Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Resepsi 1


__ADS_3

Malam ini acara resepsi akan dilaksanakan di salah satu hotel milik keluarga Bagaskara. Semua keluarga sudah bersiap-siap di hotel tersebut. Kali ini Kanaya di libatkan dalam acara resepsi. Kanaya di rias bak putri raja. Seperti halnya Nayya. Hanya berbeda panjang gaun saja dengan Nayya.


Kanaya tampak sumringah karena terus mengikuti Mominya kemana pun. Berbeda dengan Rama yang sedikit uring-uringan karena Kanaya yang terus lengket bersama Nayya.


"Princess, princess ikut sama Uncle Nath dulu ya." Bujuk Rama.


"No Papi. Ka mau sama Momi." Ucap Kanaya khas suara anak kecil.


"Mas,," Nayya memperingati.


"Ya boleh deh sekarang sama Momi. Tapi, nanti malem bobok sama Oma ya." Bujuk Rama lagi.


"No Papi No." Jawab Kanaya sambil menyilangkan tangannya di dada.


Nayya yang melihat tingkah anak dan Papinya itu hanya tertawa. Nayya dan Kanaya memang telah usai di rias. Mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk keluar.


Sementara seluruh keluarga telah memasuki aula tempat dilaksanakannya resepsi. Tampak sanak saudara dan para tamu undangan satu persatu berdatangan. Nadin dan Angga pun menyambut para tamu undangan dengan ramah.


"Bunda," Panggil Nathan pada Kasih.


"Iya Mas?" Jawab Kasih.


"Sebaiknya Bunda jangan berpisah dengan Ayah. Terus tempeli Ayah. Jangan sampai ada salah faham diantara Kalian. Mas menyayangi Kalian dan Mas percaya pada Ayah dan Bunda." Jelas Nathan pasa Kasih.


"Mas.Nathan ada-ada saja deh. Masa iya Bunda sama Ayah nempel terus. Kalo Bunda atau Ayah mau ke toilet masa iya sama-sama." Canda Kasih.


"Bila perlu seperti itu dulu Bun." Jawab Nathan santai.


"Mas Nathan. Sudahlah. Ada-ada saja kamu ini." Jawab Kasih.


"Jika Bunda tidak mau. Ya apa pun yang terjadi Mas harap Bunda jangan terpancing oke." Tegas Nathan.


"Iya. Iya. Sudah sana. Rika pasti sudah menunggu Mas." Usir Kasih. Walau pun setelah kepergian Nathan Kasih terus berfikir apa maksud perkataan Nathan barusan.


Nayya dan Dama memang berteman dekat. Namun, Dama memiliki rasa cemburu yang tinggi terhadao keharmonisan keluarga Nayya. Bahkan, bisa di bilang apapun keinginan Nayya semua bisa terpenuhi tanpa Dama tau apa perjuangan yang di lewati oleh Nayya untuk memenuhi keinginannya.


"Dek," Panggil Yoga pada Neta.


"Iya Pak. Eh, Mas." Jawab Neta canggung.


"Apapun yang terjadi tetaplah di sisi Mas oke. Tetaplah bersama Mas dan keluarga." Pesan Yoga.


"Mas kenapa sih?" Tanya Neta heran.


"Ga kenapa-kenapa. Mas hanya tidak ingin ada kesalah fahaman." Jelas Yoga.


"Iya." Jawab Neta singkat walaupun Neta tidak mengerti apa maksud dari ucapan Yoga.


"Ka.Neta." Panggil Camelia.

__ADS_1


"Kenapa Dek?" Tanya Neta.


"Kakak lihat Nini?" Tanya Camelia.


"Nini masih di dalam. Mama dan Papa Camel sudah datang?"


"Sudah." Jawab Camel.


Semua tamu sudah tampak memenuhi tempat acara kini giliran pasangan pengantin baru keluar menyambut tamu undangan. Rama dan Nayya keluar berjalan bergandengan dan tak lupa peri kecil mereka Kanaya yang berjalan di tengah-tengah mereka.


Rama dan Nayya berdiri di pelaminan kemudian satu persatu tamu undangan datang silih berganti untuk memberikan selamat kepada keduanya. Kanaya tampak kelelahan duduk di kursi pengantin. Rika yang melihatnya segera menghampiri Kanaya di atas pelaminan.


"Princess, mau makan? Yuk, sama Onty." Ajak Rika.


"Mau Onty." Jawab Kanaya dan Kanaya pun merentangkan tangannya meminta gendong pada Rika.


"Unch sayang." Ucap Rika sambil membawa Kanaya dalam gendongannya.


"Makasih Dek." Ucap Nayya.


"Sama-sama Kak." Balas Rika.


Kanaya pun turun dari pelaminan di bawa oleh Rika menghampiri seluruh keluarga yang tengah menikmati makanan.


Byurr....


"Aduh, maaf ga sengaja." Ucap seseorang setelah menumpahkan air minumnya di jas milik Rian.


"Mari saya keringkan." Tawarnya.


"Tidak perlu biarkan saja." Tolak Rian menepis tangan wanita itu.


"Kenapa Om?" Tanya Yoga yang berada tak jauh dari mereka. Dan Yoga seperti mencium aroma kesengajaan di sana.


"Ini baju Om kena tumpahan air minumnya." Jelas Rian.


"Mari Om Yoga bantu." Tawar Yoga.


"Ah, Ya. Terima kasih Ga." Jawab Rian kemudian mengikuti Yoga.


"Sial!" Umpat wanita tersebut.


Suasana pun kembali kondusif setelah Yoga berhasil menggagalkan rencana wanita tersebut kepada Rian. Rian membuka Jasnya dan tersisa hanya kemejanya saja. Rian yang masih terlihat gagah di usianya yang tak muda lagi membuat wanita tadi semakin tergiur padanya.


"Sayang, kemana jas kamu?" Tanya Kasih.


"Basah Yang. Tadi ada tamu undangan yang ga sengaja numpahin minuman pada jas Mas." Jelas Rian.


Deg...

__ADS_1


"Apa ini maksud dari omongan Nathan tadi." Batin Kasih.


"Sayang." Panggil Rian.


"Ah, iya sayang." Jawab Kasih.


"Kok malah ngelamun sih." Tanya Rian.


"Ngga kok. Mas itu loh yang menggoda aku masih sore begini." Ucap manja Kasih menelusup kedalam dada bidang Rian.


"Hm... Kalau begini caranya jangan salahkan aku jika aku menarikmu kedalam kamar sekarang juga." Bisik Rian di telinga Kasih.


"Mas mesum." Ucap Kasih manja.


"Kamu yang selalu bisa membuat Mas mesum sayang." Goda Rian.


Dan sepasang mata penuh amarah melihat tingkah keduanya. Mata penuh kecemburuan yang tak beralaskan. Kecemburuan yang seharusnya tidak perlu ada.


"Bunda, Ayah, Mamih sama Papih mau di ambilkan sesuatu?" Tawar Refa pada kedua orang tuanya dan calon mertuanya.


"Tidak perlu Nak. Kami akan mengambilnya jika menginginkannya." Tolak Amel lembut.


"Mas, bukannya perempuan itu temannya Kakak ya?" Tanya Neta pada Nathan dan matanya mengarah pada sosok wanita yang berada tak jauh dari mereka.


"Iya. Kenapa memangnya?" Tanya Nathan.


"Kayanya dari tadi dia berusaha deketin Ayahnya Kak Rika deh." Ucap Neta pada Nathan.


"Hm... Mas sih Dek. Jangan-jangan Yoga lagi yang dia incer.


"Ye,,, Mas kok belokin ke Mas.Yoga sih." Ucap Neta dengan wajah memerah.


"Dek, kenapa?" Tanya Yoga pura-pura.


"Ish... Sana ih jangan deket-deket." Tolak Neta menjauhkan wajah Yoga menggunakan telapak tangannya.


"Makanya pegang bisar ga lepas." Sindir Nathan pada Yoga dan Neta.


"Mas ini ya. Awas ya." Ancam Netanya.


"Kak.Rika." Tegur Netanya pada Rika yang diam saat menyuapi Kanaya.


"Eh, kenapa Dek?" Tanya Rika.


"Kakak yang kenapa? Kok ngelamun sih?" Tanya Netanya.


"Kakak ga ngelamun. Tapi, kok Kakak kaya ngerasa ada sesuatu." Ucap Rika.


"Tenang aja Kak. Kita semua ada di sini. Satu orang pengganggu tidak akan menggoyahkan persaudaraan kita." Ucap Netanya mantap.

__ADS_1


Yoga mengusap lembut bahu Netanya. Merangkul dan membawanya dalam dekapannya. Ada sepasang mata yang melihatnya dan merasa tak terima melihat perlakuan Yoga pada Netanya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2