah berada di kediaman Amel bersama Bude Susi. Bude susi dan Pakde Joko menginap di rumah Amel karena permintaan Amel. Mereka berdua pun menyetujuinya.
"Mas, nanti jemput adek di sekolah Yoga ada rapat di kantornya." Titah Mama Nadin.
"Iya Mah. Yoga sudah mengabari Mas Nathan tadi." Ucap Nathan.
"Syukurlah." Ucap Mama Nadin.
"Mas Nathan." Panggil seseorang dari pintu depan.
"Assalamu'alaikum semuanya." Sapa Camelia.
"Wa'alaikum salam.. Camel. Sama siapa?" Tanya Mama Nadin.
"Sama Nini Wa." Ucap Camel yang memanggil Mama Nadin dengan sebutan uwa.
"Terus Nini mana?" Tanya Mama Nadin.
"Tuh." Tunjuk Camel pada Nini yang baru saja masuk setelah melihat tanaman Mama Nadin di depan.
"Mama." Ucap Mama Nadin kemudian mendekati dan mencium punggung tangan Nini.
Diikuti Nathan kemudian. Nini dan Caramel pun diduk di ruang keluarga bersama Mama Nadin dan Nathan. Mereka bercengkrama bersama.
"Dimana Ibu dan Ayah?" Tanya Nini.
"Sudah di rumah utama Mah." Jawab Mama Nadin.
"Cicit Nini mana?" Tanya Nini lagi.
"Di rumahnya dong. Minggu ini sedang ada Ibu mertuanya karena Ayah mertuanya ada keluar kota." Jawab Mama Nadin.
"Sore nanti kita ke sana ya Camel." Pinta Nini.
"Siap Ni." Ucap Camelia.
__ADS_1
"Bunda dan Ayah sehat Ca?" Tanya Mama Nadin.
"Sehat Wa Alhamdulillah." Jawab Camel.
"Minggu depan bisa datang katanya?" Tanya Mama Nadin.
"Bisa pas resepsi sepertinya Wa." Ucap Caramel.
Nathan berpamitan untuk menjemput Netanya sementara Nini dan Camelia beristirahat sejenak di kamar. Mama Nadin menyiapkan makanan yang akan di bawa rumah Nayya sore nanti di bantu oleh maid.
Setelah makan siang siap. Mama Nadin pun memanggil semua anggota keluarga untuk makan siang. Tak lama Papa Angga pun datang untuk makan siang di rumah. Di susul Nathan dan Netanya.
"Assalamu'alaikum... Nini..." Teriak Netanya menghampiri Nini, memeluk dan mencium punggung tangan Nini.
"Aduh,,, cucu Nini tambah cantik aja." Puji Nini.
"Teh Camel. Apa kabar?" Sapa Netanya pada Camel.
"Kabar baik cantik." Jawab Camelia.
Netanya pamit berganti pakaian terlebih dahulu sebelum makan siang. Setelah berganti pakaian Netanya pun segera bergabung untuk makan siang.
"Pah, Sore ini kita ke rumah Kakak ya. Nini merindukan cicitnya katanya." Ucap Mama Nadin meminta ijin.
"Boleh. Nanti pulang dari hotel Papa menyusul. Papa juga kangen Kana sudah berapa hari ga ketemu cucu Papa." Ucap Papa Angga.
"Caelah lagian Papa rumah Kakak deket aja jarang mampir." Ledek Netanya.
"Di hotel lagi sibuk Dek. Mana mungkin Papa tinggalin. Mas mu itu bukannya cepet lulus biar Papa pensiun ngurus cucu." Ucap Papa Angga.
"Iya Pah. Tunggu sebentar lagi ya Pah." Ucap Nathan.
"Camel sudah wisuda?" Tanya Papa Angga.
"Belum Wa. Camel belum ambil skripsi masih ada kuliah." Jawab Camel tersenyum.
"Kenapa ga ambil kesehatan Ca?" Tanya Papa Angga.
"Ngga Wa. Nanti ga ada di rumah terus kaya Bunda sama Ayah." Jawab Camelia.
"Mama orang kesehatan juga Teh. Tapi selalu ada buat kita." Ucap Netanya.
"Beda dong Dek." Ucap Nathan.
"Apa bedanya?" Tanya Neta.
"Bedalah." Jawab Nathan asal.
"Mama kalian ini cuma bisanya sekolah. Kerja ga mau. Maunya bikin anak. Jadilah Mama kalian itu banyak anaknya. Sedangkan Bibi ga mau sekolah maunya kerja makanya anaknya cuma satu Camel aja." Jelas Nini.
"Nini.."
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Yang mau kasih hadiah juga boleh banget kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1