Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pertunangan Refa dan Agiel


__ADS_3

Pagi hari suasana rumah Angga sudah ramai dengan persiapan lamaran Agiel. Angga dan keluarga memang ikut dengan rombongan laki-laki karena tidak enak jika di rumah ada tamu sementara pemilih rumah ga ada. Nayya sudah menyuapi Kana makan sebelum dirinya makan. Barulah setelah Kana makan Nayya makan.


"Dek, Kakak titip Kana ya." Seraya menyimpan Kana di atas kasur Nathan. Karena Neta tengah membantu Mamanya.


Kana main dengan asiknya bersama dengan Nathan. Rika melihat kamar Nathan terbuka dan mengintip di balik pintu dilihatnya Nathan tengah asik bermain bersama Kana. Rika terharu melihat keakraban keduanya.


"Mas," Panggil Rika.


"Dek, masuk aja." Pinta Nathan.


"Di luar dong Mas." Rengek Rika.


Nathan pun keluar membawa Kana dan bermain bersama dengan Rika di sofa depan kamar Nathan. Kana tampak akrab bersama dengan Rika.


"Cinta, Lihat." Tunjuk Kasih pada Nathan dan Rika.


"Apa." Ucap Nadin lalu menoleh kearah uluran tangan Kasih.


Keduanya saling pandang kemudian tersenyum bahagia. Menyiratkan ada sesuatu. Namun hanya keduanya yang tau. Kasih dan Nadin pun melanjutkan aktifitasnya.


"Assalamu'alaikum." Ucap Rama masuk.


"Wa'alaikum salam." Jawab semua yang berada di dalam rumah.


"Rama. Masuk Nak. Sudah sarapan?"Tanya Angga.


"Belum Pah. Sengaja datang pagi takut Nayya repot." Ucap Rama.


"Nayya baru selesai nyuapin Kana. Masuk saja langsung sarapan dulu." Titah Angga.


"Kak." Panggil Ivan


"Astaga! Ram." Panggil Angga.


"Iya Pah." Jawab Rama kembali mendekati Angga.


"Kenalin mantu Gw Rama." Ucap Angga.


"Rama." Ucap Rama sambil menangkupkan tangannya.


"Rama Angkasa." Sebut Ivan.


"Pak Ivan." Ucap Rama.


"Lu kenal mantu Gw?" Tanya Angga.


"Siapa yang ga kenal dia. Lu lupa. Dia anaknya Budi Angkasa." Jelas Ivan.


"Astaga! Bener Nak?" Tanya Angga.


"Iya Pah." Jawab Rama tersipu.


"Ayah kamu akan kaget saat acara nanti." Ucap Angga.


"Maksud Papa?" Tanya Rama.


"Ayah mu di undang di acara pertunangan ini oleh Om.Arif." Jelas Angga.

__ADS_1


"Owh! Pantas saja Ayah bilang tadi juga mau pergi ke acara teman bisnisnya." Jelas Rama.


Semua pun tertawa mendengar penjelasan Rama.


"Biarkan saja Ayah mu tau nanti." Ucap Angga.


"Sana sarapan dulu." Titah Angga kemudian.


Rama pun masuk meninggalkan bapak-bapak yang tengah asik berbicara mengenai bisnis. Para sahabat Angga pun mulai berdatangan.


"Eh, Mas udah datang. Udah sarapan?" Tanya Nayya yang akan mengambil sarapan untuknya. Dan Rama hanya menggelengkan kepalanya tanda jawabannya.


Rama menghampirinya dan Nayya pun mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Rama. Rama duduk di samping Nayya. Nayya pun mengambilkan nasi dan lauknya untuk Rama.


"Kana mana?" Tanya Rama.


"Tuh, main sama Nathan sama Rika." Ucap Nayya sambil menjulurkan jari telunjuknya.


"Siapa Rika?" Tanya Rama.


"Anaknya tante Kasih. Kenapa? Suka?" Tanya Nayya sedikit cemburu. Up's kok cemburu sih.


"Cemburu?" Ledek Rama.


"Kesenangan kamu nya Mas kalau aku cemburu." Elak Nayya.


"Ceh, cemburu juga ga apa-apa kali dek. Mas seneng kok." Goda Rama.


"Udah ah. Makan nanti telat lagi." Ucap Nayya menghindari ocehan-ocehan Rama yang membuatnya semakin tersipu.


Keduanya pun asik dengan piring masing-masing. Setelah selesai Nayya membawa piring kotor bekas makan mereka ke dapur. Rama pun kedepan bergabung bersama para bapak-bapak.


Setelah Nayya selesai di mandikan Nayya segera membawa Kana keluar mencari sosok Rama. Nayya melihat Rama tengah asik berbincang bersama Papah dan Om-om Nayya.


"Mas, titip Kana ya. Nayya mandi dulu." Ucap Nayya tanpa peduli dengan pandangan para Om-omnya.


"Wah, sudah wangi rupanya. Sini sama Papi." Ucap Rama seraya menjulurkan tangannya mengambil alih Kana dari gendongan Nayya.


Setelah Kana beralih pada Rama Nayya pun segera ke kamarnya untuk mandi. Para Ibu-ibu sekarang sudah Rapi dengan berbagai macam gaya dan pesona. Para Bapak-bapak pun sudah berganti pakaian menggunakan batik senada. Hanya keluarga Angga dan Nadin saja yang berbeda karena bagian dari pihak keluarga Perempuan.


Nayya tampak serasi bersama Rama dan Kana. Mereka tampak bagaikan keluarga kecil bahagia. Rama membukakan pintu penumpang mobilnya untuk Nayya dan Kanaya. Sementara Angga, Nadin, Nathan dan Neta menggunakan mobil Angga yang di kemudikan oleh Nathan.


Sampai di parkiran hotel milik keluarga Bagaskara yang di kelola oleh Arif. Suasana tampak meriah penuh kehangatan. Tampak para tamu undangan pun telah memenuhi gedung pertemuan. Mereka semua berbaur dalam acara.


Angga beserta keluarga pun bergabung bersama keluarga Amel dan Arif. Semua sudah pada posisinya. Tampak ada sepasang suami istri yang memandang penuh tanya pada rombongan keluarga Angga.


"Yah, kok ibu merasa ga asing ya sama keluarga itu." Tunjuk Ibu pada Nayya dan Rama.


"Mana?" Tanya Ayah penasaran.


"Itu." Tunjuk Ibu menggunakan telunjuknya.


"Astaga!" Pekik keduanya lalu menutup mulut keduanya menggunakan tangan mereka masing-masing.


"Anak kurang ajar." Umpat Ayah.


"Awas aja anak itu ya. Bilang kita ngaco ngelamar perempuan itu sekarang dia ada disini tanpa memberitahu kita. Bahkan anak itu menggunakan seragam keluarga." Umpat Ibu.

__ADS_1


"Sabar Bu. Selesai acara ini kita adakan sidang. Ga bisa di biarkan ini." Kesal Ayah.


Ya mereka merupakan pasangan suami istri yang tak lain adalah orang tua Rama. Rama yang mengetahui jika orang tuanya tengah menperhatikannya bersikap acuh seolah tak tau ada orang tuanya datang.


Di acara itu pun dalam kerumunan tamu undangan terdapat Yoga sebagai tamu undangan perwakilan keluarga Hadist. Semenjak kehadiran keluarga Angga Bagaskara pandangannya tak lepas dari anak bungsu Angga Bagaskara. Neta yang tak mengetahui kehadiran Yoga pun tampak biasa saja melenggang di antara dereta keluarganya.


Neta merasakan ada getaran pada ponselnya yang berada dalam hand bag yang di tentengnya. Neta pun mengambilnya dan melihat chat dari nomer tak dikenal lagi. Neta ingin membiarkannya tapi ada rasa penasaran. Neta pun membuka pesan chat nya.


💌Kamu cantik hari ini 😍


"Astaga! Gil* kali ya ni orang." Batin Neta kemudian memasukan kembali ponselnya lalu pandangannya menyapu seisi ruangan itu.


Kana tampak sedikit rewel karena banyak sekali orang yang dia temui. Nayya sampai kewalahan menggendong Kana karena Kana terus merengek minta di gendong.


"Cup cup sayang. Kana mau apa?" Tanya Nayya sambil menggoyangkan tubuh Kana dalam gendongannya.


Nayya menepi di pinggir barisan keluarganya yang tengah duduk. Sedangkan dirinya terus berdiri menggendong Kana menggunakan high heels. Kakinya terasa sakit karena terlalu lama berdiri dengan beban cukup berat.


"Kasih susu Kak." Bisik Nadin.


"Ga mau Mah." Jawab Nayya.


"Sini biar Mas gendong dan bawa keluar." Ucap Rama yang siap membawa Kana dalam gendongannya. Tapi, naasnya Kana malah menangis. Membuat Nayya serba salah. Akhirnya Nayya dan Rama pun keluar dari gedung dan membawa Kana ketaman yang berada di samping gedung pertemuan.


Sampai di luar Kana pun mulai tenang dalam gendongan Nayya. Rama merasa kasihan kepada Nayya karena harus keluar saat acara tengah berlangsung demi menenangkan anaknya.


"Dek, Maaf ya." Ucap Rama.


"Kenapa Mas minta maaf?" Tanya Nayya.


"Karena Kana kamu tidak bisa menyaksikan acaranya." Lirih Rama yang masih bisa di dengar Nayya.


"Mas, bukankah acaranya akan tetap berlangsung tanpa harus adanya Nayya di dalam." Jawab Nayya.


"Makasih Dek." Ucap Rama mengusap lembut rambut Nayya.


Deg


Deg


Detak jantung keduanya berdetak tak beraturan.


"Astaga kenapa dengan jantung ku. Kenapa hanya karena usapan dari Mas.Rama membuat detak jantungku lebih cepat." Batin Nayya.


"Astaga ada apa dengan jantung ku. Kenapa hanya dengan mengusap lembut Nayya jantung ku berdetak tak menentu." Batin Rama.


Keduanya pun salah tingkah karena perbuatan mereka sendiri. Nayya memalingkan wajahnya yang mungkin sudah memerah karena perbuatan Rama. Rama melihat jika Nayya tersipu dan itu membuatnya semakin gemas.


"Boleh ngga sih bikin acara dalam acara." Ucap Rama.


"Ga boleh. Ga modal itu namanya." Jawab Nayya asal.


"Owh! Jadi mau yang lebih istimewa ya." Goda Rama


"Iya dong." Jawab Nayya.


"Eh, kita lagi ngomongin apa sih." Ucap Nayya salah tingkah.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2