
Pagi hari Nadin dan Mba.Sus sudah berkemas mereka akan meninggalkan kontrakannya dan pindah ke rumah baru yang Angga sudah siapkan untuk keluarga kecilnya.
Mba.Sus sudah memasukan semua barang bawaannya kedalam mobil Nadin. Karena rencananya Mba.Sus akan membawa mobil Nadin menuju kediaman Bagaskara terlebih dahulu.
Angga dan kuarganya masuk kedalam mobil Angga. Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di posisi depan sementara Mba.Sus berada tepat di belakang mobil Angga.
Sampai di kediaman Bagaskara Angga memarkirkan mobilnya dan Mba.Sus memarkirkan mobil Nadin persis di sebelah mobil Angga. Mereka semua masuk kedalam rumah. Angga terus menggenggam tangan Nadin meyakinkan semuanya baik-baik saja.
"Assalamu'alaikum." Sapa Angga dan Nadin.
"Wa'alaikum salam." Jawab semuanya yang tengah sarapan di meja makan.
"Nadin." Ibu bangkit dari duduknya menghampiri Nadin dan memeluk erat Nadin.
"Maafkan Ibu Nak." Ucap Ibu lirih.
Amel yang melihat kedatangan Nadin tak kuasa menitikan air matanya. Amel bangkit dari duduknya menghampiri Ibu dan Nadin yang tengah berpelukan.
"Teteh,," Ucap Amel dalam isaknya.
Nadin melepaskan pukan Ibu dan melihat kearah Amel yang tengah menangis. Nadin merentangkan tangannya dan Amel pun langsung menghambur kedalam pelukan Nadin.
__ADS_1
Amel hanya menangis tak berkata apapun. Nadin mengusap lembut punggung adik iparnya. Ibu menciumi pipi cucu-cucunya satu persatu. Mengambil alih Baby Neta dari gendongan Angga.
Ayah mengahampiri Angga dan memeluknya bangga. Begitupun dengan Arif. Anak-anak yang berada disana hanya terdiam tak mengerti menyaksikan drama antara orang dewasa. Mereka semua pun duduk di sofa ruang keluarga.
"Siapa nama bayi cantik ini?" Tanya Ibu.
"Netanya Bagaskara." Jawab Angga mantap.
Semua pun menengok kearah baby Neta yang membuka matanya dan melihat sekeliling merasa bingung kemudian menangis karena melihat beberapa orang yang tak di kenalnya. Mba.Sus segera mengambil alih Baby Neta dari gendongan Ibu. Kemudian membawa ketiga anak-anak Nadin dan Angga ke taman belakang.
"Yah, Bu. Angga dan keluarga hanya akan mampir sebentar. Kami akan pindah dari rumah ini." Pamit Angga.
"Iya. Angga memutuskan untuk pindah rumah. Tak jauh dari sini Yah, Bu. Hanya beberapa menit dari sini. Di komplek A. Nanti kami akan sering-sering mampir kesini ko." Jelas Angga panjang kali lebar luas keliling.
"Maafkan Kami ya Nad. Kamu pasti kecewa dengan kami semua." Ucap Ayah lirih.
"Tidak Yah. Nadin yang harusnya meminta maaf pada kalian karena Nadin sangat kekanak-kanakan." Sesal Nadin.
Ibu menghampiri menantu kesayangannya dan memeluknya.
"Tidak Nak. Kami memang salah mengabaikan kamu dalam keadaan kamu sangat membutuhkan kami." Ucap Ibu dalam pelukan Nadin.
__ADS_1
"Angga hanya tidak ingin ada lagi kesalah fahaman kedepannya nanti. Maka dari itu Angga putuskan untuk pindah Yah, Bu." Jelas Angga lagi
"Kalo itu sudah menjadi keputusan kalian Ayah hanya bisa mendukung dan mendo'akan." Ucap Ayah.
"Gw minta maaf ya Nad." Ucap Arif pada Nadin.
"Sudahlah semuanya sudah Nad maafkan. Nad juga minta maaf karena bersikap kekanak-kanakan."
"Hotel di kota Jk. Ayah serahkan kepemimpinannya pada Ivan. Dia yang akan mengelolanya. Sementara pabrik Nando dan Dadang orang kepercayaan Ayah yang akan mengelola. Karena Nando masih butuh bimbingan dalam pengelolaan. Kamu fokus dengan hotel pusat saja Nak." Jelas Ayah panjang kali lebar luas keliling.
"Bagaimana dengan keluarganya Ivan Yah?" Tanya Angga.
"Mereka bersedia pindah ke kota Jk." Ucap Arif.
"Terima kasih Yah." Ucap Angga pada Ayahnya.
"Kalian sudah memberi kabar Mama dan Bapak Nadin?" Tanya Ayah kembali.
"Sudah Yah. Semalam Angga sudah menelfon Mama. Dan mengatakan rencana kepindahan kami. Mama dan Bapak pun menyerahkan semua keputusan pada Angga Yah."
Sampai disini dulu yah. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih semuanya 🤗🙏🙏🙏🙏
__ADS_1