
Selasai mengerjakan soal ujian Neta dan yang lainnya pun keluar dari kelas. Sarah segera menghampiri Neta untuk menanyakan hal yang membuatnya penasaran pagi tadi. Namun, baru saja Sarah akan mendekati Neta Sarah melihat dari kejauhan Pak.Yoga sudah melambaikan tangannya ke arah Neta dan Neta pun segera berlari ke arah Pak.Yoga.
Sarah pun mengurungkan kembali niatannya walaupun hatinya sudah di penuhi rasa penasaran. Saat di parkiran Sarah melihat Neta tengah berdiri seorang diri tanpa babibu Sarah pun segera menghampiri Neta.
"Hei,," Sapa Sarah.
"Astaga! Lu bisa ga ngagetin gue ga sih? Perasaan dari tadi pagi kerjaan Lu ngagetin Gue mulu deh." Omel Neta pada Sarah.
"Makanya jangan kebanyakan ngelamun." Elak Sarah.
"Lu belum balik?" Tanya Sarah.
"Belum. Gw lagi nunggu jemputan." Jawab Neta santai.
"Lu rahasiain sesuatu ya dari Gue?" Tanya Sarah?
"Dih, PD banget Lu. Lagian apa yang Lu ga tau dari Gue?" Ucap Neta.
"Iya juga sih. Eh, bentar tapi kenapa tadi pagi Pak.Yoga nyamperin Lu pas Lu di anter Bokap?" Tanya Sarah.
"Nyapa Bokap Gue lah. Emang ga boleh?" Ucap Neta singkat.
"Lah, kok bisa Pak.Yoga kenal sama Bokap Lu?" Tanya Sarah semakin penasaran.
"Astaga Sarah. Lu kenapa jadi amnesia sih. Lu kan tau pas Gue pingsan kena bola basket Pak Yoga yang nganterin Gue balik. Nah, di situ Pak.Yoga ketemu Bokap Gue." Jelas Neta.
"Owh! Iya. Kok Gue ampe lupa sih." Ucap Sarah.
"Astaga! Untung Sarah percaya." Batin Neta.
"Eh, jemputan Gue udah dateng tuh. Sampai ketemu besok ya. Bye Netanya." Pamit Sarah.
"Bye Sarah." Jawab Neta.
Sepeninggalannya Sarah. Neta pun mengurut dadanya dan berucap syukur karena Sarah sahabatnya percaya begitu saja dengan penjelasan Neta yang asal tapi sedikit berbohong. Pasalnya yang mengantarnya pulang saat dirinya pingsan bukanlah Yoga melainkan sopirnya.
Neta segera mendekati mobil Yoga ketika melihat Yoga sudah masuk kedalam mobilnya. Neta pun menarik nafas panjang ketika sudah mendudukkan dirinya di dalam mobil Yoga.
"Kenapa? Ujiannya susah?" Tanya Yoga.
"Hm.." Jawab Neta sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu?" Tanya Yoga lagi sambil menjalankan mobilnya keluar dari halaman sekolah.
"Sarah bertanya kenapa Bapak nyapa Papa tadi pagi." Jawab Neta dengan menggunakan panggilan Bapaknya.
"Terus?"
"Ya gitu. Neta jawab kalau Bapak pernah ketemu Papa pas nganterin Net pulang pas pingsan waktu itu." Jelas Neta.
"Sayang, kita udah keluar area sekolah loh." Ucap Yoga.
"Iya. Emang kenapa? Ada yang ketinggalan?" Tanya Neta polos.
"Itu kamu masih panggil Mas pake Bapak. Serasa lagi jemput anak pulang sekolah." Rajuk Yoga.
"Lah, emang iya kan." Jawab Neta diakhiri dengan tawanya.
"Sayang ih... Iya emang Mas udah tua. Tapi, masih cakep dong." Goda Yoga.
__ADS_1
"Ih, PD banget sih." Ucap Neta.
"Buktinya kamu mau sama Mas?" Goda Yoga lagi.
"Karena ga ada pilihanya." Jawab Neta.
Dan Yoga pun menghentikan mobilnya di pinggir jalanan yang sepi. Neta pun menoleh ke arah Yoga.
"Kenapa berhenti?" Tanya Neta.
"Coba bilang lagi tadi. Kenapa Kamu mau nerima Mas?" Tanya Yoga.
"Karena ga ada lgi pilihannya." Jawab Neta santai.
"Jadi terpaksa nih terima Mas?" Tanya Yoga mulai mendekati Neta.
"Mas, jangan macem-macem ya. Neta bilangin Papa ya." Ancam Neta sambil sedikit menjauhi Yoga yang mulai mendekatinya.
"Bilang aja Mas seneng kalau Papa tau. Biar cepet di nikahin sama kamu." Goda Yoga yang semakin mendekati Neta.
"Mas,,, ih." Elak Neta sambil mendorong wajah Yoga.
Yoga pun membawa Neta kedalam pelukkannya. Mencium puncak kepala Neta dalam. Setelah memeluk Neta cukup lama Yoga pun melepaskan pelukannya dan mendaratkan ci*mannya di kening Neta.
Deg
Deg
"Astaga. Kenapa ini jantungku." Batin Neta.
"Astaga. Gadis kecil ini selalu membuat hatiku tak menentu." Batin Yoga.
Yoga pun melanjutkan kembali menyetir mobilnya untuk mengantarkan Netanya pulang. Setengah perjalanan menuju rumah Neta hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil. Keduanya asik dengan fikiran masing-masing.
"Siang Den." Sapa Penjaga Rumah.
"Siang Pak. Terima kasih." Ucap Yoga.
Yoga pun memasuki halaman rumah Netanya. Dilihatnya Nayya tengah bermain bersama dengan Kanaya dan Bude Susi. Neta pun menyunggingkan senyumannya melihat Kakak dan keponakannya tengah bermain.
Neta segera keluar dari mobil Yoga dan menghampiri Kanaya dan Nayya. Meninggalkan Yoga di belakangnya. Yoga pun segera turun dan menghampiri mereka semua.
"Siang Princess." Sapa Netanya pada Kanaya.
"Onty..." Teriak Kana menghambur kedalam pelukan Netanya.
"Sayangnya Onty." Ucap Netanya sambil membalas pelukan keponakannya.
"Onty cudah cekolahnya?" Tanya Kanaya.
"Sudah sayang." Jawab Netanya.
Yoga mengahampiri Nayya dan Bude Susi kemudian menyalami keduanya serta mencium punggung tangan keduanya. Nayya pun tertawa namun di tahan oleh tangannya.
"Kenapa Kak?" Tanya Bude Susi.
"Lucu." Jawab Nayya singkat.
"Apanya?" Tanya Bude lagi.
__ADS_1
"Kak.Yoga ini Kakak tingkatnya Nayya loh Bude di kedokteran. Tapi, ga tau kenapa dia tiba-tiba terjun jadi guru olah raga di yayasan. Dan sekarang jadi adik iparnya Nayya." Ucap Nayya sambil tertawa.
Sementara Yoga hanya menunduk malu-malu seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sementara Neta membulatkan matanya penuh curiga. Fikirannya flashback saat pesta pernikahan Kakaknya Nayya. Pantas saja ada beberapa dokter teman Nayya mengenal Yoga.
Yoga pun mendapatkan tatapan tajam dari Neta. Saat Yoga menatap Neta Yoga langsung menarik nafas dalam.
"Salah ngomong deh Kamu Kak." Gerutu Yoga pada Nayya dan Nayya pun langsung menutup mulutnya dan menatap adik kesayangnya.
"Ganti baju dulu ya. Nanti Mas jelasin oke." Bujuk Yoga pada Neta.
Netanya pun segera masuk kedalam untuk berganti pakaian sementara Yoga menunggunya bersama dengan Nayya dan yang lainnya.
"Kak.Rama mana?" Tanya Yoga.
"Di dalam barusan ada asistennya datang." Jawab Nayya.
"Perempuan? Di tinggal berdua. Wah, bisa gawat." Goda Yoga.
"Fikiran Mu. Cowok lah. Kalo cewek mana aku ijinin masuk. Cukup disini aja di luar." Tegas Nayya.
"Asiik... Penjagaan ketat ya Bu." Goda Nayya.
"Iyalah." Jawab Nayya.
Dan tak lama Netanya pun keluar dan mengahampiri semuanya. Kemudian Netanya duduk di samping Yoga. Menatap Yoga penuh selidik.
"Baiklah sayang." Ucap Yoga menarik nafas.
"Mas, memang sekolah kedokteran dulu dan lulus menjadi sarjana. Karena kedua Kakak Mas perempuan jadilah Papa minta Mas buat nerusin Usahanya tapi Mas ga mau karena cita-cita Mas kan jadi dokter bukan pengusaha. Papa terus mememaksa dan Mas bersikukuh ga mau. Terus pas Mas datang ke yayasan buat ketemu Opa Mas liat Kamu. Waktu itu kamu lagi ospek kalo ga salah. Mas tiba-tiba kefikiran buat jadi guru di sekolah itu. Dan beginilah sekarang Mas." Jelas Yoga panjang kali lebar luar keliling.
"Kayanya ada yang kelewat deh." Sindir Nayya.
"Kakak.." Ucap Yoga penuh penekanan.
"Jelasin." Tegas Neta.
"Papa memaksa Mas buat pindah ke perusahaan karena Mas waktu itu lagi patah hati. Dan orang tua Mas takut Mas bunuh diri dengan berbagai alat kedokteran." Jawab Yoga.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Netanya lagi.
"Mas sudah bertunangan dengan perempuan itu dan tiba-tiba dia bilang dia di jodohkan oleh orang tuanya dengan pria lain. Kan ga masuk akal kenapa kemarin mereka menerima pertunangan Mas dengan dia. Akhirnya membuat Mas marah besar dan frustasi." Jelas Yoga lagi.
"Jadi aku cuma pelampiasan nih?" Tanya Neta.
"Eits... Tentu tidak sayang." Jawab Yoga mantap.
"Mas masih kuliah dokter kejadian itu dan ketemu kamu udah lulus dan magang di salah satu klinik. Setelah ketemu kamu Mas putuskan untuk mengajar di sekolah dan resign dari klinik." Jawab Yoga.
"Kenapa sekarang Mas mau ke perusahaan Papa lagi?" Tanya Neta lagi.
"Karena Papa mengancam akan menjodohkan Mas kalau Mas ga mau ke perusahaan." Jawab Yoga.
"Kenapa Mas ga mau? Memang Mas sudah tau siapa perempuannya?" Tanya Neta.
"Ga mau pokoknya. Dan Mas juga ga mau tau siapa perempuannya." Jawab Yoga mantap.
"Udah sana makan. Setelah makan siang Yoga kan harus keperusahaan." Titah Nayya.
"Nanti Kakak bocorin siapa mantannya Yoga." Ucap Nayya kembali sambil masuk kedalam menyusul Bude Susi yang tengah menggendong Kanaya untuk cuci tangan dan cuci kaki dan bersiap untuk makan siang.
__ADS_1
"Mas..."
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏