Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Anak Siapa?


__ADS_3

Detik, menit dan jam pun berlalu. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan dan Bulan berganti tahun. Terasa begitu cepat berlalu. Anak-anak semakin cepat beranjak. Kesehatan Ibu yang berangsur-angsur pulih.


Keluarga Amel dan Arif pun sudah kembali rukun. Dan Nayya yang kini tengah mempersiapkan skripsinya di fakultas kedokteran yang berada di universitas yang berada di kota C. Sementara Nathan baru saja memasuki bangku kuliah di tempat yang sama dengan Nayya hanya berbeda Fakultas. Nathan memilih Fakultas ekonomi.


Neta sekarang sudah duduk di bangku sekolah menengah atas. Jarak mereka memang hanya berjarak beberapa tahun saja. Nayya dan Nathan yang berjarak empat tahun sementara Nathan dan Neta hanya berjarak dua tahun.


Pagi hari seperti biasa mereka akan sarapan bersama. Nadin menyiapkan sarapan seperti biasa di bantu oleh Bibik.


"Selamat pagi sayang." Sapa Nadin ketika melihat Nayya berjalan menuju meja makan.


"Pagi Mah." Jawab Nayya.


"Yang lain belum turun Mah?" Tanya Nayya.


"Belum sayang. Tuh, Oma sama Opa." Tunjuk Nadin pada Ibu dan Ayah yang baru saja keluar dari kamar mereka.


"Pagi Oma, Opa." Sapa Nayya.


"Pagi sayang." Jawab Oma dan Opa sambil duduk di tempatnya.


Tak lama turunlah Nathan dan Neta di susul Angga dari belakang. Setelah semua lengkap Nadin pun mengambilkan makanan untuk Ayah, Ibu. dan Angga. Kemudian mengambil untuk dirinya sendiri.


"Ma, Neta pulang sekolah ada ekskul ya." Pamit Neta setelah menyelesaikan makannya.

__ADS_1


"Baiklah. Nanti bilang Pak.Ujang juga ya sayang." Titah Nadin.


"Oke." Jawab Neta.


"Semuanya, Nayya duluan ya. Do'akan Nayya ya lancar ujiannya." Pamit Nayya.


"Iya sayang. Hati-hati dan jangan lupa berdo'a ya." Ucap Nadin.


Nayya pun menyalami semua yang ada di meja makan dan pergi lebih dulu. Kemudian Neta dan Nathan pergi. Kali ini Nathan pergi bersama dengan Neta di antar oleh Pak.Ujang. Karena mobil Nathan harus masuk bengkel.


Nadin mengantarkan Angga seperti biasa sampai depan rumah. Setelah semua berangkat Nadin ikut bergabung bersama Ayah dan Ibu di halaman belakang. Mereka bertiga bercocok tanam. Mereka menanam segala jenis sayuran untuk mengisi kekosongan mereka.


Nadin melihat Ibu tampak kelelahan. Dan Nadin pun meminta Ibu untuk beristirahat saja bersama Ayah. Karena Nadin faham di usia mereka harus banyak istirahat.


"Kakak," Panggil Nadin.


Nayya menoleh kearah Nadin dan menyunggingkan senyumannya.


"Anak siapa? Cantik sekali." Sapa Nadin pada anak kecil tersebut.


"Kakak ga tau Mah. Tadi pas Kakak mau ke parkiran mobil di rumah sakit Kakak liat dia lagi nangis di taman rumah sakit. Terua pas Kakak deketin dia minta gendong sama Kakak." Jelas Nayya.


Nadin terpaku dan seolah flashback ketika dirinya bertemu dengan Nayya beberapa tahun silam. Nayya bingung karena Mamanya hanya diam setelah mendengar penjelasan darinya.

__ADS_1


"Ma, Mama." Panggil Nayya.


"Eh, iya. Gimana Kak?"


"Ko Mama malah bengong sih." Tanya Nayya.


"Eh, masa sih." Elak Nadin.


"Terus kenapa anak ini Kakak bawa pulang? Nanti bagaimana kalau orang tuanya mencari?" Tanya Nadin panik.


"Kakak sudah melapor Mah pada keamanan setempat Kakak juga sudah melapor pada kepolisian terdekat jika ada yang mencari anak seperti ciri-ciri anak ini Kakak minta mereka menghubungi Kakak. Kakak juga sudah menyimpan nomer Kakak disana." Jelas Nayya.


"Syukurlah. Mandi sana biar anak ini Mama yang jaga." Titah Nadin.


"Sini sayang ikut Oma ya." Ajak Nadin.


"Ko Oma sih Mah?" Tanya Nayya.


"Dia kan anak kamu Kak. Jadi, panggil Mama Oma dong." Ucap Nadin seraya membawa anak kecil itu dalam gendongannya. Dan anehnya anak kecil itu menurut saja mau di bawa oleh Nadin tidak seperti saat di rumah sakit atau pun di kantor polisi tak ada satupun yang bisa membawa anak itu dalam gendongannya. Hanya Nayya yang bisa menggendongnya.


Tak mau pusing Nayya pun segera pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya yang sudah seharian tadi di luar. Sementara Nadin membawa anak kecil itu ke ruang penyimpanan. Nadin ingin mencari pakaian bekas Neta kecil karena Nadin merasa masih menyimpannya beberapa.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2