Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Mahasiswa


__ADS_3

Setelah di rasa cukup untuk bermain hari ini. Angga pun memutuskan untuk pulang namun sebelumnya mereka mampir di restoran untuk mengisi perut meraka yang sudah keroncongan.


Angga membawa keluarganya manuju restoran cepat saji. Sesekali makan makanan cepat saji tidaklah masalah fikir Angga. Dan itu di setujui oleh Nadin. Mengingat anak-anak yang sudah kelaparan juga.


Neta masih asik tertidur di strolernya. Sementara yang lain makan. Nadin terus mengamati Neta karena Mba.Sus tengah makan dan membantu Nathan untuk makan. Sedangkan Nayya sudah bisa makan sendiri.


Saat mereka semua asik dengan makanannya. Tiba-tiba ada sepasang anak muda menyapa Nadin.


"Bu Nadin ya?" Tanya keduanya.


Nadin pun menoleh kearah suara dan menyunggingkan senyumnya kepada dua orang tersebut.


"Maaf mengganggu Bu. Saya mahasiswa ibu saat berkuliah di STIKES." Jelas si laki-laki.


"Owh! Maaf jika saya tidak mengenali kalian." Jawab Nadin sopan.


"Tidak apa-apa Bu. Saya sudah lama lulus juga. Saya Hasan Bu. Dan ini istri saya Hani." Jelas Hasan.


"Owh! Iya. Ini suami saya. Dan tiga anak kecil ini anak-anak saya. Dan ini saudara saya." Jelas Nadin memperkenalkan.


"Salam kenal semuanya." Ucap Hasan sopan.


"Kalo begitu silahkan bu di lanjutkan. Maaf mengganggu. Kami permisi mau pesan makan juga." Pamit Hasan.

__ADS_1


"Owh! Iya silahkan." Jawab Nadin.


Mereka pun pergi meninggalkan Nadin dan keluarganya. Mereka memilih tempat duduk yang agak jauh dari Nadin dan keluarganya karena merasa tidaj enak.


"Itu dosen kamu Mas?" Tanya Hani istri Hasan.


"Iya Dek. Kenapa?" Tanya Hasan.


"Masih Muda ya. Ga nyangka anaknya udah tiga."


"Saat Mas kuliah dulu beliau tengah melanjutkan studi S2nya. Jadi beliau itu mengajar sebagai dosen tamu karena dulu beliau kerja di klinik milik dokter Z." Jelas Hasan.


"Hah! benarkan? Hani kan pernah praktek disana juga Mas. Siapa tadi namanya?"


"Nadin."


"Hampir semua anak keperawatan mengetahui beliau Dek." Bangga Hasan.


"Iya Mas. Mungkin semua tenaga medis kenal beliau. Tapi beliau selalu ramah kepada siapapun." Bangga Hani juga.


Angga dan keluarga kecilnya telah menyesaikan makan mereka. Mereka pun segera bangkit dari tempat duduk mereka. Namun sebelum mereka semua keluar Nadin menghampiri Hasan dan Hani terlebih dahulu.


"Hasan, Hani. Saya pamit duluan ya. Karena sudah selesai." pamit Nadin.

__ADS_1


Hani dan Hasan pun bangkit dari duduknya.


"Owh! Iya Bu. Mari silahkan." Jawab Hasan.


"Iya. Silahkan kalian lanjutkan ya." Ucap Nadin sopan.


"Iya Bu. Senang bisa ketemu ibu." Ucap Hani.


Nadin pun tersenyum mengusap lembut bahu Hani dan juga Hasan. Kemudian Nadin berjalan keluar menyusul keluarganya.


"Sayang, Setiap kali kita pergi pasti ada saja mahasiswa atau mahasiswi yang mengenali kamu bahkan dokter atau perawat bahkan bidan sekalipun kenal kamu. Tapi kenapa kemarin saat kamu pergi tak ada satu pun yang tau dimana kamu." Ucap Angga panjang kali lebar luas keliling.


Nadin pun tersenyum ke arah Angga seraya menggenggam jari tangan Angga. Mba.Sus pun tersenyum mendengarkan keluhan Angga tentang kepergian Nadin beberapa waktu lalu.


Sampai di rumah mereka. Nayya dan Nathan tertidur. Angga pun dengan sigap menggendong satu persatu anaknya masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Berbeda dengan Neta yang terbangun karena sudah cukup lama Neta tertidur.


"Untung saja Mas beli rumah satu lantai Yang." Ucap Angga.


"Memangnya kenapa?" Tanya Nadin.


"Coba kamu bayangkan jika kamar anak kita berada di lantai dua. Dan Mas harus menggendong mereka satu persatu. Naik turun tangga dengan membawa mereka." Jelas Angga panjang kali lebar.


Nadin dan Mba.Sus tertawa mendengarkan keluhan Angga. Angga pun masuk kedalam kamar mereka dan merebahkan badannya di kasur. Karena hari ini cukup melelahkan bagi mereka.

__ADS_1


Sementara Nadin harus mengurusi Neta terlebih dahulu karena Neta baru saja terbangun. Nadin menyuapi Neta dengan telaten. Neta pun makan dengan lahap.


Sampai disini dulu ya semuanya. Maafkan jika telat up. Tugas negara menyita waktu author. Dukung terus author ya dengan like dan komennya. Maaf juga author ga bisa kasoh visualnya. Biar kalian semua bayangin aja 🤭. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2