Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Jangan Bersedih


__ADS_3

Walaupun sulit namun hidup harus terus berlanjut. Kini Amel dan Ayah tinggal bersama dengan Angga dan Nadin. Rumah utama pun di sewakan. Agiel dan Refa tinggal bersama dengan Bude sesuai dengan permintaan Pakde agar rumah ramai dalihnya.


Gaga semakin gencar mendekati Camelia bahkan sudah berani mendatangi rumah Nini di kota C. Namun, sayang Uncle Doni kurang menyetujuinya. Karena Gaga dan Rama bersaudara begitupun dengan Nayya dan Camelia.


Dan kini Gaga pun melampiaskan kegundahan hatinya dengan menyibukkan dirinya di perusahaan. Rama dan Nayya pun merasa kasihan kepada Adiknya itu.


Nayya sudah berusaha membujuk Onty Indah untuk berbicara pada Uncle Doni namun, bujukan Onty Indah pun tak mempan. Gaga pun berpasrah pada takdir.


"Kakak jangan khawatir. Jika Tuhan memang menjodohkan kami maka sejauh apapun kami di pisahkan maka kami akan bertemu jua. Begitu pun sebaliknya sedekat apapun kita di dekatkan jika memang belum jodohnya makan akan berpisah juga." Jelas Gaga pada Nayya.


"Maafkan Kakak Dek yang ga bisa bantu kamu." Ucap Nayya lirih.


"Kakak tidak salah. Kakak jangan khawatir ya. Kasihan keponakan Gaga yang berada di dalam perut Kakak." Ucap Gaga menggenggam tangan kakak iparnya untuk menenangkannya.


Nathan melangsungkan wisudanya namun Nayya tak dapat menghadirinya dikarenakan kehamilannya yang sudah semakin membesar. Rama takut Nayya kelelahan begitu juga dengan Nadin. Dia tak ingin terjadi sesuatu terhadap anak dan cucunya.


Ibu Rama pun bertugas menjaga Nayya di rumah. Karena takut Nayya akan melahirkan sewaktu-waktu.


Orang tua Rama dan Nayya bergantian silih berganti menjaga Nayya karena mereka tak ingin saat Nayya akan melahirkan tak ada siapapun di rumah ya. Seluruh maid pun di beri ancang-ancang takut-takut Nayya melahirkan.


Malam hari Nadin mengadakan syukuran sekalian lamaran Nathan dan Rika. Acaranya di adakan di hotel milik Keluarga Rian. Karena acara syukuran di peruntukan bagi Nathan dan Rika.


Rama pulang bersama dengan Gaga. Karena Gaga harus menjemput Ibu dan Ayahnya pulang. Setelah kepulangan Ibu, Ayah dan Adiknya Rama membawa Nayya masuk ke kamarnya yang berada di bawah. Ya, Rama memintldahkan kamar utamanya ke bawah selama kehamilan Nayya yang sudah semakin membesar.


"Sayang, istirahat dulu ya. Nanti Mas bantu siap-siap." Titah Rama pada Nayya.


"Kana bagaimana Mas?" Tanya Nayya.


"Kana sama Mama katanya. Tadi Mama telfon Mas." Jawab Rama.


"Nanti malam Kana ikut pulang sama kita ya Mas." Pinta Nayya.


"Kenapa?" Tanya Rama.


"Nayya kangen banget sama dia. Udah dua hari bobo di rumah Mama terus." Jawab Nayya merajuk.


"Biarkan saja dulu ya. Sampai kamu melahirkan." Bujuk Rama.


"Mas,,, kan lahirannya juga masih sebulan lagi. Boleh ya. Kana kan anak aku Mas." Nayya merajuk.


"Ya sudah iya sayang. Nanti kita bilang sama Mama." Ucap Rama.

__ADS_1


"Makasih Mas." Ucap Nayya memeluk Rama.


Mereka pun beristirahat sejenak walau hanya merebahkan diri di atas kasur. Setelah itu barulah Nayya bersiap-siap untuk menghadiri acara syukuran Nathan sekaligus lamaran Nathan.


Setelah siap Rama dan Nayya pun pergi menuju Hotel milik Rian. Seluruh keluarga sudah berkumpul di sana. Keluarga Angga dan Nadin begitu pun keluarga Rian dan Kasih.


Acara berlangsung sesuai dengan acaranya. Sepanjang acara Kanaya tak ingin jauh dari Nayya karena rasa rindunya terhadap Mominya. Begitu juga dengan Nayya yang tak ingin jauh dari Kanaya anak sulungnya.


"Kakak, yakin ga apa-apa Kanaya ikut pulang bersama Kakak?" Tanya Angga khawatir.


"Iya Pah. Kakak kangen Kana." Jawab Nayya.


"Tapi kan Kak," Ucap Nadin terputus.


"Kakak ga apa-apa Mah. Kan perkiraan melahirkannya juga baru bulan depan Mah." Ucap Nayya meyakinkan Mamanya.


"Baiklah. Besok Mama ke rumah Kakak ya." Ucap Nadin.


"Terima kasih Mah." Ucap Nayya tulus.


Setelah acara usai semua pun pulang kerumah masing-masing.


Pagi hari Netanya tampak murung di meja makan.


Netanya pun hanya menggelengkan kepalanya sambil terus mengunyah sandwich buatannya.


"Ga makan nasi?" Tanya Nathan lagi. Dan lagi-lagi Netanya hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


Nadin dan Angga pun datang bergabung bersama keduanya di susul Ayah dan Amel.


"Ada apa?" Tanya Nadin pada kedua anaknya.


"Ga tau tuh adek mukanya asem banget." Jawab Nathan.


"Kenapa Dek?" Tanya Nadin.


Dan Netanya pun hanya menjawab dengan anggukan.


"Berantem sama Yoga?" Tanya Angga. Dan Netanya pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Cucu Opa kenapa Hm?" Tanya Ayah.

__ADS_1


Dan tiba-tiba bulir bening menetes di pipi Netanya. Semua pun di buat bingung dengan nya. Nadin melirik kearah Angga dan Nathan. Mereka berdua pun hanya mengangkat bahu saja. Amel dan Ayah pun saling bertatapan bingung.


"Sayang,," Panggil Nadin lembut merangkul anak bungsunya.


Netanya pun menangis tersedu-sedu. Menumpahkan kesedihannya di pelukan Nadin. Nadin mengusap lembut kepala Nadin.


"Ada apa Hm..." Tanya Nadin membawa Netanya kedalam pelukannya.


Setelah tangisannya mulai mereda Netanya pun langsung mengeluarkan suaranya.


"Mas.Yoga mau ke LN." Ucap Neta langsung menangis.


Semua pun bingung ingin tertawa tapi tak tega melihat Netanya begitu sedih. Semua pun hanya bisa diam.


"Kapan Yoga pergi?" Tanya Angga.


"Sore ini." Jawab Netanya.


"Ada apa sampe harus ke LN?" Tanya Nathan.


"Perusahaannya yang disana ada masalah. Mas.Nathan harus menyelesaikannya." Jawab Netanya terbata.


Semua pun terdiam tak dapat mengatakan apapun jika itu menyangkut pekerjaan. Namun kesedihan Netanya begitu membuat semua keluarga prihatin. Pasalnya ini kali pertama Netanya dan Yoga terpisahkan setelah keduanya pacaran.


Nadin pun hanya bisa memeluk anak bungsunya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Akhirnya Angga pun mengijinkan Netanya tidak masuk sekolah melihat kondisi anaknya yang kacau dan tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.


Netanya mengurung diri seharian di dalam kamarnya. Nathan sudah mulai betugas di hotel sedangkan Angga sudah mulai pensiun di rumah. Angga dan Ayah sedang menguras kolam di taman belakang di temani Kanaya.


Nayya dan Kanaya datang setelah menerima kabar tentang Netanya dari Nadin. Rama pun mengantarkan Nayya dan Kanaya sebelum berangkat ke kantor.


Kanaya begitu senang mengambil ikan-ikan di kolam yang airnya mulai sedikit. Nayya dan Nadin membuatkan camilan kesukaan Netanya untuk menghibur Netanya.


"Hai,, Onty.. Momi bikinin Onty camilan nih mau ngga?" Ucap Nayya dengan suara khas anak kecil saat masuk kedalam kamar Netanya.


"Kakak,,," Ucap Netanya manja.


"Onty jangan sedih dong. Ayo makan camilannya. Enak loh." Ucap Nayya lagi dengan suara khas anak kecil.


"Minuman datang." Teriak Nadin dari luar.


"Mama..." Panggil Netanya.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2