
Sampai di rumah Nayya langsung turun dan sedikit berlari masuk. Rama sudah mengingatkan untuk tidak berlari tapi rasa khawatir Nayya lebih besar sehingga tak mengindahkan peringatan Rama.
"Assalamu'alaikum... Kana sayangnya Momi.." Teriak Nayya.
"Wa'alaikum salam. Kakak.. Kenapa teriak-teriak sih? Kana lagi bobok sama Rika di kamar." Ucap Nadin.
"Maaf Mah. Nayya kepikiran Kana terus dari tadi. Tapi, Kana ga apa-apa kan Mah?" Tanya Nayya panik.
"Duduk dulu sayang." Ajak Nadin pada Nayya.
"Bik.Mimin tolong ambilkan minum untuk Nayya." Titah Nadin pada Bik.Mimin.
"Ada apa Mah? Kana kenapa-kenapa ya?" Tanya Nayya lagi panik.
Rama masuk mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Nadin. Kemudian Rama duduk di samping Nayya.
"Sayang, kamu tenang deh. Kana ga apa-apa." Ucap Rama menenangkan.
"Iya Kak. Tadi memang Kana sempat nangis pas jalan ke kamar Kana ga nemuin Kakak. Terus Mas.Nath sama Rika bawa Kana ke taman. Pulang dari Taman Kana bobo deh kecapean." Jelas Nadin.
"Tuh kan sayang." Ucap Rama.
"Ngga Mas, Mah. Pokoknya perasaan Nayya ngga enak." Ucap Nayya.
Kemudian ponsel Rama berbunyi. Rama melihat nama Nathan. Rama melihat ke arah Nayya dan Nadin. Kemudian Rama mengangkat panggilan dari Nathan.
📱Halo Nath (Rama)
📱Kak, kalau lagi deket Kakak tolong menjauh dulu Kak.(Nathan)
Rama pun beranjak dari duduknya menjauh dari Nayya dan Nadin.
📱Iya gimana?(Rama)
📱Nath di kantor polisi deket komplek. Kakak kesini sekarang. Bilang aja mobil Nath mogok.
📱Baiklah.Tunggu Saya di situ. (Rama)
Rama pun memutuskan panggilan telfonnya. Kemudian mendekat lagi ke Nayya dan Nadin.
"Kenapa Mas?" Tanya Nayya.
"Mobil Nath mogok katanya. Mas susul dulu ya sayang." Pamit Rama.
"Tumben telfon Mas. Kenapa ga telfon Nay?" Tanya Nayya curiga.
"Katanya kalo telfon kamu takut ga ngerti." Ucap Rama.
__ADS_1
"Mungkin karena Mas.Nath merasa sudah dekat dengan Rama Sayang." Tambah Nadin.
"Hm.. Hati-hati ya Mas. Nanti panggil montir aja kalo ribet." Saran Nayya.
"Iya sayang. Mas pergi dulu ya." Pamit Rama.
Nayya mencium punggung tangan Rama dan Rama mencium punggung tangan Nadin. Nayya pun mengantar Rama hingga ke depan. Setelah Rama menghilang dari pandangannya Nayya masuk ke dalam.
Nayya pamit ke kamar kepada Nadin. Kemudian Nadin kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Nayya dan Rama. Sampai di kamar Nayya melihat Kana tertidur dalam pelukan Rika.
Nayya menghampiri Kana dilihatnya ada luka lebam di lengan Kana. Nayya langsung mengerutkan dahinya. Rika yang terusik karena merasa ada yang datang pun akhirnya membuka matanya.
"Kakak sudah pulang." Ucap Rika.
"Ada apa?" Tanya Nayya tiba-tiba.
"Apanya?" Tanya balik Rika bingung.
"Kalian menyembunyikan sesuatu dari Kakak?" Selidik Nayya.
"Ngga Kak." Jawab Rika.
Kemudian Nayya membaringkan tubuhnya di samping Kana sambil memeluk Kana. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Nayya merasa ada yang salah pada Kana. Dan Nayya pun merasa bersalah telah meninggalkannya.
Rika yang melihatpun ikut terharu. Sebegitu besarnya kah ikatan batin antara Nayya dan Kana. Rika pun keluar dari kamar Nayya dan memilih duduk di taman samping rumah menunggu kabar dari Nathan.
"Kakak kenal dengan wanita ini?" Tanya Nathan begitu Rama datang menghampirinya.
"Lulu!" Ucap Rama.
"Anda mengenalnya Pak?" Tanya Jaka.
"Iya. Dia mantan sekretaris saya." Jawab Rama.
"Apa ada masalah diantara kalian Kak?" Tanya Nathan lagi.
"Dia pernah mencoba mendekati saya. Tapi, dia berusaha menjauhkan saya dengan anak saya itu yang saya tidak sukai. Dan dia menggunakan uang perusahaan untuk keperluan pribadinya karena dia merasa memiliki saya." Jelas Rama.
Nathan pun tersenyum sinis ke arah wanita yang berusaha menculik Kanaya yang ternyata bernama Lulu.
"Owh! hasrat terpendam rupanya." Jelas Nathan.
"Ada apa?" Tanya Rama.
"Wanita ini berusaha menculik Kanaya." Jawab Jaka.
"Apa?" Rama pun mulai terpancing emosinya.
__ADS_1
"Sabar Kak." Nathan berusaha menenangkan calon kakak iparnya.
"Kenapa bisa ular ini mengetahui keberadaan anak saya." Tanya Rama geram.
"Tadi, Kana menangis mencari Mominya saya dan Rika berinisiatif membawa Kana ke taman untuk menghiburnya. Tapi, Rika mencium gelagat yang tak biasa dari wanita ini. Dan kami pun segera melaporkannya pada pihak berwajib. Untunglah polisi datang tepat waktu." Jelas Nathan yang tak menjelaskan bahwa dirinya, Rika dan Jaka berteman dekat.
"Momi, Rama sudah menikah lagi. Sial!" Batin Lulu mengumpat Rama.
"Apa yang ada fikirkan Nona?" Tanya Jaka.
Lulu hanya diam menunduk. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Dalam hatinya ingin sekali dirinya memeluk Rama ketika melihat kedatangan Rama ke kantor polisi.
Lulu pun sebenarnya tidak sengaja menemukan Kanaya di taman saat dirinya tengah berteduh setelah berkeliling mencari lowongan pekerjaan. Saat dirinya melihat Kanaya terbersit di fikirannya untuk menculik Kanaya dan meminta tebusan pada Rama. Syukur-syukur Rama tergoda untuk menikah dengannya.
Namun, Lulu salah sasaran. Kanaya bersama orang yang sangat bisa menjaga Kanaya dengan sigap. Kini, Lulu hanya bisa pasrah. Memohon ampun pun pasti Rama tidak akan mengampuninya.
"Urus dia segera." Titah Rama pada Jaka.
"Saya akan panggilkan orang saya untuk memberikan bukti tambahan mengenai tindakan kriminalnya." Ucap Rama.
Deg..
Deg...
Lulu pun semakin panik dibuatnya. Pasalnya Rama tidak mempermasalahkan tindakannya dalam perusahaan setelah dirinya mengundurkan diri. Tapi, kini tindakannya akan di laporkan kepihak berwajib. Tubuh Lulu melemas. Rasanya tulang-tulang yang menopang tubuhnya pun hancur.
"Baik Pak. Saya akan memprosesnya. Segera orang anda menghubungi saya." Jawab Jaka.
"Baiklah." Ucap Rama.
Rama pun segera menelfon orang kepercayaannya untuk mengantarkan berkas bukti kejahatan Lulu selama bekerja dengannya. Lulu fikir Rama tak pernah mengetahui apa yang sudah di lakukan nya. Nyatanya semua salah besar. Rama memiliki bukti yang sangat kuat.
"Ayo Mas.Nathan kita pulang. Biar urusan ular ini kita serahkan kepada polisi." Ajak Rama.
"Baik Kak." Jawab Nathan.
Dan mereka berdua pun berpamitan pada Jaka. Lulu pun di bawa oleh polisi wanita kedalam sel tahanan. Rama dan Nathan mengendarai mobil mereka masing-masing. Nathan berjalan lebih dulu di susul oleh Rama di belakangnya.
Nathan mendapat pesan dari Rika jika Nayya sudah curiga dengan apa yang terjadi hari ini. Rika dapat menghindari pertanyaan Nayya tapi entah saat Nathan datang.
Nathan pun sudah mengatakan hal ini pada Rama. Kini Nathan dan Rama dengan fikiran masing-masing mengendarai mobil mereka. Sampai di kediaman Angga Bagaskara. Nathan dan Rama saling tatap begitu mereka keluar dari mobil.
"Jelaskan saja apa yang terjadi sebenarnya. Nayya akan shok tapi Kakak yakin tidak akan lama. Hanya saja mungkin imbasnya Nayya tidak akan melepaskan Kana sembarangan." Jelas Rama.
"Betul Kak. Kita tidak bisa membohongi Kakak. Karena insting seorang ibu sangat kuat." Jawab Nathan.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1