Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Seminar


__ADS_3

Halo rider... Ayo ramaikan lagi like dan komentnya yuk... Biar tambah semangat lagi nih author up nya. Yuk...Yuk... Like...Like... Koment...Koment...


🙏🙏🙏


Dua tahun kemudian Nathan yang baru berusia dua tahun selalu membuat gemas seisi rumah. Ditambah kejailannya kepada sepupunya Refa anak dari Arif dan Amel yang baru berusia satu tahun. Nayya sudah bersekolah di taman kanak-kanak.


Nadin yang kembali mengajar tidak mengambil jadwal padat sepadat sebelum dirinya menikah. Ditambah sekarang harus mengurus dua buah hatinya. Nayya selalu di antar jemput oleh Nadin terkecuali Nadin berhalangan maka Angga lah yang akan menjemput Nayya atau mengantarkannya.


Di kota J rumah Mama dan Bapa sudah diramaikan dengan kehadiran buah hati dari Indah dan Doni. Camelia yang baru berusia 6bulan membuat suasana rumah menjadi ramai.


"Sayang, siang ini Nad ada seminar di hotel A. Nanti Nad di jemput aja yah."


"Boleh. Memang jam berapa perginya?"


"Pagi ini Nad ke kampus dulu baru ke hotel A."


"Ya udah sekalian aja jalan. Tapi nanti ke hotel A nya gimana?"


"Pergi sama Santi ko Yang."


"Owh! Ya udah. Terus Nay?"


"Hari ini Nay libur Yang."


Sampai di kampus Nadin masih menjadi pusat perhatian dari Mahasiswa-mahasiswinya. Pasalnya aura kecantikan Nadin tak berkurang sedikit pun malah semakin memancarkan kecantikannya.


Nadin berjalan menuju kantor bak peragawati. Tak sedikit Mahasiswi yang iri pada kecantikan Nadin. Mahasiswa-mahasiswa pun berasa ingin lahir lebih dulu dari Nadin. Senyuman Nadin selalu mengembang tatkala berpapasan dengan Mahasiswa-mahasiswi nya.


"Bu, saya mau bimbingan kompre." Sapa salah satu Mahasiswi Nadin.


"Owh! Kita udah bikin janji sebelumnya?"


"Belum Bu."


"Owh! Klo gitu kamu liat jadwal bimbingan nya ya di grup. Hari ini saya ada seminar. Ini saya cuma mau bawa perlengkapannya."


"Owh! Iya bu. Makasih ya Bu."


"Iya sama-sama. Nanti diskusikan sama yang lain yah biar sama-sama."


"Iya Bu."

__ADS_1


Nadin pun melanjutkan jalannya menuju kantor.


"Bu.Nad," Panggil Santi.


"Eh, iya. Udah siap ya?"


"Belum. Ini saya bawa berkasnya dulu."


"Ya udah. Sama-sama aja atuh."


"Ga bawa mobil Nad?"


"Di anter kakanda."


"Hmmm... Nayya?"


"Nayya libur."


Mereka berdua pun jalan menuju hotel A. Suasana masih sepi. Baru beberapa orang saja peserta seminar yang datang. Nadin dan Santi duduk berjejeran menyiapkan materi seminar. Satu persatu peserta mulai memenuhi ruangan.


"Nadin."


"Siapa ya?"


"Masa sih lupa?"


"Dokter Gunawan." Sapa Santi. Betapa Nadin terkejut mendengar kata Gunawan.


"Halo San. Apa kabar?"


"Baik Dok. Dokter apa kabar?"


"Kabar baik. Kamu apa kabar Nad?"


"Eh, kabar baik Dok."


"Masih setia mengajar nih master kita. Ga tergoda praktek Nad?"


"Ga akan dok. Apalagi sekarang buntutnya dua."


"Wah.. Ko ga ada kabar Nad?" Sindir Dokter Gunawan. Pasalnya Dokter Gunawan menaruh hati pada Nadin.

__ADS_1


"Eh, iya Dok. Maaf lupa." Jawab Nadin cengengesan.


Acara seminar berjalan dengan lancar. Nadin dan Santi tengah merapihkan berkas-berkasnya. Dokter Gunawan menghampiri mereka dan mengundang makan siang bersama. Namun Nadin menolaknya dengan halus.


"Waah, sayang sekali yah."


"Maaf ya Dok."


"Yang,"


"Eh, sudah datang." Gunawan pun menoleh kearah sumber suara.


"Angga."


"Gunawan. Waah, apa kabar nih dokter kita?"


"Baik. Nadin istri Lu?"


"Iya. Kenal istri gw?"


"Siapa yang ga kenal Masternya perawat kita."


"Waaah, berlebihan Lu. Biasa ajalah."


"Kaka kenal sama Dokter Gun?"


"Iya Yang, dia ini temen SMA Kaka. Dia ngambil jalur kesehatan sama kaya Aldo."


"Loh, San. Lu ga tau kalo Dokter Gun temennya Ka.Aldo?"


"Tau."


"Duuuh, kayanya cuma gw yang ketinggalan cerita."


"Ga, Lu ga ngundang gw nikah?"


"Sori Bro. Pas gw nikah Lu lagi di Ausie."


Mereka pun berbincang sebentar. Setelah itu berpamitan. Santi harus menjemput anaknya di tempat les. Dan Nadin sudah ingin bertemu dengan anak-anaknya.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2