
Kata Sah menandakan jika sekarang Nathan dan Rika telah menjadi sepasang suami istri. Rika pun diminta keluar dari kamar untuk menemui Nathan yang sekarang berstatus sebagai suaminya.
Nathan menatap Rika intens. Kekasih hati yang kini telah menjadi istrinya. Degup jantung Nathan dan Rika semakin cepat. Walau keduanya telah lama berpacaran namun kali ini keduanya bertemu dengan status baru.
Segala macam ritual pun telah usai dilaksanakan. Siang nanti akan di adakan resepsi di hotel milik keluarga Rian. Setelah beristirahat sejenak semua keluarga pun menuju hotel tempat resepsi dan tentunya sepasang mempelai juga.
Rika dan Nathan sudah berada di kamar dengan penata rias yang tengah memperbaiki tatanan make up Rika. Dan Rika pun sudah berganti pakaian menggunkana pakaian untuk acara resepsi.
Nayya dan keluarga kecilnya sekarang berada di satu kamar yang sudah di sediakan. Seperti biasa Nayya selalu memberikan ASInya bergantian adik dan Kakaknya.
Kali ini Kanaya kebagian lebih dulu karena Kalila masih asik tertidur. Setelah Kanaya tertidur Nayya pun harus segera mengisi asupan ASInya kembali. Nayya pun disuapi oleh Rama dan tak lupa minum susu ibu menyusui.
Tak berapa lama Kalila pun terbangun dan ingin menyusu. Maka dengan sigap Nayya pun segera mengASIhi Kalila.
"Sayang, biarkan Kanaya minum susu seperti biasa. Kamu terlihat sangat lelah." Pinta Rama merasa kasihan karena istrinya harus mengASIhi kedua putrinya.
"Tidak apa-apa Mas. Nanti Kanaya akan berhenti sendiri. Pelan-pelan yah." Ucap Nayya seraya memberikan ASI nya kepada Kalila.
"Terima kasih sayang. Makin sayang dan cinta deh Mas sama kamu." Ucap Rama mengecup puncak kepala Nayya.
"Sama-sama. Nayya juga ucapkan terima kasih karena Mas terus memberikan dukungan kepada Nayya untuk mengASIhi kedua putri kita." Ucap Nayya tulus.
Rama pun memeluk Nayya dari samping karena tidak ingin mengganggu acara minum susu Kalila. Kalila pun menatap Mominya seolah mengerti dengan suasana Kalila memberikan senyumannya di sela minum susunya.
"Eh, anak Momi tersenyum. Kenapa? Lucu ya liat Papa manja kaya Kali sama Kakak Kana." Ucap Nayya pada bayi yang baru saja berusia lima hari.
"Eh, Kalo udah bisa liat ya sayang?" Tanya Rama.
"Kalau kata orang tua dulu katanya udah liat bayang-bayang kita dan mengenali ibu dan bapaknya. Tapi, kalau menurut medis kalau udah keluar air mata ya penglihatan udah jelas gitu sih Mas." Jawab Nayya.
"Hmm... Lucu ya. Bentar lagi dia udah mulai protes nih kalau Mominya di ganggu." Ucap Rama lagi.
"Mas, ih. Udah sana mandi siap-siap sebentar Nayya boboin Kali dulu." Ucap Nayya.
"Nanti ah Yang mandinya sama kamu aja." Ucap Rama.
"Mas, nanti ga ada yang jaga anak-anak dong." Ucap Nayya.
__ADS_1
"Ga apa-apa Yang mereka kan tidur. Janji ga lama kok kita mandinya." Ucap Rama bernegosiasi.
"Ish... Alasan. Awas ya ampe lama." Jawab Nayya.
"Iya Yang. Kan kamu juga belum 40hari." Keluh Rama dan Nayya pun tersenyum melihat suami tercintanya.
"Tapi kamu bantuin Mas ya sayang." Rajuk Rama.
"Iya sayang." Jawab Nayya.
Setelah semuanya siap Nayya dan Rama pun keluar dari kamar dengan membawa kedua anaknya untuk menghadiri resepsi Nathan dan Rika.
Acara begitu mewah karena Rika merupakan anak tunggal dari pasangan Kasih dan Rian. Sementara Kasih dan Rian memiliki keluarga besar. Rian dengan tiga bersaudara begitu juga dengan Kasih yang hanya tiga bersaudara.
Nayya dan Rama tak bisa menghadiri acara hingga usai karena mengingat Nayya membawa bayi. Dan semua pun memakluminya. Nayya dan Rama pun menginal di hotel tersebut.
Mega datang bersama kedua orang tuanya karena undangan dari Kasih. Karena Ayah dari Mega merupakan rekan sejawat Kasih dan Nadin. Hanya saja Ayah Mega bertugas di sebuah rumah sakit sementara Kasih memilih sebagai tenaga pengajar dan Nadin menjadi ibu rumah tangga.
"Neta." Panggil Mega dengan gaya khasnya.
"Astaga Bidadari dari mana nih? Ga salah kostum Lu?" Goda Netanya melihat Mega yang tomboy mengenakan gaun.
"Caelah ngambek. Iya deh cantik tapi di liat dari lubang sedotan ya." Goda Netanya lagi.
"Pak.Yoga nyebelin tuh istrinya." Adu Mega pada Yoga yang berada di sisi Netany.
"Ceh,, ngadu Lu." Ucap Netanya.
"Mega udah cantik begini mana Pangerannya?" Goda Yoga.
"Astaga! Sayang, emang ada ya pangerannya?" Goda Netanya lagi.
"Ih,, nyebelin ya kalian. Awas ya. Kalo ampe gw punya pangeran bakalan gw kekepin biar Lu pada puas." Ucap Mega dan langsung membalikkan badannya untuk kembali ke tempat kedua orang tuanya. Tapi,,
Brug
Mega langsung menubruk badan tegap seseorang dan Mega pun langsung mendekapnya karena takut terjatuh. Matanya pun ia pejamkan karena takut terjatuh dan malu.
__ADS_1
"Astaga Mega,, ga di tempat umum juga kali Lu kekep pangeran Lu." Goda Netanya.
Perlahan Mega pun membuka matanya dan mendongakkan kepalanya keatas dan sekejap pandangannya terus tertuju pada seseorang yang tengah di dekapnya dan mendekapnya.
"Astaga! Jantung gw kenapa jadi kaya gini. Aduh, ni cowok bikin gw meleleh." Batin Mega yang terus menatap mata orang tersebut.
"Ibu... Ayah... Bidadarinya ada di sini dalam pelukan Gaga. Tolong cepet nikahin kita Yah, Bu." Batin Gaga yang tak lain dan tak bukan orang yang bertabrakan dengan Mega.
"Aduh, Keenakan sih ini mah kayanya." Sindir Netanya.
Dan spontan keduanya pun saling melepaskan pelukannya. Dan keduanya pun tampak kikuk di tatap banyak pasang mata.
"Gimana rasanya di peluk pangeran?" Goda Netanya.
"Netanya... Ih... Tau ah." Jawab Mega kemudian berlalu menuju orang tuanya.
Netanya dan Yoga pun tertawa melihat tingkah sahabatnya itu. Gaga pun langsung menundukkan wajahnya dan berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Kakak belum punya nomernya ya. Nih Neta kasih." Ucap Netanya menyodorkan ponselnya dengan layar menunjukkan nomer Mega.
"Eh, apaan sih dek. Kakak ga minta nomernya kok."Ucap Gaga jaga gengsi.
"Udah save aja Ga. Mumpung cewek gw lagi baik ngasih nomernya ke Lu. Dari pada ntar malem Lu bayangin dia mending Lu telfon." Goda Yoga.
"Astaga kalian. Ngga,, ngga." Tolak Gaga yang berkebalikan dengan isi hatinya yang menginginkan nomer ponsel Mega.
"Udah Yang kirim aja nomernya. Sok jual mahal Lu." Ledek Yoga.
Netanya pun segera mengirimkan nomer ponsel milik Mega pada Gaga.
"Udah tuh. Sok di tatap yang puas. DP nya foti dia tuh." Goda Netanya.
"Hm..." Jawab Gaga singkat.
"Eh, anak pinter bilang apa sayang?" Goda Yoga.
"Astaga! Makasih." Ucap Gaga frustasi dengan segala godaan Netanya dan Yoga.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🤗