Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Tangisan Rafa


__ADS_3

Tidak ada penyambutan atas kedatangan mereka. Membuat Nadin sedikit heran. Namun keheranannya tak dia tampakkan. Saat mereka masuk kedalam rumah nampak Ibu tengah menimamg Baby Boy Amel.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam. Wah... Kaka sama Mas sudah datang tuh." Ucap Ibu seolah berbicara pada Baby Boy.


"Oma, adik bayi siapa namanya?" Tanya Nayya.


"Rafa sayang." Jawab Oma.


"Hai.. Baby Rafa." Sapa Nayya dan Nathan.


Nadin mencium punggung tangan Ibu begitupun dengan Nayya dan Nathan di susul Angga.


"Pada kemana Bu? Ko rumah sepi?" Tanya Angga.


"Arif sama Ayah masih di kantor. Refa di bawa Uwa nya."


"Amel?" Tanya Angga.


"Amel ke salon."


"Ngapain tuh anak? Ga kasian anaknya di tinggal sendiri." Kesal Angga.


"Ngga sendiri dong Ka. Kan Rafa ada Ibu yang jaga.

__ADS_1


Nadin hanya terdiam mendengarkan perbincangan antara suami dan ibu mertuanya.


"Bik, siapin makan siang ya." Pinta Ibu pada salah satu Maid.


"Baik Bu."


Setelah beberapa saat mereka pun berkumpul di meja makan. Tak lama Ayah dan Arif datang dan ikut bergabung dengan mereka.


"Ayo Mas.Nathan makan yang banyak ya." Pinta Angga.


"Siap Bos." Jawab Nathan sambil mengangkat tangannya keatas seperti tengah menghormati bendera.


"Iya. Biar cucu Opa ga gampang sakit."


"Iya Opa."


"Rif, kasih tau istri Lu. Jangan terlalu asik keluar rumah inget anak-anak."


"Iya Ka." Jawab Arif singkat.


Setelah makan siang semua berkumpul di ruang keluarga kecuali Ayah dan Arif yang kembali ke kantor. Angga meminta Nayya dan Nathan untuk tidur siang di temani Mba.Sus.


"Sus. Bawa Rafa ke kamarnya Ya. Kasih Susunya. Saya mau keluar." Titah Ibu pada Suster Refa dan Rafa.


"Ibu ada urusan sebentar. Ibu titip Rafa ya Nad." Ucap Ibu.

__ADS_1


Nadin hanya mengangguk menjawab perintah Ibu. Sementara Angga ke ruang kerjanya. Melihat pekerjaan yang tertunda beberapa hari karena di tinggalkan.


Nadin pergi ke kamar karena pinggangnya terasa sakit. Baru saja Nadin merebahkan badannya terdengar tangisan Rafa dari kamarnya. Suster berusaha menenangkan Rafa namun tak kunjung reda. Akhirnya Nadin bangun dari tidurnya mengahmpiri Rafa.


"Kenapa Sus?" Tanya Nadin lembut pada Suster.


"Ga tau Bu. Lagi tidur tiba-tiba nangis."


"Kenapa sayang sini biar Mama gendong." Nadin pun membawa Rafa kedalam gendongannya dan Rafa pun berhenti menangis.


"Mau di gendong Mama ya sayang. Jangan nangis lagi ya. Kita bobok sama-sama ya." Ajak Nadin pada baby Rafa.


Nadin pun meletakkan Rafa pada boxnya lalu Nadin menggoyangkan box Rafa. Nadin tertidur pada sisi boxnya Rafa sambil terduduk di kursi.


Mba.Sus yang merasa kasian terhadap nyonya nya dia pun membangunkan Nadin perlahan agar Nadin tidak kaget.


"Bu,,, Bangun Bu. Pindah tidurnya."


Nadin mengerjapkan matanya mencari kesadarannya. Setelah sadar Nadin tersenyum pada Mba.Sus dan Nadin pergi ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


Sampai Sore tiba Amel masih belum juga datang. Rafa sudah dimandikan oleh Mba.Sus. Nayya dan Nathan pun sudah wangi di bantu mandi oleh Nadin dan Mba.Sus. Karena Nayya dan Nathan mandi terpisah.


Setelah ketiganya wangi ketiganya di bawa main di halaman depan oleh Mba.Sus mereka. Rafa yang baru berusia satu minggu terlihat mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya luar.


Sampai disini dulu ya semuanya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen ya.


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2