Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Sakit


__ADS_3

Semua mata nenatap Angga. Angga yang merasa semua pandangan berarah kepadanya menghela nafas panjang dan mulai memperbaiki duduknya dan meminum kopi sejenak.


"Tadi subuh tiba-tiba Nadin muntah-muntah. Gw udah bilang ke dia biar Lu periksa Al. Cuma dia ga mau. Dia cuma minta air lemon aja. Terus Gw suruh dia tidur lagi udah gitu aja." Terang Angga panjang kali lebar luas keliling bangunan.


Saat semua mencerna penjelasan dari Angga tiba-tiba terdengar suara ribut diatas seperti barang jatuh. Angga dan yang lainnya langsung berlari menuju pusat suara.


"Sayang." Jerit Angga langsung membawa Nadin kembali ke tempat tidurnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Angga lembut.


"Tadi Nad muntah-muntah lagi Mas. Terus pas Nad mau balik tidur kepala Nad pusing jadi Nad jatuh." Jelas Nadin terbata.


"Gw periksa sekalian Ga." Tawar Aldo.


Angga pun berpindah ke sisi lain Nadin dan membiarkan Aldo memeriksa Nadin. Semua berkumpul menunggu hadil pemeriksaan Aldo.


"Nad, Lu telat datang bulan ya?" Tanya Aldo dan membuat semua mata tertuju pada Nadin.


"Hah!" Jawab Nadin bengong.


"Sayang kamu?" Tanya Angga menggantung.


"Nad lupa Mas. Kapan Nad terakhir datang bulan." Jawab Nadin kembali.


"Mih, masih bisa periksa ibu hamil?" Tanya Ivan.

__ADS_1


"Kayanya masih Pih."


"Ya udah tunggu apa lagi? Lu cek sana Mih." Pinta Rian.


"Sabar kenapa Mas." Dina pun langsung menghampiri Nadin dan memeriksanya.


"Nad, Lu ga berasa apa-apa?" Tanya Dina pada Nadin.


"Ngga." Jawab Nadin singkat.


"Mas?" Tanya Dina.


"Mana Gw tau Din."


"Ini udah gede Nad. Tiga bulanan."


"Aduuuh.... Biasa aja kali." Jawab Dina sambil menutup telinganya.


"Mih, jangan becanda ah." Ujar Nadin ga percaya.


"Nih, biar yakin." Santi menyerahkan doptone kepada Dina.


"Nah, jelaskan tiga bulan lebih nih."


"Loh, ko Gw ga berasa apa-apa sih. Terus kenapa baru ini Gw mual-mual ya." Tanya Nadin heran.

__ADS_1


"Biar pasti pulang dari pulau kita ke dokter ya sayang." Jawab Angga lembut.


"Udah Ga sekarang Lu udah tau jadi jangan usaha terus Lu." Canda Rian pada Angga.


"Breng shek Lu." Jawab Angga sambil melempar bantal ke arah Rian.


"Udah bubar Lu pada biarin Nadin istirahat." Usir Kasih di kamar Nadin.


Semua pun keluar dari kamar Nadin dan Angga.


"Eh, untung pas kemarin Amel lahiran ga kenapa-napa ya Kas." Ucap Santi cemas.


"Iya juga ya. Untung Si Teteh strong." Jawab Amel.


Suasana kembali normal setelah keributan terjadi di pagi hari. Para orang tua belum di kabari mengenai kehamilan Nadin karena semua ingin jelas terlebih dahulu mengenai kehamilan Nadin.


Sementara di rumah orang tua Nadin. Nathan sakit demam dan mengharuskan di bawa kerumah sakit. Ibu dan Ayah sudah datang ke kota J. Dan langsung menuju rumah sakit sesuai petunjuk dari Mamah Nadin.


"Gimana keadaan Nathan Mah?" Tanya Ibu Angga.


"Lebih baik dari pagi tadi Bu. Gimana kira-kira Angga dan Nadin kita beritahu atau kita lihat kondisi Nathan saja dulu?" Tanya Mamah panik.


"Kita liat saja dulu kemajuannya Bu." Jawab Ayah bijaksana. Dan di setujui oleh Semuanya.


Nayya tertidur di pangkuan Omanya. Sementara Mama menunggu Nathan di samping tempat tidur Nathan. Opa dan Aki pergi ke kantin rumah sakit untuk bersantai sejenak minum kopi.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2