Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Teman Lama


__ADS_3

Hari ini hari yang paling di nantikan oleh Indah. Pasalnya hari ini ikrar janji suci akan segera dilaksanakan oleh pujaan hatinya Doni. Indah sudah di rias oleh MUA profesional sejak pagi tadi. Begitupun dengan keluarga yang lain.


Kecantikan Indah dan Nadin memang tiada duanya menurun dari sang Mama. Mama merupakan kembang desa anak paling cantik dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Sebelum Indah di bawa keluar Indah, Nadin dan Juga Mama berfoto bersama di dalam kamar Indah. Ketiganya bak remaja yang tengah bergaya.


"Masya Allah Bidadari-bidadari nya Bapa."


"Bidadari Angga juga tuh Pa."


"Kita ngga di ajakin nih?"


"Bapa,,, Aa.. Kalian ih."


"Udah siap Dek?" Tanya Bapa.


"Siap dong Pa." Jawab Angga Usil.


"Aa mah... Suka gitu deh."


"Sudah-sudah ayo Pa kita keluar. Kita harus menyambut Besan." Bapa dan Mama pun keluar bersiap menyambut besan.


Tak lama rombongan keluarga Doni pun datang. Doni hanya di temani keluarga kecil Kakanya dan beberapa orang sanak saudara. Karena memang Doni hanya dua bersaudara kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.


Acara akad nikah sudah berjalan dengan lancar. Akhirnya Indah pun menyandang gelar nyonya Doni. Nadin menggendong Nathan yang usianya masih dua minggu. Nathan tampak tenang dalam gendongan Nadin. Sesekali bergantian dengan Angga atau Mba.Sus.


"Maaf, Nadin ya?" Tanya seorang tamu yang mengenal Nadin.


"Iya. Siapa ya?"


"Saya Dea. Masih ingat?"


"Masya Allah Dea, Apa kabar? Kemana aja Bu?"


"Alhamdulillah sehat Nad. Ini anak kamu?"


"Eh, Iya De. Ini yang nomer dua."

__ADS_1


"Waah, sudah dua rupanya. Yang nomer satu mana?"


"Itu." Tunjuk Nadin pada Nayya.


"Owh! Nayya anak kamu."


"Iya. Kamu pernah ketemu?"


"Iya. Waktu itu Indah membawa Nayya ke rumah sakit. Eh, bentar. Kamu Kakaknya Indah?"


"Iya. Kenapa?"


"Ya Allah. Aku baru tau loh."


"Owh! Ya. Selepas S1 kita ga pernah ketemu lagi sih."


"Iya. Kamu sih sibuk sekolah terus."


"Bisa aja deh kamu. Udah lama dinas di rumah sakit sini De?"


"Masya Allah. Hebat ya kamu. Suami kamu ga ikut De?"


"Dinas Nad."


Nadin pun asik berbincang bersama teman lamanya. Ditambah kehadiran Kasih yang sama-sama satu almamater. Alhasil obrolan mereka bertiga tiada henti. Sampai akhirnya mereka terpisahkan karena Nathan yang kehausan. Nadin berpamitan untuk menyus** Nathan.


"Ga nyangka bisa ketemu Dea lagi ya Nad." Ujar Kasih.


"Iya, Gw fikir dia jadi keluar Negeri."


"Kayanya sih jadi kalo dia ga nikah."


"Iya juga ya. Dari pada di tinggal Dea mending di kawinin tuh judulnya. Jadikan Dea masih disini."


"Tapi ko ga ada undangannya ya ke kita?!"

__ADS_1


"Bukan ngga ada. Kitanya aja kali yang ga tau. Kan kita lanjut S2."


"Iya yah. Temen kita udah punya dua anak kita baru nikah."


"Gw juga udah dua. Tinggal nunggu punya Lu launching nih."


"Amin. Do'akan lancar sampai lahiran ya Nad."


"Iya pasti gw do'ain. Gw saranin sih mending normal aja Kas."


"Iya gw maunya gitu Nad."


"Sip. Semangat ya sayang ku."


Keduanya saling berpelukan dengan Nathan di tengah-tengah mereka. Nathan tak merasa terganggu sedikitpun. Karena asik menyus*.


"Sayang,"


"Aku disini yang."


"Ko ga di depan?"


"Nathan haus yang."


"Owh! Eh, Kas Rian nyariin kamu."


"Makasih ya Ka." Angga hanya mengangguk menjawabnya.


"Pantes di cariin ngga ketemu. Nathan lagi Mimi ya sayang."


"Sekarang udah mulai bobo nih yang. Nanti aku simpen aja biar Mba.Sus yang jagain."


"Ya udah Kaka panggilin Mba.Sus ya. Biar Nayya sama Kaka."


"Makasih sayang." Angga pun kembali ke depan tak lupa menci*m kening sang istri terlebih dahulu.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2