
Pagi hari semua berkumpul di halaman depan melakukan olahraga pagi. Ibu dan Ayah pun mengikutinya. Setelah cukup berkeringat Para maid menyiapkan minuman di pinggir dekat mereka semua. Jadi, siapapun yang merasa haus bisa dengan mudah mengambilnya.
"Sayang, bilangin bibi dong aku mau omelet aja sarapannya."
"Iya Nanti Nad bikinin yah."
"Bener?"
"Ga yakin ya istrinya bisa masak?"
"Yakin dong." Jawab Angga sambil merangkul pinggang Nadin dan mencium kening istrinya.
"Woi... Banyak anak-anak nih."
"Diih... Anak-anak seneng klo liat emak sama bapaknya mesra."
"seneng apaan. Dasar Lu mesum." Ucap Iwan.
Mereka pun sarapan dengan menu yang sudah di siapkan oleh maid. Angga sarapan dengan omelet buatan Nadin. Nayya pun tak mau kalah ingin di buatkan omelet juga oleh Nadin. Jadilah Nadin membuat menu omelet dua untuk anak dan suaminya.
Siang hari mereka semua pamit untuk pulang. Hanya bersisa Arif karena akan diadakan rapat keluarga Bagaskara. Ayah akan secara resmi meminta Arif menggantikan posisinya dan segera melamar Amel putri bungsunya.
Untuk menikahi Amel memang Arif sudah siapkan tapi untuk menggantikan posisi Ayah di kantor Arif masih bimbang. Akankah dirinya mampu. Nadin melihat kecemasan sahabatnya.
"Gw yakin Lu bisa. Yakinlah." Ucap Nadin memegang bahu Arif.
"Thanks Nad."
"Semangat. Tak usah pedulikan omongan orang. Lu hidup bukan sari omongan mereka."
__ADS_1
Arif menganggukan kepalanya. Dia sedikit lebih tenang. Dan akan mencoba melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk kelangsungan hotel yang Ayah pimpin.
Setelah makan siang semua berkumpul di ruang santai tanpa Nayya tentunya karena Nayya dibawa tidur oleh Mba.Sus.
"Nad, besok kamu mulai kegiatan?"
"Iya Yah."
"Kaka, Kamu harus bisa mengerti jam kerja istri kamu. Karena Ayah lihat kamu masih sedikit sulit mengimbangi jam kerja istri kamu."
"Iya Yah. Kita akan selalu belajar saling memahami."
"Syukurlah. Ayah harap apapun masalahnya kalian harus bicarakana terlebih dahulu jangan mengambil keputusan sepihak."
"Iya Yah." Jawab Angga dan Nadin.
"Rif, Gimana setelah kamu seharian di kantor?"
"Gimana klo kamu Ayah perintahkan untuk menggantikan Ayah dikantor. Karena terlalu sulit meminta Amel menggantikan Ayah."
"Jika Ayah yakin Arif bisa ya Arif akan berusaha memberikan yang terbaik untuk hot Yah."
"Alhamdulillah. Ini baru calon mantu Ayah. Jadi, kapan orang tua kamu melamar Amel?"
"Duuuh, Ayah ko kesitu sih?" Rajuk Amel.
"Lah, mau tunggu apalagi kalian?"
"Insya Allah Yah. Klo tidak ada halangan bulan depan Arif bawa keluarga ke sini."
__ADS_1
"Kenapa bulan depan Rif?" Tanya Ibu.
"Ngga apa-apa bu."
"Lebih cepat lebih baik Rif." Ucap Ayah.
"Klo begiti Arif sampaikan lagi Yah sama Orang tua. Nanti Arif kabari Ayah kapan Keluarga bisa datang kesini."
"Bagus. Ayah tunggu keputusannya."
"Iya Yah."
"Besok senin datang ke kantor sama Ayah. Kamu masih bolak balik ke kota J?"
"Ngga Yah. Arif sewa apartemen."
"Bagus. Jadi bisa mempersingkat waktu kamu."
"Iyalah Yah. Kasian dong Kaka klo harus pulang pergi ke kota J."
"Duuuh perhatiannya..." Ledek Nadin.
"Diem Lu Nad."
"Hahaa... Udah kali nyantai aja. Kaku banget si Lu kaya kanebo kering."
"Nadin Elu mah ya."
Ayah dan ibu pamitan pergi ke tempat kerabat. Nadin dan Angga memilih ke kamar dan menghabiskan waktu berdua sebelum besok di sibukan dengan segala aktivitas. Amel dan Arif masih ngobrol di ruang tengah.
__ADS_1
Tbc...