
Semua keluarga sudah berkumpul untuk menyaksikan acara lamaran Rama untuk Nayya. Kanaya yang baru saja datang bersama Refa langsung nempel kepada Nayya setelah melihat Nayya. Semua tidak bisa membujuk Kana untuk lepas terlebih dahulu dari Nayya.
Tapi, dengan lembutnya Neta membujuk calon keponakannya itu untuk ikut bersamanya dan Kana mau dengan mudah berpindah pada Neta. Tapi, saat Refa ingin membawa Kana setelah Kana berpindah pada Nayya namun di luar dugaan Kana menangis histeris karena takut di bawa dan di pisahkan lagi dengna Nayya.
Semua panik keluarga Rama sudah mendekati rumah Angga. Nadin dan Angga di buat kelimpungan oleh tangisan Kana. Nayya yang mendengar Kana menangis pun akhirnya keluar dari kamarnya melihat apa yang terjadi.
"Sayangnya Momi." Panggil Nayya dengan lembut.
Kana pun menoleh kearah suara dalam gendongan Neta tangannya terulur kepada Nayya dan dengan sekejap tangisnya berhenti. Semua bernafas lega. Dan semua pun kini bingung kembali bagaimana melepaskan Kana sementara acara berlangsung.
"Maafin Refa Kak." Sesal Refa.
"Ngga apa-apa dek. Mungkin kemarin dua hari Kana bersama Kamu jadi sekarang Kana kangen sama Kakak." Ucap Nayya lembut.
"Biar Kakak bujuk Kana dulu ya." Ucap Nayya lagi dan membawa Kana masuk kedala kamarnya.
Semua sedikit tenang sekarang. Saat suasana mulai terkendali Nathan datang membawa Rika. Rika langsung menyalami dan mencium punggung tangan Nadin dan Angga. Angga dan Nadin memandang penuh tanya pada Nathan.
"Sayang, mana Bunda sama Ayah?" Tanya Nadin.
"Bunda sama Ayah menyusul Mah." Ucap Rika yang sudah terbiasa memanggil Nadin dan Angga dengan sebutan Mama dan Papa.
"Terus kamu datang sendiri?" Sindir Angga.
"Datang sama Mas Pah." Jawab Nathan malu-malu.
"Jadi,,," Ucap Nadin menggantung.
"Iya Mah, Pah. Rika yang mau Mas kenalin sama Mama sama Papa." Ucap Nathan.
"Kalian?" Tanya Angga.
"Kita pacaran Pah. Udah Lama sih tapi Mas takut Mama sama Papa ga setuju. Begitu juga dengan Bunda sama Ayah." Jelas Nathan.
"Astaga! Kalian benar-benar ya. Terus Bunda sama Ayah sudah tau?" Tanya Nadin.
"Baru tau tadi Ma pas Mas jemput Rika." Jawab Rika.
__ADS_1
"Syukurlah. Kalian sudah besar tau apa yang baik dan buruk untuk kalian. Papa pesan sama Mas jaga anak gadis orang. Jangan pernah menyakiti hati perempuan. Ingat dua saudara Mas dan Ibu Mas seorang perempuan. Pacaram boleh tapi tau batasan oke." Pesan Angga.
"Iya Pah. Makasih ya Pah. Tapi, kok jawaban Papa sana Ayah sama sih?" Tanya Nathan.
"Yakin? Itu karena Ayah sama Papa sama-sama seorang Ayah Mas. Nanti kamu akan tau sendiri jika sudah mengalaminya." Jelas Ayah kemudian.
"Sudah sana tamu undangan sudah mulai berdatangan. Mama sama Papa mau menyambutnya" Titah Angga.
"Mas," Panggil Nadin tiba-tiba.
"Iya Mah." Nathan menoleh kembali.
"Mama bisa minta tolong sayang." Pinta Nadin lembut.
"Apa Mah?" Tanya Nathan.
"Maaf sebelumnya ya Rika. Mama minta tolong Kalian bujuk Kana untuk lepas dari Kakak kalian. Tadi sudah bisa lepas sama Neta tapi nangis lagi karena Refa ingin menggendongnya. Sekarang malah semakin lengket sama Kakak kalian." Jelas Nadin.
"Owh! Itu. Tenang aja Mah. Mas sama Rika coba bujuk Kana ya." Ucap Nathan.
Kemudian Angga dan Nadin pun kedepan untuk menyambut tamu yang datang. Sementara Nathan dan Rika masuk ke kamar Nayya. Disana sudah terdapat Neta yang masih terus membujuk Kana.
"Uluh... Kangen sama Uncle ya." Ucap Nathan kemudian mengambil Kana dalam gendongannya menciumi pipi gembul Kana.
Nayya dan Neta saling pandang tak menyangka Nathan dengan mudahnya mengambil Kana dari Nayya. Ada sedikit cemburu pada Nayya tapi ada sedikit kelegaan dihatinya karena untuk sementara Kana bisa lepas darinya. Setidaknya hingga acara usai.
Nathan dan Rika membawa Kana ketaman belakang untuk melihat ikan di kolam saat keluarga Rama sudah datang. Acara pun di mulai dengan khidmat. Setelah acara selesai Rama menanyakan keberadaan Kana pada Nayya.
"Dimana Kana sayang?" Bisik Rama.
"Dibawa Nathan Mas. Di belakang sepertinya. Kana ga mau lepas dari Nay tadi barulah setelah Nathan datang Kana mau lepas." Jelas Nayya.
"Wah, berat nih saingan Mas." Ucap Rama.
"Mas Ih." Ucap Nayya memukul lengan Rama.
"Nak.Nayya." Panggil Ibu dari Rama.
__ADS_1
"Iya Bu." Jawab Nayya.
"Dimana Kana? Rasanya sejak tadi Ibu ngga liat." Tanya Ibu.
"Ada Mbak. Maaf di jauhkan dulu Kana nya soalnya Kana lengket banget sama Nayya. Jadi Kana di bawa sama Nathan adiknya Nayya di belakang. Sebentar saya panggilkan." Jelas Nadin. Kemudian Nadin pun berlalu kebelakang untuk memanggil Nathan, Kana dan Rika.
"Aduh, maaf ya Nak. Kana merepotkan kalian ya." Ucap Ibu lirih.
"Ngga Bu. Hanya saja Tadi Kana sedikit rewel jadi Kana di bawa main terlebih dulu oleh Nathan." Jawab Nayya lembut.
"Mungkin Kana tau ya Nak. Kalo Mominya akan di rebut Papinya. Kana tau nanti harus berbagi Momi sama Papinya." Canda Ibu.
Semua pun tertawa. Saat Nathan membawa Kana masuk. Bukan kepada Rama yang notabene Ayahnya dan sudah cukup lama tidak bertemu atah kepada kakek dan Neneknya melaikan kepada Nayya lah Kana merentangkan tangannya.
"Mi.." Panggil Kana seraya merentangkan tangannya.
Nayya pun langsung menyambut Kana dan membawanya kedalam dekapannya.
"Duh, ga kangen nih sama Papi." Ucap Rama pura-pura merajuk.
"No." Jawab Kana sambil terus memeluk erat Nayya.
"Bu, Yah. Ini kenalkan Adik pertama Nay Masnya Netanya." Tunjuk Nayya pada Nathan.
"Nathan Om, Tante." Ucap Nathan.
"Dan ini Rika anaknya Bunda Kasih dan Ayah Rian calonnya Nathan." Ucap Nayya.
"Rika Om, Tante." Ucap Rika.
Sampai acara usai dan keluarga ingin berpamitan alih-alih Kana ikut bersama Kakek/Nenek Kana malah mengeratkan pelukannya pada Nayya. Semua keluarga Rama begitu heran milihatnya. Kanay begitu lengket pada Nayya.
Rasanya status seolah berbalik bukan Nayya yang akan menikahi seorang duda melainkan Rama yang akan menikahi seorang janda.
"Masya Allah. Kamu beruntung sekali Rama. Belum jadi Ibu saja anak mu lengket sama Nayya apalagi sudah resmi." Celetuk Om nya Rama.
"Hati-hati loh Rama bisa-bisa ga dapet jatah nanti kalau begini sih." Celetuk saudara Rama yang lain.
__ADS_1
Rama dan Nayya hanya tersenyum menanggapi ocehan-ocehan saudara mereka. Sementara keluarga Nayya lebih santai karena sudah menerima Kana dengan tulus. Bahkan mereka saling bahu-membahu merawat Kana agar Nayya tak kewalahan walaupun ujung-ujungnya Nayya lah yang bisa mengendalikan Kana.
Sampai disini dulu ya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏