
Nathan mengajak Rama masuk kedalam rumah mereka sementara Neta membawa Kana masuk kedalam kamarnya. Karena Kana tertidur. Nathan duduk berhadapan dengan Rama. Nathan bingung apa yang harus dikatakan pada Rama pasalnya semua yang terjadi berkaitan dengannya.
"Ada apa?" Ucap Rama memecah keheningan.
"Sebelumnya Nath minta maaf Ka." Ucap Nathan.
"Kenapa?" Tanya Rama semakin heran.
"Sepertinya Kakak pergi dari rumah setelah Papa menyinggung masalah pekerjaannya." Jawab Nathan.
"Maksud mu pekerjaan?" Tanya Rama.
"Papa menanyakan mengenai Kakak yang resign dari rumah sakit dan memilih mengasuh Kana di rumah." Jawab Nathan kemudian menunduk.
Rama mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya. Rama terdiam merenungi apa yang di katakan Nathan. Ini salahnya. Seharusnya dirinya tak melibatkan Nayya dalam mengasuh Kana. Bahkan Rama menyerahkan seratus persen pengasuhan pada Nayya. Kini pun dirinya berada di rumah Nayya untuk memberikan Kana padanya.
Rama menoleh kearah Nathan dan Nathan hanya diam tak bisa berbuat apapun. Rama mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Rama mencoba menghubungi Nayya.
📱Halo dek? (Rama)
📱Kenapa Mas?(Nayya)
Mendengar panggilan Rama tersambung Nathan heran. Pasalnya semua orang mencoba menghubungi Nayya tak satu pun panggilannya tersambung.
📱Kamu dimana? Kana menanyakanmu dek.(Rama)
📱Mas dimana? Biar Nayya kesana.(Nayya)
📱Biar Mas kesana saja dek.(Rama)
Setelah mendapat jawaban dari Nayya Rama segera pamit kepada Nathan dan menitipkan Kana pada Nathan. Nathan pun bersedia karena ini menyangkut Kakaknya.
"Kak.Rama kemana Mas?" Tanya Neta sudah dengan pakaian santainya.
"Menemui Kakak."Jawab Nathan.
"Kak.Rama tau Kakak dimana?" Tanya Neta penasaran.
"Baru saja Kak.Rama menghubungi Kakak dan Kakak memberitahukan dimana Kakak." Jelas Nathan.
"Kak.Rama bisa menghubungi Kakak?" Tanya Neta semakin penasaran. Nathan pun hanya mengangguk.
"Kamu tidur bersama Kana tidak apa-apa?" Tanya Nathan.
"Iya Mas. Nanti biar Bik.Lulu tidur bersana Neta juga. Takut-takut Kana bangun malam-malam Neta ga tau." Jawab Neta.
"Baiklah. Kakak ke kamar dulu ya." Pamit Nathan.
Neta pergi memanggil Bik.Lulu untuk nenemaninya tidur. Bik.Lulu pun menurutinya. Bik.Lulu merasa kasihan kepada Kana yang tak tau menau masalah orang tuanya tapi Kana malah kena imbasnya.
Rama datang menemui Nayya di apartemen Nayya yang dibelinya dari has tabungannya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Nayya memang memiliki tabungan warisan yang di berikan oleh Ibu kandungnya. Yang Nadin berikan tanpa sepengetahuan Nayya dari mana asal tabungan itu.
Nayya mempersilahkan Rama masuk kedalam. Rama pun masuk setelah pintu apartemen di tutup Rama segera menghambur memeluk Nayya. Rama menuntun Nayya duduk di sofa.
"Maafkan Mas Dek. Karena Mas kamu seperti ini." Ucap Rama.
Nayya tersenyum tulus kearah Rama.
"Tidak ada yang salah. Ini semua keputusan Nay Mas." Ucap Nayya.
"Tidak seharusnya Mas melibatkan kamu dalam pengasuhan Kana." Sesal Rama.
"Ngga Mas. Ini semua keputusan Nayya sendiri." Ucap Nayya.
__ADS_1
"Tapi Dek." Ucap Rama menggantung.
"Ngga apa-apa Mas. Nayya hanya mau sendiri dulu. Nanti Nayya pulang setelah Nayya tenang. Nayya sedikit kecewa dengan ucapan Papa tapi Nay pun tidak menyalahkan Papa. Karena apa yang Nay putuskan adalah keputusan Nay sendiri
" Jelas Nayya.
Rama membawa Nayya kedalam pelukannya. Kali ini Nayya membalas pelukan Rama.
"Pulanglah. Nanti Nayya berikabar setelah Nay pulang." Ucap Nayya.
"Dek," Rengek Rama.
"Nay ga apa-apa Mas." Ucap Nayya meyakinkan Rama.
"Ikutlah pulang sama Mas ya." Bujuk Rama.
"Kita bukan muhrim Mas." Jawab Nayya.
"Ya sudah Mas halalkan Kamu besok dek." Ucap Rama merasa bersalah.
"Mas,, sudah sana pulang. Kasihan Kana kamu tinggal terlalu lama." Usir Nayya.
"Kana Mas titipkan pada Nathan karena Mas ada urusan lebih penting dengan Mominya Kana." Jawab Rama.
"Mas, kok gitu. Pokoknya besok Mas bawa Kana pulang Nayya ga mau tau." Ancam Nayya.
" Iya nanti Mas bawa Kana kesini ya." Goda Rama.
"Mas." Rengek Nayya.
"Baiklah Mas pulang dulu ya. Kamu hati-hati. Kalau ada apa-apa cepet hubungi Mas." Pesan Rama.
Rama pun pulang tanpa memberitahukan kepada Nayya jika Nadin di rumah sakit karena memang Rama pun tak mengetahui perihal Nadin yang masuk ke rumah sakit.
"Kok sepi Bik?" Tanya Rama.
"Kan nyonya di rawat Den sejak kemarin." Jawab Bibik.
"Hah! Beneran Bik?" Tanya Rama.
"Masa saya bohong Den. Kemarin Nyonya pingsan pas tau Non.Nayya pergi." Jawab Bibik lagi.
"Astaga! Ya sudah saya mau ambil Kana Bik." Ucap Rama sambil duduk di sofa ruang keluarga.
"Mari Den. Neng.Kana lagi di suapin sama Non.Neta." Jawab Bibik sambil menunjukan dimana Kana berada.
"Makasih Bik." Ucap Rama kemudian segera beranjak menemui Neta dan Kana.
"Assalamu'alaikum." Ucap Rama mendekati Neta dan Kana.
"Wa'alaikum salam. Eh, Kakak udah datang. Udah sarapan Kak?" Tanya Neta.
"Sudah. Ga sekolah Dek?" Tanya Rama.
"Ngga Kak libur. Kelas 12 lagi ujian." Jawab Neta.
"Nathan udah pergi?" Tanya Rama lagi.
"Belum Kak masih di kamar kayanya." Jawab Neta. Rama pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalikkan badannya untuk masuk kembali ke dalam.
"Kak." Panggil Neta.
"Ya." Jawab Rama sambil melihat kearah Neta kembali.
__ADS_1
"Kak.Nayya?" Tanya Neta takut-takut.
"Nayya baik-baik saja dek. Nanti Kakak ajak dia ke rumah sakit sekalian bawa Kana juga. Kamu mau ikut sekalian?" Tanya Rama.
"Boleh Kak?" Tanya Neta senang.
"Boleh dong. Sana bawa Kana mandi sekalian kamu juga. Setelah itu kita jemput Nayya." Titah Rama.
Neta pun dengan semangat langsung membawa Kana untuk dimandikan. Tak lupa Neta menyimpan mangkuk bekas makan Kana kedapur.
"Kak, kok kesini?" Tanya Neta heran.
"Kan kita jemput Nayya dulu sebelum ke rumah sakit." Jelas Rama.
"Owh! Iya Neta lupa Kak." Jawab Neta sambil menampilkan deretan giginya.
"Net, kamu gak apa-apa kan kalau Kakak minta yunggu di sini? Kasihan Kana bobo." Pinta Rama.
"Iya gpp Kak. Neta pindah di belakang aja ya Kak biar enak boboin Kana nya." Usul Neta.
"Boleh." Jawab Rama.
Setelah membantu Neta pindah Rama segera masuk menemui Nayya.
"Mas, Kok pagi-pagi udah kesini? Gak kerja? Kana mana?" Tanya Nayya saat melihat Rama sudah berada di apartemen nya.
"Masya Allah Mas jawab yang mana dulu nih?" Ucap Rama. Nayya pun hanya menampilkan deretan giginya.
"Yok siap-siap." Titah Rama.
"Kemana?" Tanya Nayya.
"Nanti kamu juga tau. Udah sana cepet mandi." Ucap Rama sambil mendorong Nayya masuk kedalam kamarnya.
"Nayya udah mandi Mas." Bela Nayya.
"Ya udah sana cepet ganti baju." Titah Rama.
Setelah siap Nayya pun keluar yang Nayya pun gak tau kemana Rama akan membawanya. Setelah melihat Nayya siap Rama pun bangkit dari duduknya dan membawa Nayya keluar dari apartemen Nayya.
"Loh, Dek." Ucap Nayya saat memasuki mobil Rama.
Neta hanya menampilkan deretan giginya saat Nayya masuk kedalam mobil dan terlihat terkejut ketika melihat dirinya.
"Mas." Panggil Nayya sambil menunjuk kearah belakang.
"Iya. Mas sengaja membawa Neta ikut biar ada yang jaga Kana soalnya Mominya Kana lagi mode ngambek. Kebetulan Neta juga libur." Goda Rama.
"Maas,,, Ih." Rengek Nayya memukul lengan Rama.
Semenjak acara pertunangan Refa Nayya dan Rama memang sudah tampak lebih akrab setelah keduanya sama-sama saling menjaga Kana seharian penuh. Nayya lebih menampakkan sisi manjanya kepada Rama dan Rama pun selalu memberikan perhatian yang lebih.
Rama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Nayya fikir Rama akan membawanya pergi berlibur dengan membawa Kana dan Neta. Tapi, saat mobil Rama memasuki pelataran parkir rumah sakit kening Nayya mengkerut.
"Kenapa ke rumah sakit Mas?" Tanya Nayya heran.
"Kana sakit ya?" Ucap Nayya panik kemudian menengok ke belakang dan memegang dahi Kana.
"Ngga sayang." Ucap Rama.
Deg
"Astaga jantung Gw. Aduh kenapa Mas Rama bilang sayang jantung gw serasa mau copot ya." Batin Nayya.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏