Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
SAH


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba. Segala persiapan untuk acara akad telah di persiapkan oleh WO. Karena Netanya merupakan anak terakhir Angga Bagaskara dan Prayoga Hadist merupakan putra tunggal keluarga Hadist oleh karena itu acara di laksanakan begitu meriah.


Akad nikah pun di adakan di hotel milik keluarga Angga Bagaskara. Semua keluarga inti di sediakan kamar oleh Angga. Termasuk para sahabatnya.


Di kamar Netanya sudah di rias oleh MUA ternama yang di sewa oleh Nadin. Nadin, Amel, Bude, Nayya, Rika dan Refa di rias di ruangan yang sama.


Karena Nadin dan Amel telah usai lebih dulu keduanya pun segera mengganti pakaian mereka dan segera menyambut para undangan yang datang untuk menghadiri Akad nikah Netanya dan Prayoga.


Tok...tok...tok...


"Sayang." Terdengar suara Rama memanggil di balik pintu.


"Ya." Jawab Nayya.


Salah satu MUA membukakan pintu kamar tersebut. Dan masuklah Rama membawa kedua putrinya.


"Kenapa sayang?" Tanya Nayya.


"Kali mau sama Momi." Jawab Rama.


"Sini sayang." Ucap Nayya merentangkan tangannya.


MUA yang tengah merias Nayya pun menghentikan kegaiatannya sejenak. Membiarkan Nayya menggendong anaknya terlebih dahulu.


"Kakak mau sama Momi juga?" Tanya Nayya.


"No. Ka Mau cama Papi Mi. Nanti ada tante genit." Ucap Kanaya polos.


Nayya pun menatap tajam suaminya dan Rama hanya mengangkat bahunya.


"Ya sudah, Kakak jagain Papi ya. Kalo ada tante-tante genit sama Papi cubit aja ya." Pesan Nayya.


"Sayang, perintah apa itu. Tidak baik untuk anak." Ucap Rama.


"Kalo gitu jangan berani deket-deket sama tante genit." Ucap Nayya.


"Astaga! Momi sama anaknya sama aja." Ucap Rama.


"Owh! Tentu saja sayang. Mereka anak-anak ku dan Kamu milik kami Papi. Jadi, jangan ada seorang pun yang berani deketin kamu Pi." Jawab Nayya.


"Astaga! Sepertinya Papi harus segera mencetak anak ketiga dan harus laki-laki agar Papi mendapat dukungan." Ucap Rama.


"Papi...." Teriak Nayya melempar batal yang berada di dekatnya.


Dan itu membuat semua yang berada di kamar itu tertawa melihat tingkah keluarga kecil Nayya dan Rama.


"Sudah-sudah kalian ini ga sadar jadi tontonan dari tadi." Ucap Bude melerai keduanya.


"Itu tuh Bude Mominya Kana sama Kali masa ga mau cetak satu anak lagi kan biar seru ya Bude." Ucap Rama mengadu.

__ADS_1


"Owh! Astaga Papi. Sudah sana main cetak-cetak saja. Cetak terus ga ada capek-capeknya." Ucap Nayya.


"Serius Kak?" Tanya Rika dan Refa bersamaan.


"Hus! Kalian lagi duo bumil. Udah ah. Sana Papi kembali keluar disini semua gadis-gadis." Usir Nayya.


"Baiklah Momi duo K yang paling cantik." Gombal Rama kemudian keluar dengan membawa Kanaya.


Dan saling goda pun terjadi setelah Rama meninggalkan para gadis.


Setelah semua selesai di rias semua pun keluar dari kamar tersebut. Rika dan Refa masuk ke dalam kamar Netanya karena bertugas untuk membawa Netanya keluar setelah proses ijab kobul selesai.


"Kak.Rika, Kak.Refa. Dimana Camel dan Mega?" Tanya Netanya.


"Camel belum datang. Kata Mama mereka akan datang siang nanti saat resepsi. Nini menelfon Mama tidak bisa hadir di acara akad." Jelas Rika.


"Owh! Astaga Onty Indah benar-benar hanya karena Kak.Rama pernah menyukai Kak.Camel dia sampai segitunya melarang anak dan Ibunya untuk datang kesini." Keluh Netanya.


"Tak perlu bersedih sayang. Kita do'akan saja agar hati Onty dan Uncle melunak ya." Ucap Refa.


Mereka bertiga pun saling berpelukan.


"Tunggu. Dimana Mega? Dia ga datang juga?" Tanya Netanya.


"Hmm... Sebentar." Jawab Rika.


Kemudian Rika mengambil ponselnya yang berada di dalam tas kecilnya kemudian dia menelfon seseorang dan itu adalah Nathan suaminya.


๐Ÿ“ฑTunjukan dimana Mega


๐Ÿ“ฑMega


Kemudian Nathan pun menyisir ruangan dan menemukan Mega tengah duduk bersama dengan Gaga. Nathan pun mengarahkan kameranya ke arah mereka berdua.


"Nah, lihat kan dimana Mega berada." Ucap Rika.


"Astaga! Sahabat Luk Nut ya memang." Umpat Netanya dan mereka bertiga pun tertawa terpingkal-pingkal.


Rika mengakhiri panggilannya kepada Nathan karena rombongan mempelai pria sudah datang. Nathan pun bersiap mengambut kedatangan mereka. Setelah Yoga di giring menuju tempatnya semua keluarga pun kembali ketempat yang sudah di sediakan sesuai kursinya.


Agiel dan Nathan duduk dengan dua kursi kosong di tengah mereka. Tiba-tiba saja dua orang wanita duduh di kursi kosong antara Agiel dan Nathan. Agiel dan Nathan pun saling tatap penuh tanya dan emosi.


"Hai, boleh kenalan ga? Kursinya kosong kan?" Ucap Salah satu dari mereka yang duduk di samping Nathan.


Bukannya menggubris pertanyaan mereka Nathan malah memanggil WO dengan kode. Dan saat salah satu WO itu datang alangkah terkejutnya WO tersebut melihat dua wanita tengah duduk di kursi yang di peruntukan untuk pasangan Agiel dan Nathan.


"Maaf, Nona-Nona anda berdua siapa?" Tanya WO dengan sopan.


"Kami pacar mereka." Jawab salah satunya santai.

__ADS_1


Karena suasana tengah hening semua lun menoleh kearah mereka. Nathan dan Agiel pun mendapat tatapan yang begitu mengerikan dari Nayya. Nathan dan Agiel yang menyadari tatapan membunuh dari Nayya mengangkat kedua tangannya dan menggeleng.


Sebelum menjawab pertanyaan dua wanita tersebut WO itu pun tertawa lebih dulu.


"Up's! Maaf Nona-Nona, Saya mengenak dengan jelas siapa pria yang anda katakan kekasih anda ini. Jadi saya rasa tidak mungkin keduanya memiliki kekasih seperti anda." Jawab WO tersebut.


"Hei, jaga omongan kamu ya. Maksud kamu apa?" Tanya salah satu perempuan itu dengan sesikit emosi.


"Sebaiknya anda kembali ketempat yang sudah kami sediakan untuk keluarga dari mempelai laki-laki." Usir WO tersebut halus.


Yoga yang tak mengetahui siapa dua wanita tersebut pun merasa geram dengan ulah keduanya. Yoga bertanya-tanya siapa dua wanita tersebut.


"Berani sekali anda mengusir Kami. Disini lah tempat kami. Sudah sana lakukan tugas kalian dengan baik." Usir perempuan tersebut.


Amel dan Bude pun masuk menuju kamar rias Netanya. Sebelum semuanya menjadi kacau.


"Kalian berdua keluarlah temui pasangan kalian biar kami yang akan mengantarkan sang putri nanti." Ucap Bude.


Tanpa curiga Rika dan Refa pun keluar dari ruangan tersebut. Netanya yang curiga pun bertanya pada Bude dan Onty. Onty pun menjelaskannya. Dan betapa terkejutnya Netanya.


Saat Rika dan Refa sampai di tempat acara keduanya saling bertatapan melihat apa yang sedang terjadi.


Dengan anggunnya kedua bumil itu mendekati suami mereka. Tanpa banyak tanya keduanya langsung bergelayut manja pada pasangan masing-masing.


WO yang melihatnya tersenyum penuh arti melihat kedua perempuan tersebut yang hanya diam melihat tingkah duo bumil tersebut.


"Hei,, siapa kalian beraninya bergelayut manja pada pacar kami?" Ucap Salah satu perempuan itu dengan menyingkirkan tangan Refa yang tengah bergelayut manja pada lengan Agiel.


"Mba,,, dirumah anda ga ada cermin ya?" Tanya Refa santai.


"Maksud Lu?" Ucap perempuan itu lagi.


"Mba, sebaiknya anda memeriksakan mata anda ke dokter mata." Ucap Rika.


"Breng sek." Ucap salah satunya dan mengangkat tangannya mencoba menampar Rika.


Dengan sigap Rika menangkap tangan perempuan itu.


"Kalian tidak bisa melihat perut kami yang membesar akibat ulah mereka." Ucap Rika menunjuk perutnya dan perut Refa kemudian menunjuk kearah pasangannya.


Kedua perempuan itu pun melihat kearah perut Rika dan Refa yang membuncit. Yoga mendekati kearah mereka karena merasa sangat geram.


"Permisi!" Ucap Yoga.


"Maaf Nona-Nona. Saya tidak tau siapa kalian karena keluarga kami tak merasa memiliki keluarga tak beretika seperti kalian. Saya minta kalian keluar dari gedung ini sebelum kami mengusir anda berdua dengan cara paksa." Ucap Yoga.


Keduanya pun menghentakkan kakinya dan keluar dari hotel tempat acara pernikahan Netanya dan Yoga akan berlangsung.


Setelah kerusuhan yang terjadi akhirnya Yoga pun bisa bernafas lega setelah kata SAH terlontar dari para saksi yang hadir.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok ๐Ÿ˜Š. Kasih hadiah juga boleh kok ๐Ÿ˜Š. Terima Kasih ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2