Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Bermain Bersama


__ADS_3

Nadin melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan dilihatnya nama Aldo.


"Halo"


"Nad, dimana lu?"


"Di kamar kenapa?"


"Lu gw telfonin ga di angkat-angkat sih."


"Masa sih. Gw dijalan tadi. Emang ada apa?"


"Ada hubungan apa lu sama Angga?"


"Loh, emang apa hubungannya?


"Dia marah sama gw gara-gara lu ga bisa di hubungi."


"Hahaha... Iya maaf deh. Udah ko tadi udah gw telfon."


"Lu pacaran sama dia?"


"Tanya orang nya aja deh. Udah ya gw tidur dulu."


"Sia*** lu. Mana ada dia jawab dia lagi marah sama gw gara-gara lu. Ya udah sana lu tidur. Gw tunggu perkembangan kasus lu besok."


"Siap komandan."


Mereka pun mengakhiri telfonnya. Nadin kembali mencari posisi nyaman untuk tidur.


Keesokan hari Nadin sudah siap untuk pergi ke RS.C sebelumnya Nadin mencari sarapan di resto hotel. Nadin sarapan sambil mengecek kerjaannya di Tablet yang dia bawa.


Nayya menanyakan keberadaan Nadin kepada Angga. Angga menjelaskan pekerjaan yang sedang Nadin jalani. Namun Nayya semakin tak bisa di bujuk membuat Angga kewalahan. Dilihatnya jam masih menunjukan pukul 7 mungkin saja Nadin masih bisa di hubungi.


Angga melakukan panggilan Vidio pada Nadin. Nadin melihat layar ponselnya menyala karena Nadin sengaja tidak membunyikan ponselnya. Nadin membuka panggilan dan dilihatnya wajah Nayya dan Angga.


"Halo sayang Mama. Sudah bangun ya?"


"Sudah ma. Nay juga sudah mandi. Mama kapan pulang?"


"Hmmm... Mama baru saja sampai sudah di tanya kapan pulang."


"Tapikan Papa kangen mah sama mamah."

__ADS_1


"Loh, ko papa sih?" Jawaban Nayya membuat Angga kikuk.


"Hmm... Papa aja nih yang kangen mamah?"


"Nay lebih kangen Mah."


"Ya udah mama kerja dulu ya. Nanti mama pulang kita beli mainannya yah."


"Asiiik... Nay tunggu mama pulang ya Ma."


"Nayya jangan nakal ya."


Nayya memberi jawaban menggunakan kode tangannya. Angga tersenyum melihat pemandangan paginya. Nadin menutup telfonnya. Nadin merapihkan barang pribadinya dan bersiap berangkat.


********


Seminggu berlalu akhirnya Nadin menyelesaikan pekerjaannya. Nadin bersiap untuk pulang. Karena hari masih siang Nadin berencana untuk langsung menemui Nayya.


Sampai di kota C Nadin langsung menuju kediaman Bagaskara. Tiba di kediaman Bagaskara Nadin di sambut oleh satpam penjaga dan di persilahkan masuk. Nayya yang sedang bermain dengan suster melihat mobil Nadin masuk langsung berlari menyambut Nadin.


"Mamaaa... Yeee... Mama pulang..."


"Halo sayang..."


"Bu," Nadin menyalami Bu.Suci dan mencium pipi kanan dan kiri Bu.Suci.


"Kamu baru datang dari kota K?"


"Iya Bu. Nad langsung kesini. Nad mau ngajak Nay jalan-jalan boleh kan Bu?"


"Boleh sayang. Pergilah. Nanti suster temani kalian."


"Iya Bu. Makasih ya Bu."


Suster menyiapkan Nayya untuk pergi. Nadin menunggu Nayya sambil berbincang bersama Bu.Suci. Saat sedang berbincang bersama Bu.Suci ponsel Nad berbunyi.


"Halo."


"Dimana?"


"Dirumah. Mau bawa Nay jalan. Boleh kan?


"Boleh. Kamu ga capek?"

__ADS_1


"Ngga."


"Ya sudah hati-hati yah."


Nayya pun sudah siap untuk berangkat. Nadin berpamitan pada Bu.Suci untuk pergi. Nadin pergi dengan Suster dan Nayya. Nayya terlihat senang bersama Nadin.


Nadin menjalankan mobilnya secara perlahan. Nayya terus bercerita kepada Nadin tentang kesehariannya saat ditinggal Nadin kerja. Nadin mendengarkan dan menanggapi semua cerita Nayya. Suster hanya tersenyum dan sesekali membenarkan cerita Nayya.


Sampai di mall Nadin menggandeng tangan Nay. Nay tampak senang. Mereka bertiga pun langsung menuju arena tempat bermain. Nadin selalu mendampingi Nayya. Walaupun lelah Nadin selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Nayya.


Suster yang menjaga tas Nadin melambaikan tangan kearah Nadin memberitahu ada telfon. Nadin mendekat kearah suster dan meminta suster menjaga Nayya.


"Halo."


"Nad, lu masih di kota.K?


"Udah balik gw. Kenapa?"


"Yaaah,,, telat gw. Lu dah di kontrakan?


"Ngga. Gw lagi ngajakin main anak dulu. Kenapa emangnya?"


"Gw mau titip minuman khas sana."


"Udah gw bawain ko dari kemarin laki lu telfonin gw cuma buat ngingetin bawa minuman ini gi** ga tuh."


"Hahaha... Beneran ya. Eh, bentar anak siapa yang lu bawa jalan?"


"Anak gw lah."


"Nayya?"


"Iya. Siapa lagi."


"Sama bapaknya dong."


"Ngga lah. Udah ah ntar besok gw bawa ke kantor. Ntar malem gw mau bimbingan sama anak gw."


Setelah telfon di akhiri Nadin kembali mendekati Nayya dan suster kembali menjaga tas Nadin. Nayya begitu senang bermain bersama Nadin. Sesekali suster mengabadikan moment kebersamaan Nadin dan Nayya lewat ponselnya.


Sampai disini dulu...


Author up ngebut. Jangan lupa like sama koment ya. Klik favorit biar ga ketinggalan ceritanya ya.

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2