
Belum menjawab pertanyaan Bibik Angga malah sudah meminta Bibik untuk menyiapkan mobil kepada supir. Sementara Angga menyiapkan keperluannya dan Nadin.
"Loh, Mas mau kemana?" Tanya Nadin bingung. Karena saat Bibik mengatakan Nathan sakit Angga sudah lebih dulu membawa Nadin ke kamar.
"Kerumah Mama sayang."
"Ko mendadak. Apa ngga besok aja."
"Sekarang saja Sayang. Mas kangen anak-anak. Kamu nanti bisa tidur di mobil ya sayang."
"Tapi, apa Mas ngga capek nyetir?"
"Mas minta di supirin sayang sama Mamang."
"Owh! Ya udah. Nad, mau ke kamar mandi dulu ya Mas."
"Iya sayang. Jangan mandi ya. Nanti di rumah ibu saja. Takutnya kamu masuk angin."
"Iya sayang."
Nadin pun membersihkan diri cuci muka dan beganti pakaiannya karena merasa sudah lengket pulang dari pulau langsung ke rumah sakit.
Angga menyusul Nadin untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah dirasa cukup mereka pun turun bersama.
"Mau makan dulu Mas?" Tanya Bibik.
"Iya Bik." Jawab Angga singkat sambil memberi kode mata pada Bibik agar tak mengatakan apapun dihadapan Nadin.
"Bik, Nad mau jus jeruk ya."
"Iya Mba. Bibik buatkan dulu ya."
__ADS_1
Mereka berdua pun duduk bersama Nadin menyiapkan makanan untuk Angga. Setelah itu Nadin hanya diam duduk melihat Angga makan.
"Loh, sayang ayo makan."
"Ngga Mas. Nad masih kenyang."
"Sayaaaang,,, inget anak kita ya." Jawab Angga lembut sambil mengusap rambut Nadin dengan lengan kirinya.
Nadin melengkungkan bibirnya kebawah. "Senyum dong sayang." Goda Angga.
"Nad, makan ayam goreng aja ya Mas." Rajuk Nadin.
"Sama sayurnya juga sayang."
"Hmm.." Jawab Nadin singkat.
Angga melengkungkan bibirnya tersenyum. Setelah menyelesaikan makannya Nadin dan Angga duduk sebentar di ruang tamu menunggu bibik menanyakan kesiapan supir mereka.
"Mba, Mas. Mamang sudah menunggu di depan."
"Sama-sama Mas. Hati-hati dijalan."
"Iya Bik. Kita pamit ya Bik."
Angga membukakan pintu untuk Nadin. Seperti janjinya Nadin hanya tertidur dalam pelukan Angga selama perjalanan pulang ke rumah Ibu.
Sampai di parkiran rumah sakit kota J. Angga membangunkan Nadin perlahan.
"Sayang, bangun sudah sampai." Ucap Angga lembut.
Nadin mengerjapkan matanya. Menoleh ke kanan dan ke kiri tampak asing buatnya.
__ADS_1
"Sayang, ini dimana? Rumah sakit?" Tanya Nadin dengan suara khas bangun tidurnya.
"Iya sayang."
"Siapa yang sakit?"
"Nathan sayang."
"Hah!! Nathan!"
Angga hanya menganggukan kepalanya. Mata Nadin sudah berkaca-kaca siap menumpahkan cairan bening dari matanya. Angga langsung memeluknya dan mengusap punggung Nadin.
"Nathan baik-baik saja sayang. Jangan khawatir ya. Ingat, sekarang ada adiknya Nathan di perut kamu."
"Iya Mas." Nadin mencoba menetralkan perasaannya dan bersiap melihat buah hatinya.
Angga menggenggam tangan Nadin sepanjang lorong rumah sakit. Angga sudah menelfon Dina menanyakan kamar rawat Nathan.
Sampai di depan ruangan Nathan, Nadin menghentikan langkahnya.
"Kenapa?" Tanya Angga lembut.
"Apa Nad ibu yang tidak baik Mas?"
"Sayang. Bukan begitu. Ini semua rencana Allah. Kamu yang terbaik bagi Kami." Jawab Angga sambil mengusap lembut puncak kepala Nadin dan mendaratkan ciu**annya.
"Kita masuk ya." Nadin pun menganggukan kepalanya.
Angga mengetuk pintu lembut takut mengganggu penghuni kamar. Lalu perlahan membuka pintu kamar perawatan Nathan. Angga menyembulkan sedikit kepalanya.
"Assalamu'alaikum..." Sapa Angga pelan.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam." Jawab seisi kamar sambil menoleh kearah sumber suara.
Tbc...