Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Bertemu


__ADS_3

Menjelang sore hari Kasih dan Rian berpamitan pulang begitu juga dengan Firman. Kini menyisakan Nadin dan Angga. Keduanya berbincang ringan di lobi hotel.


"Gimana sayang mau jalan-jalan sore dulu?" Tanya Angga.


"Sayang ga cape?" Tanya Nadin.


"Kalo ada Kamu cape nya ilang Yang." Goda Angga.


"Iih,, gombal banget sih Yang." Ucap Nadin tersipu.


Keduanya menikmati suasana sore hari di kota C yang sangat jarang sekali mereka nikmati berdua. Karena semenjak menikah Nayya yang telah hadir di antara keduanya hasil pernikahan Angga sebelumnya membuat mereka berdua hampir tidak pernah merasakan jalan berdua. Selalu ada Nayya di antara mereka.


Namun, tak pernah sekali pun Nadin mengeluh dan menuntut kepada Angga karena Mereka berdua tak pernah jalan berdua. Nadin begitu menikmati menjadi ibu sambung bagi Nayya. Karena Nadin telah mengenal Nayya sejak Nayya masih merah.


Nadin dan Angga menikmati makan malam berdua di warung tenda. Angga dengan masih menggunakan kemeja kerjanya menggulung lengannya hingga ke siku. Mereka berdua pun tak malu untuk menunjukan kemesraan mereka.


Saat keduanya berjalan pulang menuju hotel. Tiba-tiba ada mobil berhenti dekat keduanya.


"Ka.Angga, Teh.Nadin." Sapa orang tersebut.


"Amel." Jawab keduanya.


Amel dan Arif yang akan pergi makan malam melihat Angga dan Nadin yang tengah berjalan di pinggir jalan. Amel pun memaksa untuk menepi walaupun Arif berusaha meyakinkan bahwa itu bukanlah Angga dan Nadin.


Amel keluar dari mobil nya dan langsung menghambur memeluk Nadin. Nadin tertegun dan tak tau apa yang harus dia katakan kepada adik iparnya itu. Nadin menatap Arif yang berada di hadapannya. Berusaha memberi kode mata kepada Arif apa yang harus dia katakan.

__ADS_1


Namun Arif hanya diam tanpa menjawab kebingungan Nadin. Angga dan Arif pun hanya diam menatap dua wanita dihadapannya. Amel dengan tangisnya sementara Nadin yang hanya diam mematung.


"Maafin Amel Teh. Maafin." Racau Amel di sela isak tangisnya.


Setelah cukup lama tertegun Nadin pun membalas pelukan Amel. Nadin mengusap punggung Amel perlahan memberikan ketenangan kepada Amel. Nadin melonggarkan pelukannya dan menyusap air mata yang membasahi pipi Amel.


"Tidak perlu meminta maaf sayang. Amel ga punya salah apapun pada Teteh. Apa yang harus di maafkan." Jawab Nadin lembut.


Amel semakin terisak mendengar penuturan Nadin yang tak sedikit pun menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada keluarganya. Amel kembali menghambur kedalam pelukan Nadin. Dan kali ini Nadin menyambut pelukan Amel.


Angga menepuk bahu Nadin memberikan kekuatan padanya. Begitu pun Arif memegang bahu Amel. Membawa Amel kedalan dekapannya. Amel menelungkupkan wajahnya di dada bidang Arif dan tangisnya masih berlanjut.


"Ka, Nad." Ucap Arif.


"Kita mau makan Ka." Jawab Arif.


"Pergilah." Jawab Angga.


"Tapi, Amel mau bersama kalian Ka Teh." Ucap Amel.


"Kalian pergilah. Nikmati makan malam berdua kalian. Kami pun melakukan hal yang sama tadi." Jawab Nadin.


"Maksud Teteh?" Tanya Amel.


"Ya. Kami lagi pacaran nih. Tapi kalian gangguin kita." Canda Nadin.

__ADS_1


"Teteh.." Ucap Amel manja.


"Nikmatilah kebersamaan kalian sayang." Ucao Nadin.


"Pergilah Rif. Bawa istrimu ketempat yang kalian inginkan." Titah Angga. Dan Arif hanya mengangguk.


Arif dan Amel pun kembali memasuki mobil mereka dan melanjutkan perjalanan mereka untuk makan malam bersama je tempat yang sudah mereka rencanakan. Sementara Nadin dan Angga kembali ke hotel.


Sesampainya di hotel Angga langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Nadin menyiapkan pakaian santai untuk di kenakan Angga. Seteh siap Nadin pun merebahkan badannya di tempat tidur menunggu Angga.


Ceklek terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Nadin mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Di lihatnya suami tercintanya hanya mengenakan handuk putih yang terlilit di pinggangnya.


"Itu bajunya Yang sudah Nad siapkan." Tunjuk Nadin ke arah pakaian Angga yang sudah siap.


"Terima kasih sayang." Ucap Angga.


Sementara Angga mengenakan pakaiannya Nadin masuk kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Setelah itu keduanya berbaring di tempat tidur.


"Apakah Amel tidak akan meminta kepada Arif untuk bertemu dengan kita lagi?" Tanya Nadin dalam pelukan Angga.


"Biarkan saja sayang. Kita hadapi saja apapun yang terjadi." Jawab Angga.


"Baiklah. Kita istirahat ya sayang. Kamu pasti lelah seharian ini." Ajak Angga lalu mengecup puncak kepala Nadin. Nadin pun mengeratkan pelukannya kepada Angga.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2