
Saat Gaga mulai menutup matanya dan siap berlayar di alam mimpi terdengar deru mobil yang datang. Gaga langsung berdiri dari tidurnya dan melihat siapa yang datang. Gaga memicingkan matanya memperhatikan orang yang datang menghampirinya.
"Assalamu'alaikum.." Ucapnya.
"Wa'alaikum salam.." Jawab Gaga.
"Maaf cari siapa ya?" Tanya Gaga.
"Saya Joko. Saya mau menjemput istri saya." Ucap orang yang ternyata Pakde Joko.
"Istri?" Tanya Gaga.
"Iya. Susi." Ucap Pakde.
"Owh! Maaf Anda suami Bude Susi? Perkenalkan saya Gaga adiknya Kak.Rama." Ucap Gaga malu.
"Owh! Pantas saya baru melihatnya." Ucap Pakde.
"Mari Pakde silahkan masuk. Mereka semua tertidur di teras belakang." Ucap Gaga memandu Pakde menuju taman belakang.
"Hah! Sudah lama?" Tanya Pakde.
"Sudah sekitar satu jam yang lalu." Jawab Gaga lagi.
Sampai di teras belakang nampak Mama sudah membuka matanya tengah mengusap lembut Nayya dan mencium keningnya kemudian bergantian pada Kanaya. Pakde dan Gaga pun menghangat melihat apa yang di lakukan Nadin pada anak dan Cucunya.
Dan ketika Mama menoleh ke arah dalam dilihatnya Gaga dan Pakde tengah berdiri menatapnya. Mama pun menyunggingkan senyumannya pada kedua lelaki beda generasi itu.
"Mau jemput Mba Mas?" Tanya Nadin pelan.
"Iya. Tapi, sepertinya kalian tidur pulas sekali." Ucap Pakde.
"Kami sudah cukup lama tertidur Mas." Jawab Nadin.
Bude dan Ibu Laras pun terusik mendengar suara bisik-bisik. Keduanya mengerjapkan mata dan menyesuaikan pandangan mereka.
"Loh Mas, sudah pulang?" Tanya Bude.
"Sudah. Masih ngantuk?" Tanya Pakde lembut.
"Ngga Mas. Sepertinya Susi sudah lama tidur di sini. Enak Mas sejuk." Jawab Bude.
"Ya sudah ayo bangun. Kelamaan nanti masuk angin." Ajak Pakde.
__ADS_1
"Eh, iya juga. Ayo Dek, Mba." Ajak Bude pada Mama Nadin dan Ibu Laras.
"Lah, ini gimana menantu dan cucuku." Ucap Ibu Laras.
"Biar saja dulu Bu. Mau di pindahkan juga Gaga ga enak sama Kak.Rama." Jawab Gaga.
"Ngga apa-apa Bu. Mereka sudah pakai selimut." Ucap Mama Nadin.
Pakde dan Bude pun berpamitan pulang. Mama Nadin dan Ibu asik mengobrol sambil menonton televisi yang baru saja di pasang oleh tukangnya. Tak lama datang Neta bersama dengan Yoga.
Yoga sedikit waspada ketika melihat Gaga berada di dalam rumah. Gaga tampak akrab dengan Mama dan Ibu.
"Assalamu'alaikum." Ucap Keduanya.
"Wa'alaikum salam." Jawab Ibu, Mama dan Gaga.
"Hei sayang, sudah pulang. Sini Mama kenalin kalian sama Gaga.
"Ga, ini adik bungsunya Nayya." Ucap Mama. Nadin.
"Netanya." Ucap Neta sambil mengulurkan tangannya.
"Gaga." Ucap Gaga. menerima uluran iparnya.
"Panggil saja Yoga." Ucap Yoga mengukurkan tangannya.
"Gaga. Adik Kak.Rama." Ucap Gaga.
Yoga pun menyunggingkan senyumnya ketika mendengar siapa Gaga. Hatinya sedikit lega mendengar penuturan Gaga tersebut. Hanya saja rasa cemburu tetap ada di hatinya. Walaupun Neta bersikap biasa saja pada Gaga malah cenderung acuh.
"Kalian sudah makan?" Tanya Ibu.
"Sudah Tante. Tadi kita mampir makan siang dulu sama Ayah dan Ibu." Jawab Neta.
"Owh! Begitu. Ya sudah. Sini gabung menonton bersama kita." Ajak Ibu.
"Mah, Tan. Yoga pamit lagi ke kantor. Ada meeting sore ini." Pamit Yoga.
"Owh! Ya sudah hati-hati ya Nak. Terima kasih sudah mengantar Neta pulang." Ucap Mama Nadin.
"Iya Mah. Yoga pamit ya Mah." Ucap Yoga lagi dan menyalami satu persatu orang yang ada di ruangan tersebut.
Mama Nadin dan Netanya pun mengantarkan Yoga sampai ke depan. Setelah mobil Yoga tak terlihat Mama dan Neta pun kembali ke dalam. Namun, baru saja keduanya membalikan badan dilihatnya mobil Rama memasuki halaman rumahnya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." Ucap Rama turun dari mobil.
"Wa'alaikum salam." Jawab Mama dan Netanya.
"Loh Dek, baru datang?" Tanya Rama pada Neta yang masih mengenakan baju seragamnya.
"Iya. Tadi pergi makan dulu sama orang tuanya Mas.Yoga." Jawab Netanya.
"Wah, sudah tahap makan-makan nih Mah." Ucap Rama pada Mamah.
"Ga apa-apa lah Nak. Besok kita nikahin aja mereka berdua." Ucap Mama Nadin sambil berlalu menuju ruang keluarga dan bergabung kembali dengan besannya menonton.
"Nah,, bener tuh Mah." Ucap Rama.
Sambil berlalu menyusul Mama Nadin. Dan Rama pun langsung menuju teras belakang menemui istri dan anaknya. Sesampainya di belakang Rama tersentuh melihat anak dan istrinya tengah tertidur pulas saling berpelukan di bawah selimut dan hanya di alasi oleh karpet tipis.
Rama duduk di samping Nayya kemudian mengusap lembut puncak kepala Nayya. Nayya pun merasakan ada yang menggangunya. Nayya membuka matanya perlahan dan dilihatnya Rama tengah duduk di sampingnya dan menatapnya intens.
"Hm.. Mas, sudah pulang." Ucap Nayya dengan suara khas bangun tidur.
"Sudah baru saja. Kenapa bangun?" Tanya Rama mengusap lembut pipi Nayya.
"Udah ga ngantuk." Jawab Nayya.
"Momi.." Ucap Kanaya karena merasa kehangatan pelukan Nayya tidak ada lagi.
"Ssstt... Sayang. Ini Momi." Ucap Nayya sambil menepuk-nepuk punggung Kanaya.
"Hmm.." Ucap Kana sambil membenarkan kembali posisi tidurnya.
Malam hari mereka semua berkumpul di rumah baru Rama dan Nayya. Namun, Rama dan Nayya belum menutuskan untuk pindah malam itu. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah orang tua Nayya kembali setelah acara makan malam usai.
Rama memutuskan untuk pindah akhir pekan nanti. Agar Nayya memiliki waktu untuk membereskan perlengkapan mereka semua tidak terburu-buru.
Kanaya tidur bersama Netanya. Sementara Nathan sedang di luar kota untuk menyelesaikan urusan hotel Papa nya. Karena Nathan memang sudah di libatkan dalam pengelolaan hotel olah Papa Angga.
Nini sudah kembali ke kota J sejak kemarin. Opa dan Oma yang berencana ke rumah Amel pun di urungkan karena akan mengantarkan Cucu pertamanya pindahan. Namun, setelah itu Bude meminta Opa dan Oma untuk tinggal bersamanya.
Opa dan Oma pun memutuskan untuk tinggal bersama Bude sementara waktu setelah itu seperti biasa mereka berdua berkeliling ke rumah anak mereka walaupun Mama Nadin selalu memaksa Opa dan Oma untuk hanya tinggal di rumah mereka saja.
Pagi ini Rama dan Nayya juga Kanaya sudah bersiap untuk pindahan ke rumah baru mereka walaupun semua barang mereka sudah di pindahkan sejak kemarin. Semua keluarga pun mengantarkan. Namun, tidak dengan orang tua Rama karena Ayah harus mengurus usahanya di luar kota yang membutuhkan kehadirannya.
Akhirnya hanya Gaga lah yang mewakilkan kehadiran keluarga Rama. Yoga pun sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Gaga karena Netanya pun tak begitu menghiraukan kehadiran Gaga adik dari Kakak iparnya.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏