
Sudah satu bulan Nayya dan Rama menikah dan tinggal bersama orang tua Nayya walaupun sesekali mereka menginap di rumah orang tua Rama. Hari ini rumah yang di beli Rama sudah rampung di renovasi tinggal merapihkan dan membereskan beberapa saja.
"Kalian jadi ke rumah kalian hari ini?" Tanya Angga pada Rama.
"Jadi Pah. Mumpung hari libur." Jawab Rama.
"Kanaya jangan di bawa ya. Mama mau ajak dia ke rumah Bunda Kasih." Ingat Nadin pada Rama.
"Iya Mah. Semalam Nayya bilang sama Rama. Tapi, mama ga repot bawa Kana pergi?" Tanya Rama.
"Ngga lah. Kan perginya juga sama Papa jadi Mama bisa fokus jaga Kana." Tambah Mama lagi.
"Ya sudah baiklah." Jawab Rama.
Tak lama menunggu Nayya pun datang menghampiri semuanya.
"Sudah siap sayang?" Tanya Rama.
"Sudah." Jawab Nayya singkat.
"Pah, Mah. Kita berangkat sekarang ya mumpung masih pagi." Pamit Rama pada kedua mertuanya.
"Iya. Kalian hati-hati." Ucap Angga.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya Nayya dan Rama pun berpamitan kepada putri cantiknya. Kana pun mengijinkan kedua orang tuanya pergi karena akan berjalan-jalan bersama dengan Opa dan Oma.
"Onty Net ga ikut Opa sama Oma nanti?" Tanya Nayya.
"Ngga. Onty mau istirahat aja di rumah." Jawab Neta yang sedikit kurang sehat.
"Uncle Nat belum pulang ya?" Tanya Nayya lagi.
"Belum. Katanya proyeknya belum selesai. Tanggung mau di tinggal pulang. Jadi, pulangnya nanti aja. sekalian." Jawab Netanya.
"Ya sudah kalau begitu. Onty istirahat aja. Momi pamit ya sayang." pamit Nayya pada Adik dan putirnya.
Nayya pun pergi melihat rumah barunya bersama Rama. Tiba di rumah baru mereka tampak beberapa pekerja tengah membersihkan halaman rumah. Bagian dalam sudah tampak bersih. Hanya tinggal mengisi furniturnya saja.
"Gimana sayang masih ada yang kurang ngga?" Tanya Rama pada Nayya.
"Nay fikir cukup deh Mas. Kamar Kana disini kan?" Tunjuk Nayya pada kamar yang masih tampak kosong di samping kamar utama.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Rama.
"Kita buat rumah bertingkat seperti ini ngga apa-apa kan Yang? Soalnya tanahnya ga cukup jika kita buat seperti rumah Papa." Ucap Rama.
"Ngga apa-apa Mas. Lagian kenapa mas bikin lift segala?" Tanya Nayya.
"Agar memudahkan kamu untuk naik turun sayang." Jawab Rama lembut.
"Mas, Nay kan bisa naik turun tangga. Kaki Nay ga apa-apa." Jawab Nayya polos.
"Iya sekarang sih kamu bisa naik turun tangga leluasa. Tapi, nanti kalau perut kamu besar kan susah." Goda Rama.
"Mas,,, ih. Amin ya mas semoga cepet ya Mas." Ucap Nayya.
Setelah puas melihat-lihat semua ruangan yang ada Nayya dan Rama pun memutuskan untuk membeli furnitur dan beberapa perlengkapan rumah lainnya. Sampai di pertokoan khusus menjual furnitur Nayya dan Rama memilih beberapa perabotan seperti lemari, sofa, kursi makan tempat tidur dan segala kebutuhan lainnya yang terdapat di toko tersebut.
Setelah beres dan membayar Nayya dan Rama pun berpindah ke toko lainnya. Hingga tak terasa waktu pun semakin siang. Mereka berdua pun memutuskan untuk singgah di restoran untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.
"Mau makan apa sayang?" Tanya Rama.
"Hmm... Nay mau ramen pedas saja Mas." Jawab Nayya.
"Nay lagi pengen itu. Minumnya es jeruk." Rajuk Nayya.
"Sayang... Yang lain ya." Bujuk Rama.
"Nay ga mau. Mau nya itu Mas." Ucap Nayya mulai berkaca-kaca.
Rama pun tak tega melihatnya. Dan akhirnya Rama pun mengalah memesan makanan yang di inginkan istri tercintanya.
Makanan pun datang Nayya tampak lahap memakan makanannya. Nayya tak terlihat kepedesan padahal menurut Rama ramen yang di pesan Nayya sangat pedas. Bahkan Es jeruk yang asam pun Nayya minum tanpa ekspresi pedas sedikit pun.
Setelah menyelesaikan makan mereka berdua pun melanjutkan berburu perlengkapan rumah yang lainnya. Setelah lelah seharian akhirnya Rama dan Nayya pun memutuskan untuk pulang. Hari ini mereka cukupkan. Untuk kekurangannya mereka sambung nanti sedikit demi sedikit.
Rama pun menghubungi maid yang berada di rumah lamanya untuk bersiap pindah ke rumah baru mereka dan segera mengosongkan rumah lamanya. Rama memerintahkan agar besok pagi mereka semua sudah berada di rumah baru Rama dan Nayya karena akan datang perabotan rumah.
Rama sengaja tidak membawa perabotan rumah lamanya. Rumah lamanya akan Rama jual beserta perabotannya. Hanya beberapa perlengkapan rumah yang akan di bawanya. Dua orang maid. Satu supir dan dua orang penjaga rumah akan di boyong pindah.
"Besok minta di temenin Mama ya sayang untuk melihat segala perlengkapan yang datang." Titah Rama sambil terus fokus menyetir.
"Iya Mas. Tadi Nay juga udah bilang sama Mama biar Mama besok antar Nay." Ucap Nayya.
__ADS_1
"Apa Mas minta Ibu juga datang Yang supaya bisa bantu-bantu kalian?" Tanya Rama.
"Ga usah Mas nanti malah merepotkan. Biar saja Nay sama Mama toh nanti ada maid kan?" Ucap Nayya.
"Ngga apa-apa sayang. Ibu pasti senang juga." Ucap Rama.
"Hmm... Boleh jika tidak merepotkan Ibu." Jawab Nayya.
Sampai di rumah orang tua Nayya. Nayya melihat Kanaya tengah bermain bersama Yoga dan Neta. Kanaya tampak senang bermain bersama Onty dan calon Uncle nya. Tawanya terus mengembang di bibirmya.
"Mas belum pernah melihat Kana tertawa selepas itu selama dia bersama Mas." Ucap Rama sendu.
"Mas." Ucap Nayya memegang lembut tangan Rama.
"Terima kasih sayang." Ucap Rama.
"Untuk?" Tanya Nayya.
"Untuk semua kebahagiaan yang kamu berikan kepada kami." Ucap Rama sendu.
Nayya pun merentangakan tangannya untuk memeluk Rama dan Rama pun menyambutnya. Rama sedikit mengusap sudut matanya yang telah meneteskan air mata bahagianya.
Rama mencium puncak kepala Nayya sangat dalam mencurahkan segala rasa yang ada. Nayya pun semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang Rama.
"Kita ga turun Mas?" Tanya Nayya dalam pelukan Rama.
"Turun dong sayang. Nanti kita lanjutkan di kamar." Goda Rama melepaskan pelukannya.
"Mas,,,, ih." Jawab Nayya.
Keesokan paginya Nayya dan Rama sudah bersiap bergabung bersama yang lainnya di ruang makan. Nayya berencana akan ke rumah baru mereka di antarkan oleh Nadin dan Kanaya.
"Ma, maaf ya jadi merepotkan." Ucap Rama saat mereka semua telah menyelesaikan makannya.
"Ngga apa-apa Nak. Toh Mama juga ga ada kerjaan." Jawab Nadin.
"Nanti Kakak jangan nakal ya di sana. Harus dengar apa yang di bilang Momi, Oma sama Nenek." Pesan Rama pada Kanaya.
"Oke Papi." Jawab Kanaya sambil menunjukan ibu jarinya.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1