
Yoga membawa paper bag yang di berikan Pak.Ujang kedalam ruangannya. Yoga mengeluarkan isinya dan dilihatnya satu kotak bekal dan satu botol minum lengkap dengan sendok dan garpunya. Yoga pun menemukan secarik kertas di dalamnya.
Selamat makan. Semoga suka masakannya ya Pak.
Begitulah isi pesan yang di tulis Neta untuknya. Yoga pun menyunggingkan senyumnya. Tapi, ada sedikit rasa tak enak mengingat ucapan Pak.Ujang bahwa Neta tak masuk karena kakeknya meninggal dan Neta masih sempat membuatkan makan siang untuknya.
Sementara di sebuah rumah sakit. Seorang batita terus menangis menyebutkan kata momi terus menerus karena suhu tubuhnya yang panas. Namun, dengan segala egonya sang papi tak ingin menghubungi Momi yang di maksud batita tersebut. Hanya karena rasa malu dengan apa yang sudah di katakan oleh kedua orang tuanya.
"Jika kamu masih keras kepala begini jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu dengan Kanaya." Ucap seorang perempuan paruh baya yang tak lain nenek dari Kanaya.
Rama hanya diam membisu tak tau apa yang harus dia lakukan. Rama pun segera keluar dari ruang perawatan anaknya dan bergegas menuju rumah keluarga Angga Bagaskara.
"Maaf Pak saya mau ketemu Nayya ada?" Tanya Rama pada penjaga di rumah Nayya.
"Maaf Pak. Semua sedang keluar." Jawab Penjaga tersebut.
"Kalau boleh tau kemana ya Pak?" Tanya Rama.
"Ke rumah orang tuanya Nyonya Pak. Ayah dari Nyonya meninggal dunia." Jelas penjaga tersebut.
Deg..
Rama terdiam. Dirinya tak tau lagi harus berbuat apa. Pastilah Nayya tengah berduka. Tidak mungkin dirinya meminta Nayya untuk menemani anaknya.
"Pak." Panggil Penjaga kepada Rama.
"Pak." Sekali lagi dan Rama masih terdiam.
"Pak." Panggil penjaga tersebut sedikit berteriak.
"Eh, iya Pak. Maaf bagaimana tadi." Ucap Rama.
"Sebaiknya Bapak hubungi saja Non.Nayya jika penting." Ucap penjaga tersebut memberi usul.
"Owh! Iya. Terima kasih Pak. Nanti saya hubungi Nayya saja langsung." Ucap Rama.
Kemudian Rama pun kembali ke rumah sakit menemui buah hatinya. Rama terlihat sangat frustasi saat masuk kedalam ruang perawatan Kanaya.
"Bagaimana? Dimana Nayya?" Tanya Ibu.
"Nayya tengah berduka Bu. Kakeknya meninggal dunia. Mana mungkin Rama meminta dia untuk menemui Kana." Jelas Rama.
Dan Ibu pun tak bisa berbuat apapun. Karena sangat egois jika mereka masih meminta Nayya untuk sekedar menemui Kana apalagi menjaganya. Sementara keadaan Kana semakin melemah.
Jam menunjukan pukul dua dini hari. Rama terbangun dan melihat Ibu dan Ayahnya tertidur di sofa. Dilihatnya Kanaya hanya terdiam namun bibirnya begitu pucat. Kana tak memberi respon apapun ketika Rama mencoba membangunkannya.
"Kana, Kanaya. Papi mohon Nak bangunlah sayang." Ucap Rama sedikit kencang.
Ibu pun terbangun dan melihat anaknya tengah mengguncang badan cucunya.
"Apa yang kamu lakukan Rama." Teriak Ibu yang membuat Ayah terbangun.
"Kana Bu. Lihat Kana Bu." Ucap Rama menangis.
Ayah segera keluar memanggil dokter. Ibu menghampiri cucu tersayangnya. Mengusap lembut kepalanya. Tak lama dokter pun datang. Dan kebetulan sekali dokter yang berjaga adalah Dama saudara sepupu Rama.
"Maaf Tante, Om, Rama kalian tunggulah di luar. Saya akan berusaha menolong Kana." Ucap Dama tenang.
Semua pun menunggu di luar. Dama dan dua orang perawat memeriksa keadaan Kanaya. Cukup Lama Dama memeriksa keadaan Kana membuat Rama semakin panik.
Sementara di kota J. Nayya tiba-tiba terbangun dan wajahnya terlihat pucat. Neta yang ikut terbangun karena pergerakan tempat tidur pun heran melihat Kakaknya.
__ADS_1
"Kakak kenapa?" Tanya Neta.
"Ga tau dek. Tapi perasaan Kakak ga enak." Ucap Nayya.
"Kakak mimpi?" Tanya Neta dan Nayya pun menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah kita tidur lagi Kak." Ajak Neta.
"Kakak mau solat aja dulu dek." Ucap Nayya.
"Ya sudah. Neta tidur lagi ya Kak. Neta sedang berhalangan." Ucap Neta.
Nayya pun bergegas ke kamar mandi membersihkan diri. Kemudian Nayya pun solat dan berdo'a. Hatinya masih merasa gelisah. Akhirnya Nayya pun melanjutkan mengaji sampai menunggu waktu subuh. Tapi, Nayya tak dapat berkonsentrasi. Nayya pun memutuskan keluar dari kamar.
"Kakak," Panggil Nadin.
"Eh, Mama sedang apa?" Tanya Nayya.
"Mama menyiapkan menu untuk masak sarapan. Kakak sedang apa?" Tanya Nayya lembut.
"Kakak terbangun Mah. Perasaan Kakak ga enak." Jawab Nayya jujur.
"Kakak sudah solat?" Tanya Nadin lagi.
"Sudah Mah. Bahkan Kakak mencoba mengaji tapi Kakak ga fokus. Dada Kakak terus berdebar dan fikiran Kakak entah kemana." Jawab Nayya frustasi.
"Sini sayang." Ucap Nadin merentangkan tangannya mengajak Nayya masuk kedalam pelukannya.
Nayya masuk kedalam pelukan Nadin dan entah mengapa air matanya menetes begitu saja. Nadin merasakan tubuh Nayya bergetar. Di usapnya punggung Nayya.
"Kakak memikirkan Aki?" Tanya Nadin setelah melonggarkan pelukannya.
"Iya Mah. Tapi tidak membuat Kakak sesesak ini. Ini rasanya begitu sesak Mah." Jawab Nayya.
Nayya pun kembali ke kamarnya. Berdzikir seperti yang di perintahkan Nadin. Namun hatinya semakin gelisah.
Sementara di rumah sakit.
"Kenapa Kanaya bisa seperti ini Tante?" Tanya Dama.
"Kana terus memanggil Momi nya." Jawab Laras Ibu Rama.
"Momi?" Tanya Dama heran.
"Nayya." Jawab Budi.
"Maksud Om dan Tante?" Tanya Dama semakin tak mengerti. Pasalnya saat Neta vaksin pun Nayya lah yang mengantarkan keponakannya itu dan Kana pun memanggil Nayya dengan sebutan Momi.
"Entah menagapa Kana memanggil Nayya dengan panggilam Momi sejak pertemuan pertamanya dengan Nayya. Dan Nayya pun tidak keberatan dengan panggilan itu." Jelas Laras.
"Lalu mengapa kalian tidak meminta Nayya untuk datang? Nayya pasti akan datang jika kalian sebutkan apa alasannya." Jelas Dama.
"Kakek Nayya meninggal Dam. Itu yang membuat Rama tak enak jika meminta Nayya datang." Jelas Budi.
"Astaga Om. Nayya pasti akan datang Om." Jelas Dama.
Dama pun merogoh saku jasnya mengambil ponsel miliknya lalu mendial nomer Nayya. Walaupun Dama pun merasa ini terlalu pagi untuk menelfon Nayya. Tapi keadaan Kana semakin melemah.
📱Halo (Nayya)
📱Nay, dimana Lu? ( Dama)
__ADS_1
📱Di hatimu. Apa apaan? Tumben banget Lu telfon. (Nayya)
📱Seriusan nih Gw nanya Lu dimana. (Dama)
📱Di rumah Aki. Aki meninggal kemarin pagi.( Nayya)
📱 Inalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita ya Nay.(Dama)
📱Makasih Dam. Ada apa?( Nayya)
📱Hm.. Maaf sebelumnya Nay. Kapan Lu balik ke kota C? (Dama)
📱Dam, langsung aja ke intinya deh. Gw lagi males mikir. (Nayya)
📱Kanaya masuk rumah sakit Nay. (Dama)
Deg
📱Gw balik sekarang (Nayya)
Nayya langsung mematikan ponselnya dan bergegas membereskan bawaannya ke dalam tas.
"Dek ikut pulang ga?" Ucap Nayya membangunkan Neta.
"Kita pulang sepagi ini?" Tanya Neta.
"Kanaya masuk rumah sakit Dek. Kakak mesti pulang sekarang." Ucap Nayya lagi.
"Neta ikut Ka. Nanti biar Neta bisa masuk sekolah. Sudah dua hari Neta ga masuk." Jawab Neta lalu bangun dari tidurnya.
"Ya udah mandi sana. Kakak solat subuh dulu." Titah Nayya.
Setelah semua siap Nayya dan Neta keluar dari kamar mereka. Semua keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga.
"Mau kemana kalian?" Tanya Indah.
"Kakak harus ke rumah sakit Onty. Dan Neta mau ikut pulang. Neta sudah tiga hari bolos sekolah." Jawab Neta.
"Kenapa pagi-pagi sekali sayang?" Tanya Nini.
"Biar keburu Neta sekolah Nini." Jawab Neta lagi.
"Kakak yakin bisa konsentrasi nyetir?" Tanya Nadin.
"Bisa Mah. Ada Neta yang mengingatkan nanti." Jawab Nayya.
"Ya sudah kalian hati-hati. Biar Bik.Mimin pulang dengan kita nanti." Ucap Nadin.
Nayya dan Neta pun berpamitan kepada semua keluarga yang ada. Nayya segera memasukan tasnya dan tas Neta kedalam mobil. Nayya memanaskan mobilnya sebentar lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Nanti biar Adek di turunkan di perempatan sebelum ke rumah sakit saja Kak. Biar Mang.Ujang nanti jemput Adek." Pinta Neta.
"Bener ga apa-apa Dek?" Tanga Nayya.
"Bener Kak. Lagian ini kan kota kita masa iya Neta kesasar." Jawab Neta.
"Ya siapa tau Adek ke sasar ke rumah cowok gitu." Ledek Nayya.
"Kakak ih." Neta.
Ssperti perjanjian di awal. Nayya pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk menurunkan Neta. Neta pun segera menghubungi Mang Ujang untuk menjemputnya. Setelah Neta keluar Nayya pun langsung menjalankan kembali mobilnya menuju rumah sakit tanpa menunggu kedatangan Mang.Ujang.
__ADS_1
"Netanya."
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏