Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Malam Pertama/Pagi Pertama


__ADS_3

Hai semuanya... Maaf beberapa hari kemarin othor banyak pekerjaan yang menanti di dunia nyata πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih yang udah kasih othor masukannya ya. Maafkan jika tidak sesuai dengan keinginan para rider semua πŸ™πŸ™


Lanjut ceritanya ya 😊


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Malam pertama yang seharusnya di lalui oleh pasangan pengantin baru tidak dengan Refa dan Agiel. Agiel harus merelakan mereka tertidur bersama di kamar Bunda Amel. Bunda Amel, Nenek (Ibu dari Arif), Refa dan Agiel harus tidur bersama.


Nadin sudah membujuk Amel dan Refa namun keduanya seolah tak ingin di pisahkan bagaikan akan berpisah lama. Pagi hari Agiel bangun terlebih dahulu. Agiel melihat mertua dan istrinya tidur saling berpelukan sementara Nenek memeluk Amel dari belakang.


Agiel bergegas masuk ke dalam kamar pengantin mereka yang di design khusus untuk pasangan baru. Agiel duduk di sofa meratapi semua kejadian demi kejadian. Bukan menyesali karena tak bisa bermalam pertama bersama istrinya.


Namun, kepergian Ayah mertua yang sudah dia kenal sejak dirinya lahir sangat sulit baginya. Bukan hanya Refa yang merasa kehilangan namun dirinya juga. Pasalnya kedekatan mereka sangat tak terbatas.


Agiel menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dirinya harus tegas dan kuat demi dua wanita titipan Ayah Arif yang tak lain Ayah mertuanya. Agiel terhanyut dalam fikirannya sampai tak mengetahui Refa sudah masuk kedalam kamar mereka.


"Sayang." Ucap lembut Refa merasa bersalah karena kejadian malam tadi.


"Sudah bangun?" Tanya Agiel menatap wajah perempuan yang telah berstatus istrinya ini.


"Maaf." Ucap Refa lirih.


"Untuk apa sayang?" Tanya Agiel membawa Refa kedalam pangkuannya dan membuat wajah Refa memerah.


"Tadi malam." Ucap Refa malu-malu.


"Tidak apa-apa sayang. Mas mengerti apa yang kamu dan Bunda rasakan. Karena bukan hanya kalian tapi Mas juga merasa kehilangan." Ucap Agiel mengusap lembut pipi Refa.


Refa memeluk Agiel dan Agiel pun membalas pelukan Refa. Agiel mengusap lembut punggung Refa memberikan kenyamanan kepada istri tercintanya.


"Jangan pernah menangis lagi sayang kecuali tangisan bahagia. Mas hanya ingin kamu tersenyum bahagia." Ucap Agiel dalam pelukan Refa.


"Terima kasih Mas. Aku beruntung memilikimu." Ucap Refa.


Dan malam pertama yang tertunda pun menjadi pagi yang membara bagi sepasang pengantin baru. Bahkan Agiel tak menyia-nyiakan kesempatannya. Selesai dengan pergulatan panasnya di atas ranjang mereka melanjutkannya di dalam kamar mandi dengan dalih mandi bersama.


Tak ada yang berani mengganggu sepasang pengantin baru itu. Semua mengerti dengan keadaan yang terjadi tadi malam.


Sementara pasangan pengantin baru yang kini sudah menyelesaikan ritual mandi plus-plus mereka dan sudah mengenakan pakaian kembali merasakan perut mereka yang terus meronta ingin diisi karena pagi tadi keduanya belum sempat sarapan.

__ADS_1


Namun, karena Refa tak memiliki tenaga lagi untuk turun ke bawah Agiel pun berinisiatif memesan makanan dari bawah untuk di kirim ke kamar mereka.


Tak butuh waktu lama makanan yang di pesannya pun datang. Agiel menyuapi Refa yang masih tampak kelelahan. Setelah menyelesaikan makannya mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


Sementara semua keluarga sudah kembali ke rumah masing-masing. Ibu dan Ayah memilih tinggal di rumah utama untuk menemani Amel. Begitu juga dengan Bude dan Pakde. Mereka tak ingin Amel merasa kesepian.


Keluarga Arif sudah kembali ke kota J. Nini dan Camelia masih berada di rumah Nadin. Keluarga para sahabatnya pun sudah kembali ke kota masing-masing. Hanya tinggal menyisakan Keluarga Kasih.


"Nad, Lu yakin Amel akan baik-baik saja?" Tanya Kasih di sela acara masak keduanya.


"Disana ada Ibu dan Mba.Susi. Gw yakin Amel akan baik-baik saja." Jawab Nadin yakin.


"Gw ga pernah nyangka Arif pergi ninggalin kita dengan cara seperti ini. Gw merasa seperti kehilangan separuh jiwa Gw." Ucap Kasih.


"Kita do'akan saja yang terbaik untuk Arif dan yang di tinggalkannya Kas. Gw ga bisa berkata apa-apa lagi selain ucapan do'a buat dia." Ucap Nadin menyeka ujung matanya yang sudah berair.


Kasih menepuk pundak Nadin memberikan kekuatan dan kedua nya saling berpelukan saling memberikan kekuatan.


"Yang," Panggil Angga yang melihat istri dan sahabatnya saling berpelukan dan menangis.


Nadin langsung melepaskan pelukannya pada Kasih dan menyeka air matanya.


"Maaf Mas."


"Maaf Ka." Ucap Kasih dan Nadin bersamaan.


"Kalian sudah siap menyiapkan makan siang untuk kita?" Tanya Angga.


"Sudah Yang. Sebentar kita rapihkan di meja makan. Ajak yang lainnya ya sayang." Pinta Nadin.


Angga pun kembali ke dalam dan memanggil yang lainnya untuk makan siang bersama. Nayya yang baru saja datang bersama keluarga kecilnya setelah terlebih dulu pulang ke rumah untuk menyimpan barang-barang yang mereka bawa.


"Kakak, ayo langsung makan ya." Ajak Angga.


"Iya Pah. Mana yang lain?" Tanya Rama.


"Di belakang. Ini Papa mau ajak mereka." Jawab Angga.


"Biar Rama yang ajak mereka Pah. Papa ke meja makan saja lebih dulu." Ucap Rama.


"Baiklah. Ayok Cucu Opa kita makan." Ajak Angga pada Kanaya.

__ADS_1


Kanaya pun berpindah dari gendongan Rama kedalam gendongan Angga.


"Wah, Cucu Opa sudah semakin besar ya." Ucap Angga pada Kanaya.


"Ka belat Opa?" Tanya Kanaya dengan puppy eyes nya.


"Sedikit. Tapi, Opa senang." Jawab Angga dan Kanaya pun memeluk dan mencium pipi Angga.


Semua pun berkumpul di meja makan. Menikmati makan siang mereka setelah melewati beberapa hari yang cukup menguras emosi dan tenaga mereka. Dnegan kehilangan orang yamg mereka sayangi dan berbahagia atas pernikahan Agiel dan Refa.


"Ma," Panggil Nayya setelah menyelesaikan makannya.


"Kenapa Kak?" Tanya Nadin.


"Kakak dan Rika melihatnya." Ucap Nayya ambigu.


"Maksud kalian?" Tanya Nadin.


"Ya, Ayah datang di hari bahagia Refa kemarin Ma." Jawab Rika.


"Bahkan Nayya yakin Kanaya melihatnya juga. Karena sepanjang Onty di rias Uncle ada di dalam ruangan itu." Ucap Nayya lagi.


Dan semua orang pun menutup mulut mereka tak percaya. Jika hanya Nayya yang melihatnya mungkin yang lain pun akan sedikit tak yakin pasalnya Nayya tak bisa melihat sesuatu yang kasat mata. Berbeda dengan Rika yang memang memiliki indera yang lain sejak kecil.


"Kalian yakin?" Tanya Angga.


"Iya Lah. Coba saja tanyakan pada Kana dengan siapa dia bermain di kamar saat menunggu Oma Amel di rias." Ucap Nayya.


Semua pun menoleh kearah Kanaya. Bahkan Rama sang Papi pun merasa tak yakin Kanaya bisa melihatnya.


"Kanaya sayang, cantik cucu oma. Oma mau tanya boleh?" Tanya Nadin lembut pada Kanaya yang berada di sisinya.


"Iya Oma." Jawab Kanaya dengan suara khas anak kecil.


"Kakak, melihat Opa ini saat Oma Amel di rias kemarin?" Tanya Nadin pelan-pelan.


"Opa." Ucap Kanaya sambil menunjuk kearah dalam rumah.


Semua orang pun menoleh kearah tangan Kanaya. Nayya dan Rika pun tersentak. Rama melihat perubahan wajah istrinya. Nathan melihat kearah Kekasih hatinya meyakinkan apa yang di tunjuk Kanaya benar adanya.


Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah boleh juga kok 😊. Terima Kasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2