
Waktu makan siang pun tiba. Nadin beserta Anak-anaknya sudah berkumpul di meja makan minus Baby Neta karena masih bayi. Mereka menunggu Angga yang masih berada di ruang kerjanya.
Saat Angga berjalan menuju meja makan terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Angga sedikit melongok melihat siapa yang datang ke rumahnya. Padahal belum ada yang tau rumah mereka.
"Assalamu'alaikum.." Ucap Kasih dan Rian bersamaan.
"Wa'alaikum salam." Jawab Angga heran.
"Bini Lu yang kasih tau alamat disini sama Bini Gw." Jawab Rian yang seolah tau tatapan Angga.
"Jahat banget Lu Nad. Lu udah ga percaya Gw." Cecar Kasih sambil menghambur kedalam pelukan Nadin.
"Maaf." Hanya kata itu yang dapat terucap dari bibir Nadin.
Angga mengajak Rian duduk bersama di meja makan.
"Sudah nanti marah-marahnya. Sekarang makan dulu. Butuh tenaga untuj marah." Ledek Angga pada Kasih.
"Ka.Angga ish..." Kesal Kasih kemudian keduanya duduk dengan baik.
Nadin mengambilkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Setelah itu barulah Nadin mengambil makanan untuknya. Rian dan Kasih pun ikut makan siang bersama.
Selesai makan Nayya dan Nathan bermain bersama di ruang bermain. Mba.Sus membawa baby Neta kepada Nadin.
"Sebentar aku mau mengASIhi dulu ya." Pamit Nadin pada Angga, Rian dan Kasih.
__ADS_1
"Itu..." Ucap Kasih terjeda sambil menunjuk baby Neta.
"Bayi Gw sama Nadin." Jawab Angga santai.
"Ya Tuhan. Berapa lama sih kita ga ketemu." Keluh Kasih.
"Hampir dua bulan Kas." Jawab Angga kemudian.
"Dimana Lu nemuin Nadin Bro?" Tanya Rian.
"Aldo." Jawab Angga.
"Aldo!" Teriak Kasih dan Rian.
"Ya ampun. Bisa santai ga sih kalian. Anak Gw mau tidur tuh." Kesal Angga.
"Maksud Lu Aldo?" Tanya Rian lagi.
"Jadi ternyata Nadin ngontrak deket rumah bibiknya Santi. Pas Nadin bikin acara akikah Neta. Santi berkunjung ke rumah bibiknya. Ga sengaja Santi menemukan kotak Nasi yang bertuliskan nama kita." Jelas Angga panjang kali lebar luas keliling.
"Neta. Siapa?" Tanya Rian bingung.
"Bayi Gw Yan. Gw sama Nadin sepakat kalo anaknya perempuan kita kasih nama Netanya Bagaskara."
"Owh! Loh, baru-baru ini acara akikahnya?" Tanya Rian lagi.
__ADS_1
"Sebulanan lebih lah."
"Hah! Sebulan dan kita ga di kasih kabar." Kesal Kasih.
"Aldo dan Santi sengaja menutupinya dari kita. Aldo tidak mau gegabah yang akan mengakibatkan Nadin malah tambah pergi jauh." Jelas Angga.
"Iya. Memang seperti itu." Bisik Kasih yang masih bisa di dengar oleh Angga dan Rian.
"Kenapa begitu?" Tanya Rian.
"Nadin pasti punya alasan kuat kenapa dia pergi. Dan Aldo yakin Nadin tak akan mudah di bujuk untuk pulang. Jadi, mereka berdua hanya memantau keadaan Nadin dan anak-anak dari kejauhan." Jelas Angga lagi.
"Iya. Memang begitulah Nadin." Kasih.
Saat mereka semua terdiam. Rian mencoba mencerna penjelasan Angga.
"Kenapa Aldo begiti mengerti Nadin?" Tanya Rian.
"Jangan mancing keributan deh Yang." Kesal Kasih sambil memukul lengan suaminya.
"Karena Aldo jauh lebih dulu mengenal istri Gw dibandingkan Gw Yan. Santi juga kan sahabat Bini Gw pastilah dia akan lebih mengerti." Jelas Angga. Rian manggut-manggut mengerti.
"Gw juga akan melakukan hal yang sama kalo Kasih kabur dari Lu. Kalo bisa Gw sama Bini Gw bakal umpetin Bini Lu biar Lu ga usah ketemu dia lagi." Ledek Angga.
"Breng shek Lu." Umpat Rian kesal.
__ADS_1
Tbc...