
Yoga tak ingin menunggu Netanya terlalu lama lagi. Yoga meminta ijin pada Angga untuk meminang Netanya dan Yoga berjanji tidak akan melarang Netanya untuk melanjutkan sekolahnya.
Tiga tahun cukup lama bagi Yoga yang sudah cukup umur menunggu Netanya melanjutkan pendidikannya. Sebelumnya Yoga pun membicarakannya dengan Netanya dan Netanya pun setuju asalkan Yoga tak melarangnya kuliah.
Setelah Yoga berbicara dengan Angga dan Nadin. Angga pun meminta ketiga anaknya untuk berkumpul di rumah akhir pekan ini. Angga tak ingin mengambil keputusan sendiri karenandari dulu Angga dan Nadin selalu berdiskusi apapun masalahnya.
"Yang, Mama sama Papa minta kita kerumahnya weekend ini." Ucap Nathan pada istrinya yang tengah terbaring lemah karena kehamilannya.
"Boleh, sekalian Ri mau brownies buatan Mama." Ucap Rika.
"Hm... Dedek mau brownies buatan Oma ya." Ucap Nathan mengelus perut Rika yang masih rata.
"Iya Daddy." Jawab Rika menirukan suara khas anak kecil dan membuat Nathan gemas dan membawa Rika kedalam pelukannya.
"Kalau gitu Mas akan minta Mama membuatkannya." Ucap Nathan sambil memeluk Rika.
Sementara di kediaman Nayya. Nayya tengah menidurkan kedua buah hatinya yang Nayya dan Rama tempatkan di satu kamar yang sama dnegan alasan mereka masih kecil. Nanti ketika mereka meminta kamar terpisah barulah Rama dan Nayya akan memisahkan keduanya.
Setelah Kanaya dan Kalila tidur dengan pulas. Nayya pun masuk kedalam kamarnya dan dilihatnya Rama tengah fokus pada laptopnya.
"Mas, masih lama?" Tanya Nayya lembut.
"Sebentar lagi sayang." Jawab Rama tanpa menoleh kearah Nayya.
"Mau Nay buatkan kopi?" Tawa Nayya.
"Tidak usah sayang. Kemarilah. Sedikit lagi selesai." Ucap Rama membawa Nayya kedalam pangkuannya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Rama pun mengatakan bahwa orang tua Nayya meminta mereka semua berkumpul akhir pekan ini.
"Sayang, tadi Papa telfon dan meminta kita untuk kumpul weekend ini." Ucap Rama membelai lembut rambut Nayya.
"Ada apa?" Tanya Nayya.
"Entahlah sayang. Sepertinya ada hal yang serius untuk di bicarakan." Jawab Rama.
"Hm.. Baiklah. Nay akan menyiapkan perlengkapan anak-anak." Ucap Nayya.
"Nanti kita menginap saja disana sayang. Biar kamu ga terlalu repot." Titah Rama.
"Oke sayang." Jawab Nayya.
"Sayang, ada yang kangen nih." Tunjuk Rama ke arah bawah miliknya.
__ADS_1
"Hish... Bukannya selalu begitu setiap hari." Omel Nayya dan membuat Rama tertawa kemudian tanpa menunggu lama lagi Rama pun membawa Nayya ke tempat tidur dan terjadilah apa yang harusnya terjadi.
Sabtu pagi Nayya sudah menyiapkan perlengkapan kedua putirnya. Kanaya yang masih berusia tiga tahun dan Kalila yang masih berusia lima bulan pun membuat Nayya sedikit kerepotan. Namun, Nayya tak pernah mengeluh. Nayya selalu menikmati perannya sebagai seorang Ibu.
Walau kadang dirinya masih di bantu oleh Maid itu sangat wajar baginya. Hanya saja Nayya tak ingin menggunakan jasa baby sitter. Walaupun dirinya dulu di asuh baby sitter.
Kini Nayya hanya di bantu oleh Maid dan sesekali Bude, Mama atau Ibu datang membantunya bahkan Onty Mel pun tak pernah melewatkan mengasuk anak dari keponakannya itu. Amel sudah berubah semenjak kejadian masa lalunya.
"Sayang, sudah siap?" Tanya Rama menghampiri istri tercintanya.
"Sudah Mas. Ini Nayya titip mereka Nayya mau siap-siap dulu." Ucap Nayya memberikan Kalila pada Rama.
Rama pun membawa Kalila dan Kanaya kedepan untuk menunggu Nayya bersiap. Maid sudah membawakan tas yang mau di bawa mereka kedalam mobil. Ya mereka memilih menggunakan mobil walaupun jarak dari rumah mereka ke rumah Nadin bisa di tempuh dengan berjalan kaki.
Hanya saja Rama tak ingin membuat istrinya kelelahan dengan berjalan kaki menuju rumah orang tuanya. Karena bagi Rama cukup jauh karena harus melewati beberapa blok.
Setelah siap mereka pun pergi menuju rumah orang tua Nayya. Saat mobil mereka sampai di depan rumah Angga terlihat mobil Nathan memasuki gerbang rumah Angga. Rama pun membunyikan klakson agar penjaga tak menutup pintu gerbangnya.
Mobil Rama dan Nathan pun terpakir berdekatan. Rika begitu senang melihat mobil Rama. Karena Rika begitu merindukan keponakan-keponakannya yang lucu-lucu dan menggemaskan.
Nathan memang sedikit melarang Rika untuk menggendong keponakannya itu karena Rika tengah hamil muda. Nathan takut janin yang berada di perut Rika tertekan. Begitupun dengan Nayya dan yang lainnya.
Mereka pun masuk kedalam rumah utama di sambut Oleh Opa dan Onty mereka sementara Angga berada di kamarnya dan Nadin tengah berkutat di dapur menyiapkan pesanan anak menantunya.
"Wa'alaikum salam." Jawab Opa dan Onty Mel.
"Aduh,, cucu Oma yang cantik-cantik. Sini siapa yang mau di gendong Oma?" Ucap Onty menjulurkan tangannya.
Kanaya pun segera menghambur memeluk kaki Onty Mel. Karena Kanaya sudah cukup dekat dengan Onty Mel karena Onty Mel sering membawanya pergi.
"Aduuh,, kangen banget kayanya sama Oma Mel." Goda Rika.
"Ayo masuk-masuk." Ajak Opa pada mereka semuanya.
Mereka pun masuk. Rama dan Nathan membawa tas yang mereka bawa kedalam kamar mereka masing-masing.
"Neta mana Onty?" Tanya Nayya.
"Tadi pamit liat kampusnya." Jawab Onty Mel.
"Neta jadi berkuliah dimana?" Tanya Rika.
"Katanya mau ambil ekonomi aja biar bisa bantu Nathan di hotel." Jawab Onty.
__ADS_1
"Dih, emang Yoga ngijinin dia kerja?" Tanya Nayya.
"Ya kan kerja ga mesti datang tiap hari ke kantor Kak. Istri aku aja ga tiap hari ke hotel." Jawab Nathan yang baru saja datang dari kamarnya.
"Iya juga ya." Jawab Nayya.
"Astaga kalian sudah datang? Kenapa ga panggil Mama?" Ucap Nadin yang baru saja datang dari dapur.
"Kita baru aja datang ko Mah." Jawab Nayya menghampiri Nadin dan menyalami serta mencium pipi kanan kiri Nadin diikuti oleh Rika dan yang lainnya.
"Mana Mas Angga?" Tanya Nadin.
"Tadi ke kamar Teh." Jawab Amel.
"Aduh, ngapain tu aki-aki di kamar. Ini ada cucu-cucunya datang juga." Omel Nadin.
"Angga belum tau mereka datang Nad." Jawab Opa.
"Woalah. Sini kita panggil Opa ya sayang." Ajak Nadin pada Kalila.
Nadin pun masuk kedalam kamar dengan membawa Kalila. Di dalam kamar Angga tengah fokus pada layar ipad nya.
"Halo Opa. Assalamu'alaikum." Ucap Nadin menirukan suara anak kecil.
"Halo.. Wa'alaikum salam cucu Opa yang cantik. Mana Kakak sayang?" Tanya Angga dan membawa Kalila kedalam gendongannya.
"Di luar Mas. Ayo keluar. Anak-anak menunggu di luar." Ajak Nadin.
"Ayo." Ucap Angga sambil menggendong Kalila kelaur dari kamarnya.
"Opa.." Teriak Kanaya melihat Angga keluar dari kamar dan menggendong Kalila.
Kanaya dan Kalila memang kerap berebutan di gendong. Angga jika mereka ada di rumah Angga dan Nadin.
"Owh! Astaga Ka. Kedua anak mu selalu saja berebut gendongan bersama Opanya." Ucap Nadin.
"Makanya Opa harus sehat biar bisa main dan gendong duo K. Belum lagi nanti di tambah yang masih di dalam perut Rika." Ucap Nayya.
"Amin... Kalian do'akan saja Papa sehat." Ucap Angga.
"Amin." Ucap semuanya bersamaan.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1