
"Sayang, besok kita pindah dari sini ya?" Ajak Angga. Nadin hanya diam tak menjawab ajakan Angga. Dalam hatinya sudah memaafkan semuanya tapi masih ada sedikit rasa yang mengganjal.
"Sayang." Panggil Angga lembut sambil mengusap rambut Nadin yang terurai.
Angga mengendurkan pelukannya lalu menatap manik mata Nadin. Terdapat keraguan dimatanya. Angga menangkup wajah Nadin dan mengecup keningnya lama.
"Kita pindah ke rumah kita sayang." Bisik Angga.
Nadin mendongakkan kepalanya menatap manik mata Angga mencari kebohongan namun hanya ketulusan yang terpancar dari mata Angga.
"Semua akan baik-baik saja sayang. Besok kita kerumah Ayah dan Ibu hanya untuk berpamitan." Jelas Angga. Nadin hanya menganggukan kepalanya dan kembali membenamkan kepalanya di dada bidang Angga.
"Malam ini Mas boleh menginap disini kan? Mas kangen kamu sayang." Bisik Angga lembut. Lagi-lagi Nadin hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab apapun.
"Sayang, Mas jadi gemes deh. Kamu dari tadi ga ngomong sepatah kata pun." Rengek Angga.
"Lantas Nad harus bilang apa?" Tanya Nadin dengan nada manja.
"Apapun sayang. Kamu kangen Mas, Sayang Mas atau apapun." Jelas Angga. Namun Nadin malah mengeratkan pelukkannya.
Angga dan Nadin duduk di bangku teras belakang rumah kontrakan menikmati sore hari melihat anak-anaknya bermain. Sementara Baby Neta dalam gendongan Angga.
Nadin mengupas buah untuk kedua anaknya. Mba.Sus menyiapkan makan malam di dapur namun sebelumnya Mba.Sus berbelanja terlebih dahulu ke supermarket terdekat menggunakan mobil Angga.
"Mba.Sus." Tiba-tiba ada orang yang memanggil Mba.Sus saat dirinya tengah memilih sayuran. Mba.Sus menoleh kearah sumber suara.
"Bu.Kasih." Ucap Mba.Sus.
"Dimana Nadin?" Tanya Kasih.
"Dirumah Bu." Jawab Mba.Sus santai. Karena tak ada lagi yang harus dia sembunyikan. Toh, Angga tuannya sudah menemukan nyonya nya.
__ADS_1
"Dirumah! Maksud kamu?" Tanya Kasih lagi.
"Iya Bu. Di rumah kontrakannya. Setelah tenang Ibu pasti pulang ke kediaman Bagaskara." Jelas Mba.Sus.
"Tenang? Kontrakan? Maksud kamu?"
"Nanti biar Ibu yang menjelaskannya Bu. Saya tidak memiliki wewenang apapun." Jawab Mba.Sus.
"Dimana kontrakannya?"
"Nanti saja Bu. Nanti Bu.Nadin pasti akan menghubungi Ibu."
"Mba.Sus, kenapa susah sekali kamu hanya tinggal menjawab dimana Nadin itu saja." Ucap Kasih sedikit kesal.
"Maaf Bu. Saya permisi saya sudah di tunggu Ibu dan Bapak." Pamit Mba.Sus.
"Tunggu. Bapak? Ka.Angga?" Tanya Kasih lagi.
"Iya. Siapa lagi?"
"Sudah Bu. Maaf Bu permisi." Mba.Sus pun pergi meninggalkan Kadih yang masih bingung. Kasih melihat Mba.Sus mengendarai mobil Angga. Kasih pun semakin yakin bahwa Angga sudah bersama dengan Nadin.
📱Rif, Nadin udah ketemu?
📱Serius? Dimana?
📱Gw nanya Elu be**.
📱Eh, to*** kalo Gw tau juga pasti Gw kabarin Lu semua.
📱Ka.Angga udah sama Nadin Rif. Gw barusan ketemu Mba.Sus nya anak-anak Nadin.
__ADS_1
📱Yakin Lu? Dimana? Mirip aja kali.
📱Gw yakin Rif. Soalnya Mba.Sus bawa mobilnya Ka.Angga.
📱Ya udah Gw balik sekarang.
Sambungan telepon pun terputus. Kasih melanjutkan berbelanja. Sementara Arif pulang kerumah untuk memastikan Nadin sudah pulang.
Sampai di rumah Arif mencari keberadaan Nadin dan anak-anaknya. Namun Arif tak menemukan siapapun.
"Cari siapa Rif." Tanya Ibu yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Nadin Bu." Jawab Arif dan Ibu pun meneteska air matanya mendengar kata Nadin yang di ucapkan Arif.
"Mas.Angga sudah menemukan Nadin Bu. Itu yang dikatakan Kasih." Jelas Arif dan sontak membuat Ibu menatap dalam Arif mencari kebenarannya. Arifpun seolah mengerti maksud dari mertuanya dan Arif menganggukan kepalanya.
"Mana ponselmu?" Tanya Ibu.
"Untuk apa?" Tanya Arif kembali.
"Pinjam."
"Hah!"
"Pinjam. Ga mau kamu pinjemin ponsel kamu?"
"Heh. Eh, iya ini." Jawab Arif gugup sambil menyerahkan ponselnya pada Ibu mertuanya.
Ibu mengetikan nomer Angga untuk menghubungi Angga. Namun setelah lima kali panggilan Angga tak menjawab panggilannya. Ibu menatap Arif.
"Kita tunggu saja Mas.Angga pulang Bu. Arif yakin Mas.Angga sudah bertemu dengan Nadin." Ucap Arif menyakinkan mertuanya.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Ibu seraya menyerahkan kembali ponsel milik Arif. Dan Ibu pun kembali masuk kedalam kamarnya.
Tbc...