Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Nadin dan Nayya


__ADS_3

Tiba di kediaman Bagaskara. Nayya terbangun saat mesin mobil berhenti. Nayya menangis kala dilihatnya bangunan rumah dan tak dilihatnya Nadin.


"Mamaaaaaa....."


Mba sus kaget karena Nayya langsung menangis. Nadin yang berada diluar dan akan menggendong Nayya yang tidur langsung membuka pintu dengan cepat karena mendengar tangisan Nayya. Angga membuka bagasi untuk membawa barang Nadin.


"Sayaaaang..."


Dan seketika tangis Nayya terhenti Nayya langsung membuka matanya. Dilihatnya Nadin menjulurkan tangannya. Nayya langsung memburu kearah Nadin dan memeluk erat Nadin.


"Papa jahat mah. Nayya ga boleh ketemu mama."


"Hmmm... begitu ya. Nanti mama cubit papah deh."


"Jangam di cubit mah di ci*m aja. Kata Oma sama Opa klo Nayya nakal harus di ci*m."


Angga tersenyum melihat Nadin. Nadin pun tersipu malu mendengar perkataan Nayya.


"Kalo begitu nanti Nayya ci*m papa ya kan papa nakal sama Nayya."


"Mama yang ci*m ma." Nadin pun semakin tersipu. Mba.sus dan Angga tersenyum melihatnya. Nadin mencubit pinggang Angga. Angga meringis menahan sakit. Dan tersenyum melihat tingkah anak dan kekasihnya itu.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga." Sambu Ibu.Suci.


"Assalamu'alaikum Bu."


"Wa'alaikum salam. Bagaimana kabar kamu Nad?"


"Alhamdulillah baik Bu. Ayah belum datang Bu?"


"Sudah. Ayah sedang mandi. Gimana kabar mama mu Nad?"


"Alhamdulillah sudah membaik dan sudah pulang ke rumah lagi."


"Sayang Nayya mandi ya sama mba.sus."


"Oke Oma. Mama, Nayya mandi dulu ya. Mama jangan pergi ya?"

__ADS_1


"Oke sayang."


"Istirahat dulu Nad. Dikamar tamu sudah ibu siapkan."


"Makasih Bu. Nad, bersih-bersih dulu ya bu."


Nadin pun masuk ke dalam kamar tamu di lantai dasar. Angga sudah masuk kedalam kamarnya sejak tadi. Selesai membersihkan diri Nad keluar menuju dapur.


"Bisa bibi bantu neng?"


"Eh, ga usah bi. Nad cuma mau ambil minum."


"Owh! Neng mau minum apa?"


"Ga usah repot bi. Nad, ga minum yang aneh ko cuma akr putih aja tapi mau yang dingin."


"Boleh. Neng duduk saja dulu bibi ambilkan."


"Iih, jangan bi. Bibi cukup tunjukan saja tempatnya biar Nad yang ambil."


Lantas bibi pun hanya menunjukan tempat gelas dan minumannya. Nadin mengedarkan pandangannya tak ada seorangpun. Nadin duduk di teras belakang memandangi bunga-bunga koleksi ibu sambil meminum air dinginnya.


"Hai, waaah... Anak mama sudah cantik. Sudah makan sayang?"


"Sudah mah tadi mba.sus suapin."


"Anak pinter sini duduk sama mama."


Nayya pun duduk dipangkuan Nadin. Kedua bercerita sangat asik. Bernyanyi dan tertawa bersama layaknya anak dan ibu. Bu.Suci dan Pa.Bagas melihat dari dalam rumah betapa terharunya melihat cucunya sebahagia itu.


"Bu, Pa. Liat apa sih?" Tanya Amel yang heran melihat orang tuanya menitikan air mata.


"Ssst... Kamu ya ngagetin Ibu sama Bapa." Jawab ibu.


"Lagian kalian liat apa sih?"


"Itu loh Mel." Jawab Ibu sambil menunjuk ke arah Nadin dan Nayya.

__ADS_1


Amel pun tertegun melihat keduanya. Nayya tampak begitu lengket dan bahagia bersama Nadin. Tak ada yang tau Angga pun tengah melihat Nadin dan Nayya dari balkon kamarnya. Tak terasa air mata Angga menetes begitu saja.


Amel mengambil ponselnya dan mengabadikan moment bahagia Nadin dan Nayya. Sementara Nadin dan Nayya asik tanpa peduli dengan sekitar. Nayya begitu menikmati kebersamaannya dengan Nadin begitupun sebaliknya.


Tak terasa hari semakin larut cahaya mentari pun sudah tergantikan dengan cahaya lampu-lampu. Nadin dan Nayya beranjak dari tempat mereka. Sementara Ibu,Ayah dan Amel gelagapan berpencar mencari tempat lain berpura-pura tak terjadi apa-apa.


Nadin dan Nayya memasuki rumah utama sambil bernyanyi-nyanyi. Langkah mereka terhenti melihat ibu dan ayah. Keduanya pun mendekati ibu dan ayah.


"Oma,Opa..."


"Halo camtiknya Opa. Dari mana saja?"


"Nayya dari belakang Opa sama Mama."


"O.ya... Pantes Opa ngga liat dari tadi."


"Opa, senang deh ada mama disini. Nay bisa main-main sama mama." Ucap Nayya sambil duduk di pangkuan Ayah.


Lantas Nayya terus bercerita betapa bahagianya dia dengan kehadiran Nadin. Nadin hanya tersenyum. Ibu tersenyum dan menitikan air matanya. Nadin menangkap ekspresi ibu. Nadin pun mendekati ibu dan memeluk ibu. Ibu mengusap tangan Nadin.


"Oma kenapa nangis?"


"Oma bahagia sayang seperti cucu Oma yang sedang bahagia."


Nayya turun dari pangkuan Opa dan mendekati Oma lantas memeluk Omanya. Angga menuruni anak tangga melihat kehangatan keluarganya.


"Papa,,, Oma nangis karena papa."


"Loh, salah papa apa? Ko datang-datang disalahin."


"Karena papa ngga pernah bawa mama kesini. Coba mama disini tiap hari Oma pasti senang setiap hari ga nangis lagi. Iya kan oma?" Tanya Nayya polos.


Oma hanya mengangguk menjawab pertanyaan Nayya. Angga duduk di samping Nadin. Nayya langsung duduk diantara keduanya. Semuanya pun tertawa melihat tingkah Nayya.


"Ini mamanya Nayya pah."


"Owh! Baiklah tuan putri."

__ADS_1


Angga mencoel hidung putri cantiknya. Nadin memeluk erat Nayya. Amel ikut bergabung dan bercerita bersama. Kehangatan dan keceriaan tak lepas dari mereka.


Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh kasih tipnya ya. Terima Kasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2