Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Liburan ke Pulau


__ADS_3

Hari ini semua berkumpul di kediaman Bagaskara. Semua akan pergi berlibur ke sebuah pulau di negeri ini. Semua sepakat untuk meninggalkan anak-anak mereka dan menitipkannya pada orang tua mereka karena semua atas keinginan para orang tua.


Nayya dan Nathan memilih tinggal bersama Nenek dan Aki. Akhirnya Refa pun ikut serta bersama Nayya dan Nathan. Karena disana akan ada Cika anak dari Indah. Sementara Amel dengan perut yang semakin membuncitnya memaksa ikut serta berlibur dengan yang lainnya.


Akhirnya Angga memutuskan untuk pergi menggunakan pesawat pribadi milik keluarganya. Akhirnya Enam pasangan ini pergi bersama.


"Sayang,, kamu lelah?" Tanya Arif pada Amel karena melihat Amel hanya diam saja.


"Sedikit mengantuk yang."


"Kalau begitu tidurlah. Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai." Amel pun tertidur dengan terus memeluk lengan Arif.


"Nad, Lu cancel acara seminar ya ampe bisa pergi berlibur?"


"Ngga tuh?"


"Terus?" Tanya Aldo kepo.


"Lebih tepatnya Gw tolak."


"Kenapa? Tumben banget Lu biasanya Lu ayo aja."

__ADS_1


"Rencana liburan ini udah Gw omongin sama Laki Gw dan Gw sepakat pergi hari ini karena jadwal Gw, Kasih sama Bini Lu udah Gw atur eh, tiba-tiba tu dosen baru seenaknya kasih Gw jadwal seminar."


"Owh! Gitu. Ko Gw belum terima laporan revisinya ya?"


"Dih, Lu mah. Mana Gw tau. Tu seminar juga Gw ga tau jadi apa ngganya."


"Terus gimana kalo acaranya tetap berjalan dan dia bilang Lu mangkir Nad?" Ucap Santi panik.


"Udah Gw persiapin ko San tenang aja. Terserah dia mau ngelakuin apa buat jatuhin Gw."


"Kayanya Gw mencium adanya bau-bau kecemburuan deh Nad atas liburan Lu?" Sambung Kasih.


Semua pun riuh meledek Angga dan Nadin. Nadin terus menggelayut di Tangan Angga sepanjang perjalanan menuju Pulau.


Tiba di Villa tempat mereka menginap mereka semua disambut oleh para maid yang menjaga Villa keluarga Bagaskara. Angga tak akan membiarkan Nadin lelah menyiapkan segalanya. Oleh karena itu Angga meminta maid bersiap untuk melayani mereka semua.


"Nad, kebayang ga sih Lu bakal punya suami kaya Angga?" Tanya Tini.


"Sekedar menghayal aja Gw ga berani Tin."


"Lu emang pantes dapetin orang kaya Angga Nad." Sambung Dina.

__ADS_1


"Aaahhh... Jangan gitu dong Mih."


"Beneran deh Nad. Segala perjuangan Lu tuh ga sia-sia. Gw bangga banget sama Lu. Ya,, walaupun Gw pernah cemburu sama kedekatan Lu sama Laki Gw." Jujur Tina.


"Udah deh Tin. Ga usah di ungkit. Gw maklum ko kalo kalian cemburu sama Gw atau kasih. Karena walau bagaimana pun Gw sama kasih beda kelamin sama Laki Lu pada." Jawab Nadin di akhiri dengan tawanya.


"Apaan ini bawa-bawa nama Gw?" Saut Kasih.


"Nih, Dina sama Tina cemburu sama Lu."


"Eeh,,, apaan?"


"Iya Apaan?" Jawab Dina, Tina dan Nadin bersamaan.


"Bu, makan siangnya sudah siap." Ujar salah satu Maid pada Nadin.


"Baiklah. Terima Kasih Mba." Jawab Nadin lembut.


"Ayo Kita panggil pangeran-pangeran kita buat makan siang."


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2