Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rumah Sederhana


__ADS_3

Setelah dirasa cukup bercengkrama bersama Angga pun pamit kepada seluruh keluarga besarnya untuk membawa keluarga kecilnya pindah ke rumah mereka sendiri.


Ibu pun melepaskan anak sulungnya dan menantunya dengan ikhlas. Angga dan keluarga kecilnya nasuk kedalam mobil Angga. Smentara Mba.Sus beserta maid dan supir menggunakan mobil Nadin.


Angga dan Andin memang memiliki maid sendiri di kediaman Bagaskara. Maid yang khusus melayani keluarga kecil Angga. Dan supir pribadi yang bertugas mengantar Nadin ataupun Angga.


Sampai di rumah mereka Nadin merasa takjub. Rumahnya sederhana namun masih terlihat mewah walaupun tak semewah kediaman Bagaskara. Rumah dengan satu lantai namun luas.


Angga memang sengaja membeli rumah dengan satu lantai agar tidak perlu naik turun tangga. Angga menoleh kearah Nadin yang masih tampak takjub dengan rumah barunya.


"Kamu suka sayang?" Tanya Angga.


Nadin menganggukan kepalanya dan menoleh kearah Angga. "Makasih Mas." Ucapnya lirih.


"Kita turun yah." Ajak Angga.


Sementara di mobil Nadin


"Waah, Sus rumahnya gede juga ya." Ucap Mang Ujang supir pribadi mereka.


"Iya Mang. Saya juga baru liat." Jawab Mba.Sus.


"Wealah... Bisa seharian penuh aku beresin rumah ini Sus, Mang." Keluh Bi.Ani.


"Tenang Bi. Nanti kata Bapak ada lagi yang kerja disini. Bapak sudah carikan dua orang lagi buat bantu Bibi." Jelas Mba.Sus.


"Wah, Bapak sama Ibu pengertian ya Bi. Mengerti kamu pasti kewalahan beresin rumah ini." Takjub Mang.Ujang.


"Ho..oh.." Jawab Bi.Ani.


"Eh, Ayo kita turun Bapak sudah turun tuh." Ajak Mba.Sus.

__ADS_1


Mereka bertiga pun turun. Mba.Sus langsung menghampiri Nadin dan mengambil alih Baby Neta. Nayya dan Nathan saling bergandengan.


Angga membukakan pintu rumah untuk keluarga kecilnya. Dan mengajak mereka seluruh keluarga kecilnya masuk.


"Bi.Ani." Panggil Angga.


"Iya Pak." Jawab Bi.Ani.


"Besok akan ada dua orang lagi yang akan membantu pekerjaan Bibik. Nanti Bibi jelaskab saja apa kerja mereka yah." Pesan Angga.


"Iya Pak."


Angga menjelaskan ruangan apa saja yang terdapat di rumah itu. Angga memberitahukan dimana letak kamar Mba.Sus, Bi.Ani dan Mang.Ujang. Setelah itu Angga menunjukan kamar anak-anaknya.


"Kaka sama Mas bobonya pisah Pah?" Tanya Nayya.


"Iya sayang. Kalian punya kamar masing-masing." Jawab Angga.


Nadin mengembangkan senyumnya bahagia. Angga memeluk pinggang Nadin mengecup puncak kepala Nadin.


"Adek bobo dimana Pah?" Tanya Nayya kembali karena Angga tak lagi memberitahukan kamar lain.


"Itu." Angga menunjukan satu pintu di samping pintu kamar Nathan.


"Tapi, untuk sementara adik bobo sama Mama dan Papa. Tidak apa-apa kan?" Tanya Angga pada anaknya.


"Owh! Iya ngga apa-apa Pah."


Nayya dan Nathan bermain bersama di ruang bermainnya. Sementara Neta dalam strolernya di jaga Mba.Sus. Nadin membereskan barang bawaannya di kamarnya.


Ddrrrrrt.... Drrrttt....

__ADS_1


Terdengar bunyi ponsel Nadin dari atas Nakas kamarnya Nadin pun aegera melihat siapa yang menelfonnya. Nadin tersenyum dan langsung mengangkat telfonnya.


📱Nadiiiiiin....


Teriak orang disebrang sana. Nadin pun menjauhkan ponsel dari dekat telinganya.


📱Astagfirullah. Ga usah teriak gitu juga kali.


📱Jahaaat....


📱Siapa?


📱Elu...


📱Loh ko Gw sih?


📱Dimana Lu sekarang?


📱Di rumah. Emang kenapa?


📱Rumah mana? Yang jelas dong.


📱Di rumah Gw lah masa rumah tetangga Gw. Ntar Gw sharelock deh.


📱Sekarang Gw ga mau tau.


📱Iya. Cerewet banget deh Lu.


Nadin pun menutup sambungan telfonnya dan mengirimkan alamatnya pada si penelfon tadi.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2