
Mereka bertiga sampai di taman depan dan bersamaan dengan lengkung dari bibir mereka.
"Mama,, Bapa.." Nadin mendekati keduanya. "Kapan datang?" Tanyanya kembali.
"Baru saja Teh. Mama kangen sama cucu-cucu Mama."
"Maaf ya Mah, Kita belum sempat jenguk Mama sama Bapa."
"Tidak apa-apa sayang. Kan kita juga bisa datang kesini kalo kangen sama kalian."
Nadin memeluk Mamanya. Angga dan Amel pun menyalami Mama dan Bapa.
"Apa kabar kandungan Mu Nak?" Tanya Mama pada Amel.
"Alhamdulillah Mah. Sudah membaik."
"Masih mual-mual?"
"Berkurang Mah."
"Alhamdulillah Mah..."
Malam hari suasana rumah ramai dengan kehadiran Mama dan Bapa. Seperti biasa jika Mama dan Bapa datang pasti akan tidur bersama cucu-cucu. Termasuk Refa pun akan ikut tidur bersama Nenek dan Aki.
Anak-anak begitu senang dengan kedatangan Nenek dan Aki. Oma dan Opa juga merasa senang karena ada yang bergantian jaga cucu juga ada teman mengobrol.
"Sayang, kapan libur?" Tanya Angga pada Nadin.
"Kenapa tiba-tiba nanyain libur?"
"Biar bisa di jadwalkan buat liburan sayang."
__ADS_1
"Tapi Amel lagi hamil muda Yang."
"Ya kita cari tempat yang aman buat dia juga dong sayang."
"Bulan depan kayanya aku ada libur deh. Nanti Nad liat jadwalnya ya."
"Oke. Nanti sekalian kita cari tempat liburan buat keluarga yang nyaman. Apa sekalian kita bulan madu lagi gimana? Kali aja Nayya sama Nathan punya dedek lagi." Goda Angga.
"Kakaaaaa..... Ngga yah." Teriak Nadin.
Saat Nadin berteriak bersamaan dengan Arif melewati Angga dan Nadin. "Apaan sih Lu Nad teriak-teriak kaya bocah."
"Tau tuh Rif. Mau punya bocah lagi kali ya."
"Tancap Gas Ka..."
"Dasar kalian sama aja Gi**." Umpat Nadin sambil berlalu menuju kamar anak-anak.
"Wa'alaikum salam." Jawab seisi kamar.
"Mama..." Teriak anak-anak bersamaan.
"Kalian senang ya?"
"Ma, kenapa Nenek sama Aki ga tinggal sama kita?"
Nadin mendekati Nathan dan duduk disamping anak bungsunya. "Adek sudah tanya Aki sama Nenek kenapa ga tinggal disini?" Tanya Nadin lembut.
Nathan pun menggeleng. Nadin tersenyum dan memeluk Nathan. Nayya dan Refa mendekati Nadin. Nadin pun merentangkan tangannya dan membawa Nayya dan Refa masuk kedalam pelukannya.
Mama dan Bapa selalu terharu melihat kebersamaan mereka. Nadin dan Angga tak pernah membedakan antara anak-anak mereka dan Refa. Begitupun Arif dan Amel mereka tak pernah membedakan Nayya dan Nathan.
__ADS_1
"Anak-anak,, waktunya tidur. Ayo sini siapa yang mau dekat Aki?" Seru Aki.
"Nathan dong Ki." Jawab Nathan lantang.
"Nayya mau dekat Aki sama Nini." Teriak Nayya.
"Refa dekat Nenek." Teriak Refa tak mau kalah.
Mereka pun tidur bersamaan dengan menggelar tempat tidur di tengah-tengah kamar mereka. Nadin mencium satu persatu anak-anaknya. Mengucapkan selamat tidur. Nadin pun melakukan hal yang sama kepada Mama dan Bapak.
Dikamar Angga sudah merebahkan badannya ketika Nadin masuk. "Anak-anak sudah tidur sayang?"
"Sudah mau. Mereka sudah pada posisinya."
"Maksudnya?"
"Ya anak-anak memilih posisi tidur dekat siapa. Nathan dekat Aki. Nayya dekat aki juga Nenek dan Refa dekat dengan Nenek."
Angga tertawa mendengarnya. "Lucu sekali ya mereka."
"Mungkin begitu juga ya kalau mereka memilih tidur bersama Oma dan Opa."
"Tidak akan jauh. Pasti mereka juga berebut posisi."
Nadin merebahkan badannya di samping Angga. Angga menggeser badan Nadin untuk lebih dekat dengannya. Nadin menyandarkan kepalanya di dada Angga.
Terima kasih Rider setiaku...
Jangan lupa like dan komennya Ya.
Mampir juga di "Cerita Kita" Ya.
__ADS_1
🙏🙏🙏