Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rumah Baru


__ADS_3

Hari ini adalah hari kepindahan keluarga kecil Angga dan Nadin. Nadin sudah berpamitan kepada Mama dan Bapaknya. Namun Nadin meminta agar Mama dna Bapaknya tidak perlu datang ke kota C karena itu akan menimbulkan kecurigaan pada Amel.


Amel memang tak mengetahui kepindahan keluarganya. Tapi Arif tau. Arif sengaja tak memberitahukan Amel karena memang itu di rahasiakan darinya.


Nadin dan rombongan berangkat menuju kota Yk menggunakan dua mobil saja. Mobil pertama di tumpangi Ayah, Ibu, Mba.Sus dan Bik.Lulu. Dan Pak.Ujang selaku supir Ayah.


Sementara di mobil Angga. Angga, Nadin ketiga anak mereka, Bik.Ani, Bik.Mimin dan Bik.Nina. Angga bertindak sebagai supir sendiri karena Pak.Ujang menyetir untuk Ayah.


Rombongan tiba di kota Yk setelah hari mulai sore. Ayah pergi ke rumah yang akan mereka tempati nantinya. Begitu juga dengan Angga dan keluarganya. Angga tinggal dekat dengan proyek hotel milik Rian. Angga pun menyekolahkan Nayya dan Nathan di sekolah dekat dengan rumahnya agar memudahkan Nadin mengantarkan anak-anaknya.


Maid memang terbagi karena situasi. Mereka melakukan tugasnya dengan senang hati. Mba.Sus yang bertugas merawat Ibu. Mba.Sus pun dengan senang hati melakukannya. Ibu pun mau di rawat oleh Mba.Sus karena Mba.Sus sudah seperti anak baginya.


Sampai di kediaman Ayah yang cukup sederhana dan terlihat asri. Ayah membantu Ibu turun dari mobil dan mendudukan Ibu di kursi roda yang telah Mba.Sus siapkan. Sementara Bik.Lulu dan Pak.Ujang mengeluarkan barang bawaan mereka semua.

__ADS_1


Ayah mendorong kursi roda Ibu. Mba.Sus membukakan pintu rumah untuk mereka semua.


"Sementara kita tinggal di rumah ini ya Bu. Semoga Ibu bisa cepat pulih. Kata dokter Ibu harus tinggal di lingkungan seperti ini agar Ibu bisa segera pulih." Jelas Ayah. Yang memang tidak memberitahukan pada Ibu alasan kepindahan mereka.


Ayah pun tak memberitahu Ibu jika Nadin dan Angga pun berada di kota yang sama dengan mereka. Ayah menutupi semuanya dari Ibu. Karena tidak ingin membebani fikiran Ibu dengan sikap Amel.


Sementara Angga dan yang lain pun telah sampai di kediaman mereka yang juga sederhana dan Asri. Hanya saja rumah Angga sedikit lebih luas dari yang Ayah dan Ibu tempati. Karena Angga ingin membuat ketiga anak dan istrinya nyaman.


"Pah, kita pindah ke rumah ini?" Tanya Nathan yang sepertinya senang dengan rumah barunya.


"Iya sayang." Jawab Angga.


"Terus sekolah Kaka sama Mas gimana Pah?" Tanya Nayya.

__ADS_1


"Sekolah kalian akan pindah tak jauh dari sini. Jadi kalian bisa berjalan kaki ke sekolah." Jelas Angga pada kedua anaknya.


"Yee.." Sorak Nayya dan Nathan bersamaan.


Dan teriakan Nayya dan Nathan membuat Neta terbangun. Neta menyesuaikan pandangannya. Suasana yang baru baginya.


"Hei, anak mamah udah bangun." Ucap Nadin memandang Neta dalam gendongannya.


Angga membukakan pintu untuk semuanya. Ketiga Bibik memasukan semua bawaan mereka. Sementara Nadin dan Angga masih di luar bersama ketiga anaknya. Neta masih bingung dimana mereka berada.


Nadin yang gemas melihat Neta hanya menciumi pipi gembul Neta. Neta pun meronta karena serangan Mamanya yang terus saja menciumi wajahnya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2