Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rebutan Opa


__ADS_3

Setelah acara lamaran untuk Netanya mereka pun menyepakati jika pernikahan mereka akan di gelas dua bulan kedepan. Mengingat jika nanti Netanya akan di sibukkan oleh kuliahnya.


Hubungan Gaga dan Mega pun akhirnya menemui titik terang. Mega sudah mau membalas pesan Gaga walaupun hanya singkat. Camelia pasrah untuk di jodohkan dengan rekan sejawat Ayahnya.


Dirinya yang anak tunggal tak ingin menjadi anak durhaka dengan menolak keinginana Ayahnya. Melihat Gaga bahagia dengan wanita pilihannya pun Camelia turut bahagia walaupun ada sedikit luka menganga.


Hari ini anak, cucu menantu Angga dan Nadin berkumpul di rumah mereka. Karena hari ini rencananya akan melakukan fitting baju untuk acara pernikahan Netanya dan Yoga.


"Ty, ka mau es klim." Pinta Kanaya pada Netanya.


"Boleh sayangnya Onty. Sebentar Onty ambil ya." Ucap Netanya pada keponakannya.


Saat Netanya pergi membawakan es krim untuk Kanaya terdengar suara dum yang cukup kencang dari taman samping rumah. Semua pun berlari kearah sumber suara.


Saat semua telah berada di taman semua pun terkejut melihat apa yang terjadi.


"Kakak sayang." Panggil Nayya lembut pada Kanaya.


Kanaya pun menangis saat melihat Nayya.


"Kenapa kucingnya Kakak lempar?" Tanya Nayya lembut.


"Kucing ambil makanan adik Momi." Jawab Kanaya dengan isak tangisbyang masih ada.


"Owh! Ya ampun. Tapi, adik ga apa-apa kan sayang?" Tanya Nayya lagi.


"Adik ga bisa makan lagi Momi." Ucap Kanaya dengan gaya khas anak kecil.


"Sayang, sudah tidak apa-apa. Nanti Momi ambilkan lagi makanan buat adik ya." Ucap Nayya membawa Kanaya kedalam pelukkannya.


"Nih, Kakak katanya mau es krim." Tunjuk Netanya pada Kanaya.


Dengan polosnya Kanaya pun bersorak seolah melupakan apa yang tadi terjadi padanya. Semua pun kembali pada aktivitas masing-masing.


"Kak, apa Kanaya sering seperti itu?" Tanya Nadin.


"Nayya baru liat ini Mah." Jawab Nayya.

__ADS_1


"Jangan biarkan dia hanya berdua dengan adiknya Kak." Ucap Nadin.


"Kakak sering membiarkannya berdua dengan Kali Mah. Tapi baik-baik aja. Baru kali ini Kana bersikap seperti itu. Atau karena sebelumnya Kali belum makan ya Mah. Jadi hanya mainan yang Kali genggam." Ucap Nayya.


"Ngga apa-apa Nad, Nay ga usah khawatir. Itu bentuk sayang Kana saja terhadap adiknya kalian jangan berfikiran yang macam-macam." Ucap Bude menengahi.


"Bude yakin?" Tanya Nadin.


"Hei, kamu punya tiga anak dengan watak yang berbeda Nad. Kau jangan lupakan bagaimana dulu mereka saling meributkna sesuatu dan saling bela saat mereka melakukan kesalahan." Jelas Bude.


"Tapi, Kana sampai melempar kucing Bude." Bela Nayya.


"Ya persis Mominya." Jawab Bude santai.


"Kok Nayya di salahkan." Bela Nayya.


"Mana kau ingat saat makanan mu di ambil kucing tetangga kau kejar kucingnya dan setelah berhasil tertangkap kau lempat kucing dari lantai atas ke bawah." Kenang Bude.


"Astaga! Mana mungkin aku melakukan itu Bude." Ucap Nayya tak yakin.


"Ibu mu saja tak percaya karena dia bekerja." Ucap Bude takut Nadin bertanya kapan.


"Jangan-jangan Mama juga pernah melakukannya sampai aku melakukannya juga." Tuduh Nayya pada Nadin.


"Hei,, mana ada. Mama wanita paling lembut mana bisa menyakiti seekor kucing." Bela Nadin dan semua pun tertawa bersama.


Acara ukur mengukur pun telah usai. Kanaya dan Kalila berebut dalam gendongan Angga. Kedua tak mau hanya salah satu yang di gendong. Membuat Rama merasa tak enak dan membujuk kedua anaknya namun tak berhasil juga.


Nayya pun mencoba membujuk kedua anaknya pun tak berhasil. Semua berusaha untuk membujuk namun tak ada yang berhasil. Angga pun membawa kedua cucunya masuk ke ruang bermain dan membiarkan keduanya bermain sementara dirinya meluruskan pinggangnya.


Tak disangka saat Opa mereka tertidur kedua bocah itu pun ikur tertidur satu di kaki Angga dan satu bergelayut di tangan Angga.


"Astaga!" Ucap Nayya saat menyaksikan Papa dan kedua anaknya yang tengah tertidur di atas karpet bulu.


"Ada apa Kak?" Tanya Netanya yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Lihatlah." Tunjuk Nayya pada ruang bermain anak.

__ADS_1


"Aaa... Sweet banget." Ucap Netanya memegang kedua pipinya.


Nayya pun mengabadikan moment anak dan Papanya. Kemudian menunjukan kepada Mamanya.


"Mah, lihat deh Papa." Tunjuk Nayya pada ponselnya.


"Ya ampun.. gemes banget sih cucu-cucu aku ini." Ucap Nadin melihat foto suami dan kedua cucunya.


"Kenapa Ka?" Tanya Opa.


"Ini Opa. Papa tidur bersama Kana dan Kali." Ucap Nayya memberikan ponselnya pada Opanya.


"Angga sama anaknya aja ga pernah begini nah kan kena batunya cucunya nempel terus." Ucap Ayah di akhiri tawanya yang khas.


Karena hari semakin sore. Nayya dan Rama pun berpamitan membawa kedua anaknya untuk pulang. Begitupun dengan Nathan dan Rika. Semua berpamitan. Kecuali Bude yang masih menunggu jemputan dari Pakde. Karena rumah sepi. Refa dan Agiel tengah berkunjung ke rumah orang tua Agiel.


Namun, bukan bocah namanya jika tidak terjadi drama perpisahan antara Opa dan cucu-cucunya. Kana dan Kali tak ingin di pisahkan dari Opanya walaupun dengan berbagai bujukan dari Nayya dan Rama begitupun dengan Angga sendiri.


"Oke, besok Opa jemput di rumah Kakak sama Adik ya. Kita bermain bersama lagi oke." Bujuk Angga kepada kedua cucunya.


"Janji Opa?" Ucap Kana yang memang sudah bisa bicara namun,Kali hanya bisa menangis histeris di pisahkan dengan Opanya.


"Iya Opa Janji. Asalkan Kana dan Kali ngga boleh nakal harus nurut sama Momi dan Papi." Ucap Angga.


"Oke Opa." Jawab Kana di sela tangisnya.


Semua pun ikut menitikan air matanya terharu melihat drama perpisahan Cucu dan Opa yang hanya terpisah dua blok rumahnya.


"Ga Angga. Dulu kamu terlalu sibuk bekerja sampai kedua anakmu seperti tak peduli sekarang terasa kan bagaimana sulitnya membujuk anak kecol." Oceh Ayah melihat drama yang terjadi.


"Ayah... Dulu kan Ayah juga begitu di rebutkan oleh bukan dua tapi tiga cucu sekaligus." Ucap Amel.


Mereka pun tertawa bersama setelah mobil Rama keluar dari pekarangan rumah Angga dengan suara tangisan yang masih menggema di dalam mobil mereka. Tangisan pili dari si kecil Kalila yang masih ingin bersama dengan sang Opa.


"Sayang Momi. Besok Opa janji akan menjemput kalian Oke. Cup ya jangan nangis lagi. Liat Kakak sudah tak nangis lagi." Bujuk Nayya.


Namun, bukannya berhenti tapi Kalila menangis semakin kencang. Membuat Rama harus memutar otaknya dan Akhirnya Rama pun berinisiatif membawa mereka ke mini market untuk membeli es krim kesukaan mereka.

__ADS_1


Tangis Kalila pun mulai mereda walaupun masih terdapat sisa tangisnya. Sekarang keduanya tengah asik memakan es krim di bangku khusus untuk mereka berdua. Nayya dan Rama pun kini bernafas lega.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2