Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Malam Panjang


__ADS_3

Malam hari Angga meminta Nadin untuk beristirahat sementara Angga menemani ketiga anaknya bermain sejenak sebelum mereka semua tidur. Angga selalu saja menyempatkan untuk bermain bersama ketiga anaknya.


Nadin pun merebahkan badannya di kasur karena seharian tadi mereka semua bermain di taman. Nadin sangat beruntung memiliki suami yang pengertian. Angga selalu mengerti jika Nadin perlu memanjakan diri ya sendiri.


"Anak-anak sudah tidur sayang?" Tanya Nadin saat Angga masuk kedalam kamar mereka.


"Sudah sayang." Jawab Angga lembut.


Angga kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Kemudian menyusul Nadin ke tempat tidur. Angga pun merentangkan tangannya kemudian Nadin masuk kedalam pelukan Angga.


Begitulah mereka saat tidur. Angga selalu memberikan lengannya untuk di jadikan bantal oleh Nadin. Nadin merasakan kenyamanan yang luar biasa berada dalam pelukan Angga.


"Sayang. Apa Neta tidak perlu kita buatkan adik?" Goda Angga.


"Hah! Ngga yah. Cukup tiga orang anak saja." Jawab Nadin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Kalo prosesnya boleh dong tiap hari." Goda Angga kembali.


"Sayang ih, udah tua juga masih saja mesum." Jawab Nadin semakin menundukan kepalanya di dada bidang Angga.


Ya walaupun Angga sudah beranak tiga dan umurnya sudah tidak muda lagi namun Angga masih terlihat gagah dan tampan. Ketampanannya menurun kepada Nathan.


"Mesum sama istri sendiri sih ga apa-apa dong sayang." Jawab Angga sambil tangannya berkeliaran menggoda Nadin.


Akhirnya Nadin pun pasrah nengikuti permainan sang suami. Dan terjadilah malam panjang untuk keduanya. Nyanyian-nyanyian merdu penuh gairah pun menggema di kamar mereka yang kedap suara.


Pagi hari Nadin sudah wara-wiri menyiapkan keperluan suami dan anak-anaknya terutama Nayya yang sudah bersekolah. Beruntung Nadin di bantu oleh empat orang maid dan Mba.Sus.


Sebenarnya Nadin tak perlu ikut membantu pun urusan semuanya akan beres di kerjakan para maid. Tapi, bukan Nadin namanya jika dia hanya berdiam diri saja. Walaupun semalaman suntuk dirinya harus melayani suaminya. Nadin tak pernah melupakan kewajibannya.


Itulah yang selalu maidnya banggakan dari Nadin. Nadin tak pernah sungkan untuk membantu mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

__ADS_1


Setelah semuanya siap Nadin membangunkan suaminya terlebih dahulu. Memintanya mandi. Setelah Angga masuk kedalam kamar mandi Nadin membereskan tempat tidur. Mengganti sprei dengan sprei yang baru kemudian menyiapkan pakaian untuk di pakai suaminya di atas tempat tidur.


Setelah siap untuk Angga. Nadin pun menuju kamar Nayya. Dilihatnya Nayya sudah berpakaian rapih. Ya, Nayya memang sangat mandiri. Kemandirian Nayya di contohkan dari Nadin. Nayya selalu ingin menjadi seperti sang Mama yang penuh dengan kesabaran.


Dirasa anak sulungnya telah siap. Nadin menuju kamar Nathan. Dan ternyata Nathan baru saja selesai mandi di temani Mba.Sus. Nadin pun keluar kembali menuju kamar anak bungsunya.


Saat Nadin membuka kamar Neta. Neta tengah asik bermain di tempat tidurnya. Ya, Neta memang sudah di latih untuk tidur sendiri walaupun seluruh kamarnya harus di lengkapi dengan pengamanan agar Neta aman.


"Hai, anak Mama. Selamat pagi." Ucap Nadin


"Mama..." Ucap Neta.


"Kita mandi yuk anak pinter." Ajak Nadin. Kemudian Nadin pun menyiapkan air untuk Neta mandi. Setelah siap Neta pun dimandikan oleh Nadin.


Setelah semuanya siap. Semua pun berkumpul di meja makan untuk sarapan. Ya begitulah keseharian Nadin setiap pagi. Nadin menyuapi Neta terlebih dahulu sebelum dirinya makan.

__ADS_1


Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2