
Sudah hampir satu bulan kepergian Yoga ke LN. Netanya pun sudah mulai terbiasa dengan kesendiriannya tanpa Yoga. Setiap kali ada waktu senggang Yoga selalu menyempatkan untuk vidio call bersama Netanya.
Hari ini semua keluarga sibuk menyiapkan persiapan untuk pernikahan Nathan dan Rika. Keluarga Nadin dan Angga hanya di sibukkan dengan seragam keluarga untuk hari H dan acara pengajian.
Nayya ikut menyiapkan hantaran walaupun ada orang yang mengerjakannya sedangkan Nayya hanya duduk-duduk saja. Karena kehamilannya yang sudah mulai membesar dan mendekati waktu persalinan.
Nayya sudah merasakan adanya mules sejak semalam tapi masih bisa di tahannya. Nayya pun tak memberitahukan kepada siapa pun. Karena Nayya tak ingin semua panik.
"Bu, Nayya istirahat dulu ya. Nanti ini biar di bereskan sama Bibik." Pamit Nayya pada Ibu Laras. Karena hari ini Nayya di temani Ibu laras.
"Iya sayang. Sudah biar Ibu juga masih di sini kok. Kakak Kana mau bobok sama Momi?" Tawar Ibu Laras.
"Mau." Jawab Kanaya.
Kemudian keduanya pun masuk kedalam kamar Nayya dan Rama. Saat Nayya merebahkan badannya mulesnya semakin bertambah bahkan seperti ada yang mau keluar dari ***********.
Nayya mengatur nafasnya perlahan kemudian keluar mencari bibik. Nayya menemukan Bibik yang tengah menyiapkan makan siang di dapur. Ibu Laras sudah di kamar.
"Bi, tas-tas yang ada di kamar tolong di bawa ke mobil ya Bik. Sekalian minta supir siapin mobilnya. Sama tolong bangunkan Ibu. Saya mau ganti baju dulu." Titah Nayya.
"Ibu mau lahiran?" Tanya bibik panik.
"Sepertinya begitu Bik. Nanti kabarin Mas.Rama sama Mama saya." Pinta Nayya.
"Baik Bu." Jawab Bibik.
Bibik pun segera menuju kamar Nayya dan Rama membawa semua perlengkapan yang sudah di sediakan. Bibik pun sudah meminta supir untuk bersiap. Saat Bibi menuju kamar Ibu Laras kebetulan Ibu Laras keluar dari kamarnya.
"Kebetulan ibu keluar. Anu Buk. Sepertinya Bu.Nayya mau melahirkan. Tadi minta saya siapkan mobil." Lapor Bibik.
"Hah! Mana Nayya sekarang?" Tanya Ibu Panik.
"Masih di kamar Bu. Lagi ganti baju." Jawab Bibik.
Ibu pun segera menemui Nayya di kamar setelah sebelumnya menyiapkan tas yang akan di bawanya.
"Kakak," Panggil Ibu Laras.
"Ya Bu." Jawab Nayya sambil meringis.
__ADS_1
"Kakak mau melahirkan?" Tanya Ibu.
"Kayanya Bu." Jawab Nayya meringis.
"Aduh, ayo sayang."Ajak Ibu saat melihat keadaan Nayya.
"Sebentar Bu. Mules." Jawab Nayya pelan.
Ibu pun berusaha tenang walaupun sebenarnya panik. Kemudian Ibu memapah Nayya keluar menuju mobil. Ibu menitipkan Kanaya pada Bibik dan meminta Bibik untuk menghubungi Gaga untuk menjaga Kanaya.
Nayya pun langsung di larikan ke rumah sakit. Sementara Bibik menghubungi semua orang yang paling pertama Menghubungi Rama.
๐ฑHalo Bik, ada apa?
๐ฑAnu Pak. Ibu mau melahirkan sekarang sudah di bawa ke rumah sakit sama Ibu besar.
๐ฑHah! Bersama Kanaya juga?
๐ฑNgga Pak. Neng, Kanaya tidur di rumah. Ibu minta Den Gaga menjaga Neng Kana.
๐ฑYa sudah saya kasih tau Gaga dan langsung ke rumah sakit. Terima kasih Bik.
Ayah bersama supir menjemput Netanya di sekolah karena kebetulan sudah jam pulang sekolah.
Bude yang di beritahu oleh Pakde jika Nayya ada di rumah sakit segera menuju rumah sakit bersama dengan Refaa. Sementara Agiel menyusul dari hotel.
Rama datang lebih dulu dibanding yang lain. Ayah Rama datang di antar oleh supir sampai di rumah sakit. Gaga langsung meluncur ke rumah Rama untuk menjaga Kanaya dan ternyata sudah ada Onty Mel.
"Bagaimana Bu? Sudah melahirkan?" Tanya Rama yang baru saja datang dan menemukan Ibunya tengah duduk di kursi tunggu.
"Belum Nak. Masih di periksa. Masuklah Nayya sudah menunggu." Titah Ibu Laras
Rama pun segera masuk ke dalam setelah mendapatkan persetujuan dari perawat yang sednag jaga. Karena Rama merupakan suami dari pasien yang akan melahirkan.
"Bagaimana Dok apakah sudah dekat mau melahirkan?" Tanya Rama begitu masuk dan melihat Nayya tengah di periksa.
"Tenang dulu ya Pak. Sepertinya Bapak sudah maraton ya." Goda Dokter yang menangani Nayya.
"Panik Dok." Jawab Rama sekenanya.
__ADS_1
"Ibu sudah masuk pembukaan delapan. Kita tunggu dua lagi ya. Ibu nafasnya di atur ya. Jangan ngeden dulu." Pesan Dokternya.
"Iya Dok. Terima kasih." Jawab Nayya.
Rama pun dnegan setia menunggui Nayya. Mengusap keringat yang menetes di dahi Nayya. Nayya terus menggenggam tangan Rama. Seperti mendapat kekuatan yang luar biasa kala Nayya menggenggam tangan Rama.
"Kamu pasti bisa sayang." Ucap Rama menciumi pipi Nayya.
"Makasih Mas." Jawab Nayya.
Sementara keadaan di luar sudah ramai oleh keluarga Nayya dan Rama. Nadin yang panik terus marah-marah pada Angga kenapa dirinya ga bisa masuk.
"Sabar sayang, di dalam sudah ada Rama. Yakin dan percayalah Kakak dan bayinya akan sehat sayang." Ucap Angga menenangkan.
"Tapi, bukannya ga apa-apa kalau aku masuk Mas." Ucap Nadin lagi.
"Ma, Sabar ya Ma. Kakak wanita hebat seperti Mama. Pasti Kakak bisa melewatinya." Ucap Nathan.
Nadin pun berusaha menenangkan dirinya. Angga terus menggenggam tangan Nadin dan sesekali mencium punggung tangannya.
Semua pun memasang wajah tegang menunggu proses persalinan Nayya. Rika yang baru saja mendengar kabar pun langsung memberitahukan pada Bundanya jika Nayya akan melahirkan. Namun, karena Rika dan Nathan sedang dalam proses pingit Rika pun tak bisa menemui semua keluarga yang ada di rumah sakit.
Akhirnya di putuskan mereka semua akan datang saat Nayya sudah di pulang ke rumah. Karena Kasih yakin semua keluarga sudah berkumpul memenuhi rumah sakit.
Setelah menunggu selama dua jam akhirnya terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan Nayya. Semua pun menyunggingkan senyumannya dan mengucapkan rasa syukur mereka.
Nadin langsung memeluk Angga begitu juga dengan Ibu Laras yang langsung memeluk Suaminy. Bude pun tak kuasa meneteskan air matanya dan menghambur kedalam pelukan Pakde. Agiel memeluk Refa. Nathan dan Netanya pun saling berpelukan.
Rama pun keluar setelah proses persalinan selesai untuk memberitahukan keluarganya.
"Rama,, Bagaimana bayi dan Mominya?" Tanya Ayah yang melihat Rama keluar. Dan membuat semua orang menoleh ke arah pintu keluar ruangan Nayya.
"Alhamdulillah sehat Opa." Jawab Rama.
"Cewek apa cowok Kak?" Tanya Nathan.
"Alhamdulillah cewek lagi Dek." Jawab Rama.
"Alhamdulillah." Ucap semua yang ada di ruang tunggu.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok ๐. Kasih hadiah juga boleh kok. Terima Kasih ๐๐๐