Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pernikahan Refa dan Agiel


__ADS_3

Hari ini hari pernikahan Refa dan Agiel yang mau tak mau harus tetap di laksanakan. Suasana haru pun menyelimuti rumah utama. Nadin dan Angga yang semula memutuskan untuk tetap di rumah mereka karena sebagian besar keluarga sahabatnya ada di sana pun akhirnya memutuskan untuk tetap di rumah utama.


Nadin membawa serta Kanaya menginap di rumah utama karena kehadirannya cukup menghibur Amel. Kanaya pun seolah mengerti kesedihan Omanya. Kanaya selalu memeluk Amel kala berada di pangkuan Amel.


Nayya bersyukur Kanaya hadir di tengah-tengah keluarga besarnya. Begitupun Rama yang sangat bersyukur seluruh keluarga Nayya menerima dirinya dan Kanaya.


"Oma,,, don clay." Ucap Kanaya saat Amel tengah di dandani oleh MUA.


"Ngga sayang, Oma kelilipan sayang." Jawab Amel berbohong.


"Sayang cantik banget sih. Anaknya siapa jeng?" Tanya MUA nya yang seorang lelaki bertulang lunak.


"Anaknya Nayya. Cucunya Teh.Nadin." Jawab Amel.


"Ya Allah. Pantesan aja. Emaknya cantik bapaknya cakep anaknya ya begini ini. Eh, Nayya lagi hamil lagi kan?" Tanya MUAnya lagi.


"Iya. Ga sengaja jadi lagi deh." Jawab Amel becanda.


"Bisa aja jeng ini. Ga apa-apa masih muda jeng. Duh, mau deh dapet yang kaya suaminya Nayya." Ucap MUAnya polos.


"Hush! Udah cepet beresin makeup nya." Tegur Amel.


"Siap." Jawabnya singkat.


Kanaya terus berada di dekat Amel selama proses makeup.


"Oma,,," Panggil Kanaya pada Amel.


"Apa sayang." Jawab Amel.


"Opa mau Oma cenyum." Ucap Kanaya polos.


Deg...


Amel mematung sejenak kemudian menyunggingkan senyum getirnya mengingat suami tercintanya kemudian Kanaya pun menghambur kedalam pelukan Amel.


"Astaga anak kecil ini terbuat dari apa sih. Kok gw jadi ikut nangis sih." Gumam MUA nya.


"Don clay Oma." Ucap Kanaya.


"Ngga sayang." Ucap Amel lirih.


"Kana." Panggil Nayya menghampiri Amel dan Kanaya.


"Momi.." Ucap Kanaya berputar melihat ke arah pintu.


"Sayang. Makan dulu ya." Ajak kanaya membawakan sepiring nasi dengan perut yang membuncit.


"Oke Mom." Jawab Kanaya.

__ADS_1


"Oma, Ka mam dulu ya." Ucap Kanaya pada Amel.


"Makan yang banyak ya sayang biar cepet gede." Ucap Amel dan Kanaya pun menganggukkan kepalanya.


Nayya pun duduk di tepian tempat tidur bersama dengan Kanaya. Nayya terus menyuapi Kanaya sampai semua makanan yang berada di piring tandas. Saat Nayya melihat ke arah Ontynta Nayya seperti melihat bayangan.


Nayya terkesiap lalu menoleh kearah Kanaya yang seperti sudah mengetahui bayangan aneh tersebut namun yang lainnya tak menyadarinya.


"Kakak, Momi simpan piring dulu ya. Kakak jangan ganggu Oma ya." Pesan Nayya.


"Oke." Jawab Kanaya.


Nayya pun keluar dan mencari keberadaan Mamanya. Ternyata Mama Nadin tengah berada di meja makan bersama yang lainnya.


"Mah," Panggil Nayya.


"Kenapa?" Tanya Nadin.


"Bunda Kasih kapan datang?" Tanya Nayya.


"Sebentar lagi kayanya. Tadi katanya udah di jalan. Kenapa?" Tanya Mama Nadin.


"Ada yang mau Kakak tanyain sama Rika." Jawab Nayya.


"Loh, Rika udah datang. Di kamar Refa kayanya." Ucap Mama Nadin.


"Di jemput Mas Nath tadi pagi." Terang Mama Nadin.


Nayya pun segera ke kamar Refa menemui Rika. Ternyata disana bukan hanya Rika dan Amel tapi ada Netanya juga. Nayya masuk kedalam kamar Rika.


"Masya Allah. Cantik banget sih pengantinnya." Puji Nayya.


"Kakak bisa aja. Masih kalah sama Kakak." Ucap Refa.


"Tentu saja." Ucap Nayya sambil tertawa.


"Dih, pede banget sih Kak." Cibir Netanya.


"Eh, Kakak nikahin kamu ya." Canda Nayya.


"Eh, jangan harap bisa berjalan mulus ya ampe langkahin Rika sama Mas.Nath." Ucap Rika dan semua pun tertawa.


"Ri, Kakak minta tolong dulu dong sebentar." Pinta Nayya pada Rika.


"Boleh, ayo." Ajak Rika yang mengerti dengan sikap Nayya.


Keduanya pun keluar dari kamar makeup Rika. Setelah diyakini hanya ada mereka berdua Nayya pun berbisik pada Rika dan Rika terkejut kemudian mengangguk. Rika dan Nayya pun segera masuk kedalam kamar makeup Amel.


"Waah,,, Bunda cantik banget sih." Puji Rika pada Amel.

__ADS_1


"Kamu bisa aja Ri. Mana Bunda kamu?" Tanya Amel.


"Kayanya masih di jalan Bun." Jawab Rika.


Rika pun beralih pada Kanaya yang tengah asik bermain sendiri. Pandangan Rika menyapu seluruh ruangan makeup Amel dan.


Deg...


Rika meremas tangan Nayya dan Nayya pun tersenyum dan mengangguk ke arah Rika.


"Onty, Nayya ke depan dulu ya." Pamit Nayya.


"Onty juga mau kedapan Nay. Onty sudah selesai ini." Ucap Amel.


"Ya sudah ayok kita sama-sama saja." Ajak Rika.


Mereka berempat pun keluar dari kamar makeup Amel. Kanaya berjalan di samping Amel dan memegang tangan Amel. sedangkan Nayya bergandengan dengan Rika.


"Kamu melihatnya?" Bisik Nayya.


"Iya Kak." Bisik Rika.


"Kanaya seperti tau." Ucap Nayya.


"Serius?" Tanya Rika.


"Biarkan saja. Bersikaplah biasa." Jawab Nayya.


Mereka pun bergabung bersama yang lainnya. Tak lama rombongan pengantin pria pun datang. Acara segera di laksanakan. Papa Angga berlaku sebagai wali dari Refa menggantikan Almarhum Ayah Arif.


Suasana haru pun tercipta kala pengantin sungkeman kepada kedua orang tua. Karena Amel tak kuasa menahan kesedihannya Mama Nadin oun menggantikannya. Mama Amel di boyong masuk kedalam di temani oleh Nayya, Netanya, Rika dan Mama Arif.


Amel terus menangis di pelukan Mama Arif. Sementara acara terus berlangsung. Refa pun tak berhenti menangis sepanjang acara. Ariel pun berkali-kali memberikan tisu pada Amel. Para tamu undangan pun tak kuasa menitikan air mata mereka melihat keharuan yang terjadi.


Bagaimana tidak semua tahu yang terjadi dengan Arif. Beritanya sudah menyebar di kalangan rekan bisnisnya.


Setelah acara usai Refa dan Agiel pun menghampiri Amel di kamarnya. Refa memeluk erat tubuh Amel begitupun Amel yang memeluk tubuh anak semata wayangnya. Agiel memeluk dua wanita yang dia sayangi memberi kekuatan pada keduanya.


Setelah suasana cukup tenang semua kembali kepada rutinitas masing-masing. Agiel dan Refa masuk kedalam kamar Refa untuk beristirahat. Amel di temani Ibu dan Mama Arif di dalam kamarnya. Hingga tak terasa Amel pun tertidur di pangkuan Ibu setelah lelah menangis.


Acara resepsi yang semula akan di adakan secara megah pun menjadi sedikit sendu. Amel memberanikan diri berdiri di pelaminan menemani anak tersayangnya bersama dengan Angga kakaknya.


Semua tamu undangan pun tampak sedih melihat Amel dan Refa. Amel yang terus berusaha tegar menghadapi para tamu undangan dengan selalu berusaha menyunggingkan senyumannya.


Nadin terus menyapa para tamu undangan yang datang ditemani oleh Nathan. Sementara yang lain duduk di meja bundar VIP. Acara pun berlangsung sempurna walau kebahagiaan mereka terbalut oleh duka.


**Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah boleh banget kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


Yang minta visualnya di bayangin aja masing-masing ya 😊🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2