
Pagi-pagi sekali Nadin sudah bersiap-siap untuk pulang kembali ke kota C. Saat Nadin keluar dari kamar Semua tengah berkumpul di meja makan. Suasana pagi yang hangat karena semua menginap di rumah mama.
"Teh, ini sarapannya."
"Makasih adek ku."
"Teteh, mau pulang?"
"Iya mah. Teteh ada ngajar dulu. Tapi, minggu ini teteh pulang lagi ko mah. Kan anak mama yang satu ini (menunjuk ke arah Kasih) mau lamaran."
Semua kaget karena Kasih memang belum memberitahu sahabat-sahabatnya. Lagi-lagi dua perempuan ini memberi kejutan. Setelah Kasih memberi penjelasan akhirnya semua mengerti.
Setelah sarapan selesai Nadin dan yang lainnya pamit pulang.
"Dek, maaf ya. Titip mama-papa."
"Ga ada titip-titipan ah. Biasa aja. Teteh hati-hati jaga kesehatan."
"Iya, sama-sama." Keduanya pun saling berpelukan.
"Mah, nanti klo Amel ke kota J Amel boleh mampir ya kesini?"
"Boleh sekali sayang. Mama pasti senang sekali."
"Nanti Amel bilang sama Ibu sama Ayah biar cepet kesini."
"Nah, itu Bapa tunggu ya."
Gelak tawa pun mewarnai pagi yang penuh kehangatan. Tiga mobil keluar dari halaman rumah mama. Nadina, Amel dan Kasih melambaikan tangan mereka sementara Arif,Angga dan Rian berasa di balik kemudi.
Angga langsung mengantarkan Nadin ke kampus setelah itu barulah dirinya pulang menggunakan mobil Nadin karena mobilnya dibawa oleh Arif dan Amel. Begitu pula dengan Kasih langsung di antar ke kampus oleh Rian.
__ADS_1
Tiba di kediaman Bagaskara Angga di sambut hangat oleh sang buah hati karena Nayya berfikir mamanya lah yang datang. Saat Papanya keluar dari mobil terlihat raut kecewa diwajahnya.
"Halo, kesayangan Papa. Ko, papa ga di peluk?"
"Mama mana Pa?"
"Mama ada kerjaan sayang. Nanti sepulang kerja mama kesini."
Nayya langsung berlari dan menangis merasa kecewa karena yang datang bukanlah mamanya. Namun kali ini Nayya bisa di bujuk oleh Angga. Angga mengijinkan Nayya ikut bersamanya ke kantor dan menjemput Nadin saat Nadin pulang nanti.
Nayya sudah menunggu Angga turun sejak tadi. Saat Angga menuruni anak tangga Angga melihat putrinya tengah duduk menunggunya di ruang tamu. Angga langsung pamit kepada Bu.Suci.
"Ayah sudah di kantor bu?"
"Sudah sejak pagi tadi. Kamu darimana Ka? Nginap do kontrakan Nadin? Ko bawa mobil Nadin?"
"Amel belum datang?"
"Owh! Pantas saja. Kaka nginep di rumah orang tua Nadin Bu."
"Loh, kamu ikut Amel dan Arif kemarin?"
"Iya bu."
"Bagaimana keadaan mamanya Nadin?"
"Alhamdulillah sudah membaik bu. Kemarin sudah pulang."
"Syukurlah klo begitu."
"Kaka, pamit ya bu."
__ADS_1
"Iya hati-hati yah."
Angga dan Nayya pun pergi ke kantor bersama. Angga memarkir mobilnya di parkiran khusus. Semua karyawan terlihat mengagumi Angga di tambah Angga menggandeng putri cantiknya di susul maidnya di belakang.
Angga selalu menyapa para karyawannya yang berpapasan dengannya. Tiba di ruangannya Angga meminta Nayya bermain bersama maidnya sementara dirinya bekerja.
Tok....Tok.... "Masuk"
"Siang Pa."
"Siang. Kenapa Wan?"
"Ini Pa. Ada yang harus bapa tanda tangani. Untuk hari ini tidak ada jadwal Pa."
"Owh! Ya. Makasih ya Wan."
"Sama-sama Pa."
"Om.Iwan."
"Eh, ada Nayya. Apa kabar cantik?"
"Kabar baik Om. Om, Nayya sekarang punya mama loh."
Seketika Angga merasa kaget. Iwan sekretaris sekaligus sahabat Angga menoleh kearah Angga. Angga hanya diam tak memberi jawaban apapun.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya.
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1