
Pagi hari di kontrakan Nadin. Nadin tengah menjemur baby girl di halaman belakang rumah. Sementara Nayya dan Nathan bermain bersama Mba.Sus. Tawa mereka begitu riang sesekali mendekati Mama dan adiknya. Menjawil pipi bakpaw sang adik.
"Mah, adik hangat." Ucap Nathan panik.
"Ngga apa-apa sayang. Adik hangat karena di jemur." Jelas Nadin.
"Owh! Ngga apa-apa ya Mah?" Tanya Nathan kembali.
"Ngga apa-apa sayang." Jawab Nadin lembut seraya membelai lembut kepala Nathan.
"Sudah yuk kita mandi terus sarapan." Ajak Nadin.
"Ayo..." Jawab Nayya dan Nathan bersamaan.
Mba.Sus mengambil Baby Girl dari pangkuan Nadin dan Nadin pun segera menyusul mereka masuk ke dalam. Nathan dan Nayya mandi di temani oleh Nadin sementara Mba.Sus memandikan Baby Girl. Begitu bergantian agar anak-anak Nadin tidak merasa tersisih.
Setelah semua siap. Semua berkumpul di meja makan dengan sajian sarapan nasi bungkus yang Mba.Sus beli tadi pagi.
__ADS_1
"Bu, nanti siang saya masak saja ya Bu. Dekat yang berjualan nasi tadi ada yang jualan sayur." Saran Mba.Sus.
"Boleh Mba. Nanti kita sama-sama saja." Jawab Nadin.
Sementara di kediaman Bagaskara semua orang carut cemarut kehilangan Nadin dan anak-ananya. Mereka pun takut jika Angga pulang apa yang akan mereka katakan.
Ibu jatuh pingsan ketika mendengar orang suruhan Ayah belum menemukan Nadin dan Anak-anaknya. Semua orang semakin panik. Apalagi dengan Amel. Amel tidak bisa di ajak bicara setelah mendengar Nadin melahirkan dan hilang. Pasalnya Amel telah di tolong melahirkan Rafa sementara Nadin harus melahirkan sendiri.
Sore hari Angga pulang karena hatinya merasa tak tenang. Rasanya percuma tetap di tempat kerja karena fikirannya bercabang kemana-mana. Angga kehilangan ponselnya ketika mengontrol proyek kemarin siang.
Mobil Angga memasuki gerbang kediaman Bagaskara. Dan semua penjaga sontak merasa kaget dan takut. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut penjaga. Semua hanya menganggukan kepalanya.
"Assalamu'alaikum.". Sapa Angga. Dan sontak membuat seisi rumah kaget.
"Wa'alaikum salam." Jawab semuanya dengan sedikit gugup.
"Ada apa?" Tanya Angga pada semua orang.
__ADS_1
Ibu yang baru saja tersadar langsung berlari menghambur memeluk Angga dan bersimpuh meminta maaf pada anak sulungnya.
"Maafkan Ibu Nak maafkan." Ucap Ibu sambil luruh kekaki Angga. Angga masih diam mematung.
"Ada apa?" Tanya Angga kembali datar.
Ayah mendekati Angga dan menjelaskannya perlahan. Setelah mendengar penjelasan Ayahnya Angga pun luruh di lantai. seluruh tubuhnya bagai tak bertulang. Angga hanya diam tak mampu berkata apapun. Para sahabatnya membawa Angga kedalam kamarnya dan mambaringkan Angga di kasur.
Sementara di kontrakan Nadin tengah memasak bersama Mba.Sus. Anak-anak bermain. Dan Baby Girl tertidur di boks bayi dekat dengan kakak-kakaknya.
Setelah makan siang tertata dengan baik di meja makan. Nadin pun mengajak anak-anaknya untuk makan siang bersama selagi Baby Girl tertidur.
"Ayo Kaka, Mas kita makan dulu. Cuci tangan kalian." Titah Nadin.
"Oke Mah." Jawab kedua anak-ananya.
Mereka pun makan dengan khidmat. Nathan dan Nayya menghabiskan makanannya tak bersisa. Setelah selesai makan Nayya dan Nathan bermain sebentar sebelum keduanya tidur siang.
__ADS_1
Tbc...