
"Yang, aku ke kantor sebentar ya. Ada rapat hari ini."
"Aku ikuuut."
"Yakin mau nunggu aku rapat di kantor?"
"Iya. Abis aku ga ada temen."
"Ya udah. Yuk siap-siap ya."
Nadin pun bersiap mengenakan pakaian santai namun tetap terlihat cantik. Angga sudah mengenakan kemejanya. Angga memang paling tidak suka mengenakan jas kecuali acara yang benar-benar formal. Angga paling hanya mengenakan kemeja yang dipadukan dengan jaket.
"Loh, mau kemana Nad?" Tanya Ibu.
"Mau ikut Kaka Bu ke kantor."
"Masya Allah Ka. Yakin mau ikut Ka.Angga?"
"Iya. Emang ga boleh ya?"
"Boleh. Tapi, nanti Kaka ga bete ikut Kaka ke kantor?"
"Ngga. Kan dulu pernah juga ikut."
"Ya udah. Ga apa-apa sesekali ikut suami. Ibu juga suka ikut Ayah kerja."
"Suka sekali malah." Sambung Ayah.
Setelah sarapan Nadin pun bergegas ikut Angga ke kantor. Seperti biasa jika Nadin ikut dengannya Angga akan meminta Mang.Ujang untuk menyetir. Sampai dikantor Nadin dan Angga pergi keruangan Angga sebelum Angga mengikuti rapat.
Sudah hampir dua jam Angga belum juga kembali bahkan Nadin sudah tertidur dua kali menunggu Angga. Nadin keluar dan pergi kearea hotel. Ketika Nadin tengah berjalan ada yang memanggilnya. Nadin pun menoleh ke arah suara.
"Nadin kan?"
__ADS_1
"Iya, siapa ya?"
"Agung Nad. Masa lupa sih?"
"Ya Allah Agung. Apa kabar?"
"Baik Nad. Lu ngapain disini? Eh, ngomong-ngomong katanya Lu udah kelarin S3 Lu."
"Alhamdulillah Gung. Dikebut mumpung boleh." Jawab Nadin sambil cengengesan.
"Eh, lu ngapain? Tadi pertanyaan gw ga lu jawab."
"Heh, gw. Gw lagi jalan-jalan aja." Jawab Nadin cengengesan.
"Boleh minta nomer lu ngga?"
"Boleh. Yang dulu ilang ya?"
"Yang dulu?"
"Wah, seriusan?"
"Iya. Cek aja. Ngomong-ngomong Lu ngapain di sini?"
"Lagi liburan sama keluarga Nad. Sekalian napak tilas. Berapa bulan Nad?"
"Owh! Keluarga Lu mana? Ini mau lima."
Nadin dan Agung pun ngonbrol cukup lama. Sampai Istri Agung keluar dan bertemu dengan Nadin. Agung memperkenalkan keluarga kecilnya. Seperti biasa Nadin tak pernah mengatakan bahwa hotel itu milik suaminya. Nadin selalu bilang kalo dirinya pun tengah menginap disitu.
Sampai Nadin melihat ada pegawai yang akan mengahampirinya langsung aja Nadin memberi kode untuk jangan mendekat. Setelah dirasa kurang nyaman karena para pegawai seolah akan menyampaikan sesuatu akhirnya Nadin berpamitan kepada Agung dan keluarganya.
Nadin menghampiri resepsionis menanyakan ada apa. Ternyata Angga sudah selesai rapat dan sudah menunggunya di ruangannya. Agung melihat Nadin masuk kedalam kantor. Terbersit rasa curiga siapa Nadin sebenarnya dan Mengapa Nadin ada di hotel ini. Namun segala prasangka buruk ditepis oleh Agung karena dirinya dan Nadin berhubungan cukup baik selama sekolah.
__ADS_1
"Mba, saya mau nanya dong. Mba tau ngga perempuan yang tadi ngobrol sama kita?"
"Maaf Pa. Saya tidak memperhatikan."
"Owh, ya sudah. Terima kasih Mba."
"Sama-sama Pa. Permisi."
Semua pegawai sudah tau kalo Nadin tak pernah mau di perkenalkan sebagai Nyonya di hotel itu.
"Sayang, dari mana? Bosan ya?" Tanya Angga saat Nadin memasuki ruangannya.
"Tadi jalan keluar Ka. Terus ketemu temen kuliah dulu sama keluarganya. Katanya lagi liburan sekalian napak tilas."
"Owh! Nginep disini?"
"Iya."
"Di kamar berapa?"
"Ngga tau hehehee..."
"Namanya?"
"Agung."
Angga pun mengecek dan tidak ada yang menginap atas nama Agung. "Ngga ada yang."
"Loh, nama istrinya kali ya Bulan."
Angga pun mengecek kembali dan ada yang menginap atas nama Bulan untuk tiga hari. Angga langsung menanyakan pada karyawannya apakah pembayaran sudah penuh atau setengahnya? Ternyata pembayaran masih setengahnya. Dan Angga pun melunasinya.
"Makasih sayang."
__ADS_1
"Sesekali ngga apa-apa sayang."
Tbc......